September 24, 2016

Perkebunan di Batu

Tujuan utama ke Malang adalah mau melihat kebun. Kebun apa? Bunga? Sayur? Buah? Semuanya. Gile yah, dari sarjana Teknik Informatika, kerja jadi konsultan IT, giliran resign jadi petani, hihihi. Eits, jangan salah. Indonesia termasuk negara dengan lahan pertanian dan perkebunan terluas di dunia. Dan kalian akan takjub kalau tau setiap jengkal lahan yang menghasilkan bunga, buah, dan sayur, bernilai $$$$. Jadi, masih nggak mau jadi petani?

Mungkin karena keenakan tidur di hotel dengan double bed sendirian lagi, jadi agak susah bangun. Awalnya pas malam saya tidur di tengah-tengah ranjang, giliran bangun udah di pinggir ranjang. Waktu shalat Shubuh di Malang jam 4 pagi dong dan saya dengan berat hati harus bangun, shalat, dan tidur lagi. Sewaktu bangun lagi, langsung syok kalau Yoyok teman saya sedang on the way untuk menjemput saya. Paling nggak enak kalau syok, liat handphone low battery, dan harus buru-buru mandi. Semalem saya tidur jam 12 malam, jadi wajarlah ya kalau telat bangun.

Yoyok adalah teman saya sewaktu di komplek PIM dulu. Terakhir ketemu dia tahun 2009 dengan gayanya yang nyentrik banget. Alhamdulillah sekarang dia udah kayak Pak Ustadz, hahaha. Kami menyewa mobil Toyota Avanza seharga Rp. 350rb perhari termasuk supir (orang Flores). Kalian bisa membayangkan orang Aceh, orang Jawa, dan orang Flores dalam satu mobil. Walaupun logat saya sudah berubah jadi agak betawi, saya balikin lagi ke logat Aceh, dan hasilnya kami ketawa melulu selama di perjalanan. Asyiknya lagi karena sopirnya masih mahasiswa dan gaul banget, jadi nggak bosan deh di mobil.
Roses nursery
Perjalanan ke Batu hanya setengah jam dari Malang. Mungkin karena nggak macet karena saya berangkat kesini pas hari kerja. Katanya sih kalau weekend macet banget, seperti orang Jakarta yang mau ke puncak. Saya masih membayangkan kalau macet ke puncak sih udah nggak gerak. Sesampai di Batu, kami langsung meluruskan niat mau ke kebun yang sudah saya stalking dari beberapa bulan yang lalu dan sampailah kami kesana.
Mawar warna-warni
Mulai mekar
Mawar kuning
Saya takjub melihat perkebunan mawar potong selereng gunung. Luaassss bangetttttt. Subhanallah! Saya terdiam, takjub, dan teringat kartun Candy-Candy dulu yang dimana Pangeran Antoni punya kebun mawar (kok saya masih ingat). Saya berjalan kesana-kemari menikmati kebun bunga sampai lupa tujuan utama kesini kan mau menjalin kerjasama. Akhirnya saya ngobrol sama seorang petani, menginterviewnya, dan minta dipotongin bunga mawar, hahaha. Bagus banget sihhh....
Bunga Peacock
Bunga pink ke ungu-unguan
Putih
Pucuk merah
Kopi
Tomat
Hari itu saya banyak mengobrol dengan para petani. Saran saya sih kalau kalian mau berbisnis perkebunan, pedekate dulu ke petaninya. Buat mereka nyaman. Waktu itu ya, saking berhasilnya pedekate dengan petani, sampai dipotongin satu bucket bunga mawar warna-warni, dan diajak makan siang. Saya udah nolak berapa kali tapi beliau maksa saya untuk menyantap makan siang buatannya. Duh, saya jadi nggak enak. Tapi nggak bisa nolak juga, ya udah deh. Lauknya juga enak, pepes ikan yang agak pedas, ikan asin, sayur, dan kerupuk. Sayurnya langsung dari ladang, hmmm enyak-enyak.
Timun ungu
Di suruh makan siang
Sambil menunggu Yoyok shalat Jumat, saya tetap berkeliling kebun sendirian dan menemukan berbagai macam bunga. Tapi disini nggak ada sayur-mayur. Bahkan mereka nggak menjual bibitnya juga. Aneh sekali. Kalau kalian mau survey kebun, pakailah topi, kacamata hitam kalau bisa yang untuk glare protect karena puanaassss dan silauuuu buangettt! Untuk muka sih saya selalu pakai Cushion Makeup dengan SPF 50 PA+++ tapi kalau tangan dan kaki malah lupa pakai sunscreen. Jadi belang banget, hahaha.
Petani sayur
Interview
Bunga mawar
Setelah Yoyok datang dan sudah jam 2 siang, kami pun pamit pulang. Kesalahan saya disini adalah hanya meminta nomor handphone satu petani saja dan sudah percaya kalau dia bisa diajak kerjasama. Kenyataannya malah bikin repot. Bulan depan saya balik lagi dan nggak akan melakukan kesalahan yang sama. Destinasi selanjutnya adalah kebun bunga matahari. Karena lahan bunga tiba-tiba longsor, jadi tempat ini di tutup sementara untuk umum. Waduh, sayang banget. Oh ya, waktu itu di Batu cuacanya aneh. Dari panas banget, tiba-tiba berubah mendung dan hujan mengguyur sangat deras. Terpaksa nggak bisa melanjutkan survey kebun. Kami melanjutkan survey besok lagi.

Hari Sabtu, saya check out Solaris Hotel karena bakalan pindah ke Best Western OJ Hotel Malang. Ternyata saya nggak bisa pulang cepat dan akhirnya membeli tiket pesawat untuk pulang hari Senin. Lumayanlah bisa lebih lama di Malang. Saya sempat mengira bakalan macet ke Batu karena weekend, tapi taunya jalan lancar. Rejeki anak sholehah, hahaha.
Apel Malang
Pertama saya ke kebun apel, berharap bisa ada pohon kecil apel yang bisa diperdagangkan. Nyatanya, hanya kebun petik apel biasa. Saya baru tau kalau apel Malang itu kecil dan kuning. Maklumlah, ke Malang aja baru kali ini. Selama saya berjualan pohon apel, saya baru tau ada apel jenis ini. Biasanya hanya jenis-jenis seperti Jonathon Apple, Granny Smith, dan lainnya. Lahan di sekitar kebun apel juga nggak bagus dan kurang subur. Saya jadi nggak tertarik. Untuk masuk ke kebun Apel, kalian harus bayar Rp. 25,000 sekalian bisa petik apel sepuasnya.
Menyusuri kebun apel
Tukang bibit di depan kebun apel
Setelah puas di kebun apel, saya bertanya kepada petani disitu dimana kebun sayur. Katanya sih kalau mau ke kebun sayur agak ke puncak gunung. Jadilah kami melanjutkan perjalanan dari Batu terus naik sampai saya bisa check in Path di Coban Talun. Jujur saja saya nggak tau sama sekali ini dimana. Mulai banyak kebun teh, udara jadi lebih dingin, dan mulai agak redup suasananya. Tadinya saya mengira salah kostum, karena salah pakai baju heattech (sejenis long john untuk musim dingin) sebagai dalaman karena baju saya jaring-jaring. Ternyata untung juga pakai baju ini karena bisa menghangatkan tubuh.
Lahan kubis
Kebun wortel
Anak Kubis
Di daerah ini, saya hanya bisa bertanya ke orang-orang dimana kebun sayur. Mereka mulai menunjukkan arah kesini dan kesana tapi nggak ada yang pas. Rata-rata kebun sayur disini bukan untuk pembibitan. Saya jadi malah jalan-jalan keliling kebun sawi, wortel, kubis, paprika, dan sebagainya. Yang paling unik ketika masuk ke Green House paprika karena langsung pedesss di mata, hahaha. Saya sampai ngedip-ngedip mata bahkan pakai kacamata hitam lagi dan nggak mempan. Ada-ada aja.
Pose dulu
Selfi dulu
Jamur pohon
Green House Paprika
Selebihnya saya disini hanya mengobrol dengan petani dan balik lagi ke Batu. Di Batu, saya membeli beberapa Lucky Bamboo yang dipercaya mendatangkan keberuntungan. Saya sih beli bukan karena hoki juga sih, tapi karena memang tanamannya unik dan bisa tumbuh di dalam ruangan. Saya beli 3 pohon, 2 bambu hijau dan 1 putih. Setelah itu baru deh pulang. Cuma jalan-jalan begini doang bisa menghabiskan waktu setengah hari lho. Badan langsung capek banget. Sewaktu check in hotel, saya langsung menghempaskan tubuh ke kasur sejenak sebelum akhirnya mandi dan lanjut bekerja.
Lucky Bamboo
Nanti saya lanjutkan cerita lagi ya, sampai jumpa!

3 comments:

Mirwan Choky mengatakan...

Foto pohon kopi itu mengingatkan saya dengan kampung saya.

Mama Nai mengatakan...

Tiaaaa... Keren banget perjalanannya sampe ke Batu, Malang. Jadi kerjasamanya Tia akhirnya?

Meutia Halida Khairani mengatakan...

Kak rosita : jadi dongg haha

Categories

adventure (256) Living (235) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (47) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan