April 28, 2016

From Derawan to Jakarta

Jam setengah 6 pagi itu saya langsung bangun. Mengingat pesawat kami dari Tarakan pukul 11:40 dan perjalanan dari Derawan ke Tarakan sekitar 3 jam lebih, maka kami harus segera bersiap. Jam setengah 7 pagi sudah membereskan isi koper dan mandi. Rugi juga bawa koper agak gede tapi nggak ada yang bisa di bawa pulang dari Derawan. Yang nggak enaknya lagi bawa koper adalah jalanan di Derawan berpasir semua, nggak ada aspal. Roda koper jadi susah jalan. Mau nggak mau ya harus menenteng koper sampai ke dermaga. Agak berat juga.
Sarapan
Kami sudah bersiap di dermaga tapi belum sarapan. Tour guide menyuruh kami sarapan dulu sebelum berangkat. Saya kira bakalan mendapat nasi bungkus, tapi karena barengan sama karyawan Bank Indonesia, kami jadi dapat parasmanan. Lumayan... Kami juga boleh duduk santai di dermaga sambil menikmati pemandangan kapal-kapal terparkir rapi. Kami sarapan sekitar 20 menit dan sudah pukul 7 lebih tapi belum ada aba-aba untuk naik ke kapal motor. Saya jadi was-was, takut cuaca buruk dan perjalanan jadi terhambat lagi. Sekitar pukul setengah delapan, baru kami naik ke kapal. Keburu nggak yah?

Waktu itu, ada seorang bule yang minta nahkoda (supir kapal motor) untuk mampir di sebuah pulau untuk menjemput temannya. Katanya pulaunya dekat dari situ, cuma 2 menit perjalanan. Tapi para penumpang lain langsung komplen. Mereka mau kapal langsung jalan ke Tarakan. Yah berhubung orang asing mau melawan orang lokal sih agak susah. Tapi memang udah mepet banget sih waktunya.
Penumpang
Selama di kapal, saya hanya tidur dan mengobrol. Sedang mempersiapkan diri mengarungi lautan dengan ombak gede dan cuaca menyeramkan. Saya dan penumpang lain tetap merasakan  jumping jumping and bumping bumping lagi sampai pusing kepala barbieMana sekeliling hanya bisa melihat lautan biru, kadang berkabut, kadang hujan deras, pokoknya saya merasa berada di film Life of Phi lagi. Teman saya Kakros pindah duduk di depan. Saya kira dia bakalan aman damai duduk disana. Ternyata kata dia malah lebih seram lagi. Terpental-pentalnya jadi sangat terasa.

Di dalam kapal, rata-rata penumpang pada tidur. Para bule' ada yang membaca buku, ada yang tukeran file foto, ada yang nonton di Ipad. Kalau saya sih udah mual. Hanya menghadap lurus ke depan, kecuali Rezki ngajak ngobrol. Saya agak kasihan melihat para bule' yang kena tempias hujan. Sebenarnya banyak tempat kosong di deretan seberang saya. Seharusnya mereka bisa maju ke depan lagi, jadi para bule' itu bisa maju juga dan nggak kena hujan. Eh ini si mbak depan saya malah diem aja tidur sambil pakai kacamata. Saya udah suruh geser, dia cuek aja. Sampai temannya yang suruh, baru bergeser 5 centi doang!! OMG, berat banget ya bergeser dikit.

Kami sampai di Tarakan pukul setengah 11 siang dan sejam lagi pesawat boarding. Sebelumnya kami sempat mendapatkan nasi kotak untuk makan siang. Mobil jemputan baru tersedia satu dan nggak akan cukup untuk mengangkut kami semua. Jadinya mbak-mbak yang tidur di kapal tadi mulai rese' dan memaksa masnya untuk menelepon temannya yang ada di mobil satu lagi. Kalau saya dan teman-teman sih udah datang mobil jemputannya. Maunya sih mobil udah standby di pelabuhan karena kan kita takut ketinggalan pesawat.

Perjalanan dari pelabuhan ke bandara sekitar 10 menit. Setiba di bandara, kami cek in, lalu ke WC sebentar, dan langsung boarding pesawat. Terasa semua cepat sekali dan agak terburu-buru. Sampai di pesawat saya tidur. Terbangun sewaktu pesawat transit dan kami makan siang. Selanjutnya tidur lagi sampai Jakarta. Waktu jadi terasa singkat. 

Sebenarnya mau melanjutkan nongkrong di Cafe pacarnya teman saya yang baru buka. Tapi kepala ini terasa masih pusing karena terpental-pental di kapal. Ya sudahlah, saya langsung pulang. Minggu depan baru nongkrong di Cafenya. Nanti saya posting, ditunggu ya!

3 comments:

Vari The Traveling Cow mengatakan...

Derawan masih bersih ngga sekarang? atau udah komersil banget jadi tempat wisata yg ngga keurus? kadang suka sedih kalo tempat wisata yang masih bagus bgitu udah rame jadi banyak sampah

Febri Dwi Cahya Gumilar mengatakan...

Aaaaakh, Derawaaaan :D aku jadi rindu pengen kesana lagi :( pertama dan terakhir sih tahun 2012 lalu :' liaat penyu-penyuuu unyyuuuu :D

Arul Bos mengatakan...

Wao mantap

Categories

adventure (256) Living (235) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (47) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan