Februari 12, 2016

Batu Caves

Tanggal 30-31 Januari 2016 kemarin, saya kabur ke Kuala Lumpur. Kok kabur? Awalnya memang ini liburan yang nggak direncanakan. Berhubung Mama datang, pengen belanja Sephora, pengen jalan-jalan juga, ya udahlah Kuala Lumpur deh sasarannya. Lagian, teman saya Kakros udah lama nggak ke KL, sekalian aja.

Karena mau memaksimalkan 2 hari di Kuala Lumpur, saya mengambil penerbangan paling pagi, yaitu jam 6:25. Duh, kebayang kan dari Depok jam berapa? Tapi demi jalan-jalan, saya usahain deh bangun pagi, dandan, dan langsung ke bandara dengan taksi Uber. Mana dapat sopir yang nyetir mobilnya pelaaaan banget. Sampai saya kasih review jelek sopirnya. Oh ya, baru kali ini koper kecil saya di timbang di Terminal 3. Biasanya 'kan mau segede apa pun koper, tetep boleh masuk kabin AirAsia. Untung koper saya beratnya hanya 7 kg lebih dikit. Pas lah ya....

Pesawat terbang dengan mulus, tapi mendarat agak menyentak. Huff! Alhamdulillah masih baik-baik saja. Masih agak takut kalau pesawat sering bergetar di langit. Kali ini AirAsia mendarat lebih cepat di KLIA2, karena jam 9 udah sampai. Kalau melihat di tiket sih seharusnya tiba pukul 9:25. Setelah selesai urusan imigrasi, saya mencoba menyewa mobil dengan Grabcar. Baru kali ini menggunakan Grabcar di negara orang. Yang bikin susah adalah ketika sopirnya menelepon saya dan kena roaming. Huaaaa, pulsa langsung berkurang drastis! Mana harus diangkat lagi. Perjalanan dari Bandara ke KL Sentral sekitar 45 menit - 1 jam. Supirnya terus mengajak ngobrol dan saya sudah tertidur tanpa mempedulikan beliau ngomong apa. Ngantuk, Pak!

Sesampai di hotel, kami baru boleh turun dari mobil ketika sudah membayar. Berbeda dengan di Indonesia, kita turun dulu, beberes koper dulu, baru deh bayar. Tapi nggak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika saya tiba di My Hotel @Sentral, ternyata itu bukan hotel kami. Hotel kami adalah My Hotel @KL Sentral. Ya elah, jadi harus jalan menggerek koper ke hotel yang benar. Untung dekat, jadi nggak sempat keringetan duluan. Teman-teman saya yang lain sudah menunggu di My Hotel @KL Sentral. Ternyata mereka juga tadi sempat salah hotel.

Setelah menaruh koper (baru bisa cek in jam 2 siang), kami berjalan ke NU Sentral, Mall baru (saya baru liat lebih tepatnya) di KL Sentral. Dulu tahun 2013 belum ada Mall ini. Karena udah jam 11 siang, kami makan siang di foodcourt terlebih dahulu. Sekalian menunggu Willy (temen kuliah) datang. Baru ingat kalau memesan menu nasi Ayam di KL itu, ayamnya gedeeeee banget. Duh, makannya aja sampe capek. Akhirnya karena nggak habis, saya kasih ke Nico, hehehe. Setelah makan, kami membeli tiket komuter ke Batu Caves seharga RM 2.6. Murah juga ya. Udah lama nggak naik kereta cepat, terakhir ketika di Hong Kong.
Tiket ke Batu Caves
Peta rute
Kereta
Perjalanan dari KL Sentral ke Batu Caves sekitar 15-20 menit. Agak kaget melihat banyaaaaaaak banget orang India disini. Saya jadi bingung, apa benar saya ke Kuala Lumpur atau malah ke New Delhi ya? Hahaha. Ternyata seminggu sebelumnya ada hari besar Thaipusam. Menurut wikipedia, hari Thaipusam merupakan hari menunaikan nazar dan menebus dosa atau memohon ampun di atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini dan memohon suatu hajat kepada Dewa Murugan. Jika permohonan dikabulkan, maka satu acara tertentu harus diadakan sebagai tanda kesyukuran. Sepanjang jalan dari pintu keluar kereta sampai ke kaki patung Dewa Murugan banyak banget turis dan orang India membuka lapak berjualan. Jadilah saya ngetem disana-sini untuk membeli cemilan.
Banyak lapak
Jajan dulu
Batu Caves adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua. Terletak di distrik Gombak, 13 km (8 mil) utara dari Kuala Lumpur, Malaysia. Tempat ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer dan didedikasikan untuk Dewa Murugan. Patung Dewa Murugan juga tinggi banget, sekitar 42,7 meter dengan warna kuning emas yang sangat mencolok. Kalian bisa melihat ratusan anak tangga curam menuju bukit dan banyak burung merpati. Duh, saya terdiam melihat anak tangganya. Mewajibkan diri untuk naik, tapi tinggiiiiii banget. Mana panas banget lagi cuacanya.
Pose di depan patung Dewa Murugan
Tertawa lepas
Merpati
Setelah membawa Mama ke warung untuk duduk (nggak mungkin Mama ikut naik ke atas) dan membelikan Mama kelapa muda, barulah saya tenang meninggalkan Mama sejenak. Saya dan teman-teman lalu mulai menaiki tangga yang curam. Saya kira anak tangganya seperti di Big Tian Tan Buddha, Hong Kong. Ternyata lebih tinggi lagi dan terjal. Mana panas bangettt cuacanya. Sewaktu di Hong Kong, udara di atas sangat dingin dan anak tangganya pun sedikit. Jadi enak mendaki anak tangga. Di Batu Caves, saya sampai berkunang-kunang dan ngos-ngosan. Untung teman-teman pada baik mau menunggu. Mana banyak monyet dan orang muntah lagi, ihhhh >_<
Mulai menaiki anak tangga
Curam sekali
Dewa Murugan dari belakang
Makin seram menoleh ke belakang
Tinggiiiii banget
Patung dewi diatas bukit
Sesampai di puncak, saya kira pendakiannya sudah selesai. Ternyata garis finish masih agak jauh. Ah tidak, saya langsung duduk, diam, kecape'an. Sekalian meluruskan kaki yang pegal karena menaiki 272 anak tangga dan menenangkan kepala yang berkunang-kunang. Di dalam gua, saya melihat banyak orang India (mulai dari anak bayi sampai orang dewasa) yang mencukur rambut pada hari itu dan menyapukan campuran serbuk cendana dan air di atas kepala. Sebagai tanda perkhidmatan menggunting rambut ini ada disediakan di luar kuil dengan bayaran tertentu. Ini merupakan suatu bentuk melepaskan atau membayar nazar kepada Dewa Murugan.
Pelataran gua
Istirahat
Pose dulu
Dewa dewi
Ritual
Dewa
Awalnya saya udah nggak mau melanjutkan perjalanan lagi karena takut muntah, hahaha. Kepala masih berkunang-kunang sih. Tapi dalam kamus hidup saya nggak ada tuh berhenti di tengah jalan. Ya udah, langsung mengumpulkan tenaga (dalam), lalu melanjutkan naik tangga lagi. Untung aja anak tangganya nggak banyak dan tangganya nggak begitu curam. Kalau nggak, jadi deh saya muntah. Alhamdulillah sampai juga ke kuil tertinggi di Batu Caves. Gila ya, perjuangan banget kesini!!
Melanjutkan pendakian
Langit-langit gua
Sampai di kuil tertinggi
Setelah tarik nafas dan berfoto, saya turun tangga. Teman saya sempat berbelok ke sebuah gua lagi di sisi tangga dan saya memberikan kamera pada mereka. Saya dan teman saya Vanea hanya meluruskan niat untuk turun dan pergi ke warung tempat Mama saya berada. Duh, badan udah keringetan, ngos-ngosan, haus lagi. 
Turun tangga
Papan di depan gua
Sampai di warung, saya beli minuman isotonik dan Vanea beli es krim. Teman-teman saya yang lain pun akhirnya menyusul turun karena ternyata masuk ke Gua yang banyak monyetnya itu harus bayar. Ya udah deh, nggak ada yang masuk. Setelah duduk sebentar, minum dan makan es krim, kami kembali ke stasiun kereta untuk pulang ke KL Sentral. Sungguh perjalanan yang melelahkan dan mengeluarkan banyak keringat.
Duduk manis di kereta
Baiklah, nanti saya lanjutkan lagi ceritanya ya :)

5 comments:

MiawGuk mengatakan...

Mut.. apa itu Kak Ros yang dulu di asrama?

Meutia Halida Khairani mengatakan...

bukan tin... ini anak kantor gw

Cipu mengatakan...

Udah lama gak keluar negeri hahahahah. Kadang pengen escape ke luar negeri tapi selalu saja batal

Mila Said mengatakan...

bwahahaaa makanya kalo lagi gak jalan2 banyakin naik2 tangga supaya pas travelling ketemu tangga2 gak kaget

Vari The Traveling Cow mengatakan...

haduuw, emang tuh tangga aborsi banget di Batu Caves, gw juga sebel-sebel gimana gitu, tapi tetep naik, hahaha..

Categories

adventure (256) Living (232) Restaurant (146) Cafe (137) Hang Out (130) Jawa Barat (99) Bandung (91) Story (79) Movie (72) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan