April 16, 2015

Kampung Daun Culture Gallery & Cafe

Masih dalam rangka ulang tahun saya, kali ini saya kembali lagi ke jalan Sersan Bajuri daerah Parongpong. Kalau tadi siang saya makan di Sapu Lidi Resto, malamnya saya makan di Kampung Daun Culture Gallery & Café, Jl. Sersan Bajuri Km 4,7 No. 88 – RR1, Bandung 40154 (Phone : +6222 2787915 or +62 22 2784572. Fax : +62 22  2787881). Sebenarnya udah hampir nggak mau pergi nih, karena hujan di Bandung awet banget. Bahkan tetap aja nggak mengecil hujannya. Terpaksa deh pakai jas hujan malam-malam ke arah Lembang sana yang dinginnya minta ampun.
Kampung Daun
Lokasi Kampung Daun sekitar 1 km dari Sapu Lidi Resort, berarti lebih keatas lagi. Kita harus masuk ke perumahan dulu baru deh ketemu sama Resto yang satu ini. Jalan menuju Resto sepi banget, nggak ada orang. Saya malah curiga nggak ada yang datang ke Kampung Daun karena lagi hujan. Ternyata kecurigaan saya salah, pengunjung Resto ini rameee banget. Mobil dan motor udah berjejer rapi di depan pintu masuk.
Pengunjung rame
Setelah parkir motor, saya masuk melalui gapura dan melihat banyak jajanan di pinggir pintu masuk. Ada kerajinan khas Jawa Barat, ada juga cemilan, kerupuk-kerupuk, dan lainnya. Saya nggak beli karena malas mau milih-milih barang tapi hujan-hujanan. Saya berjalan ke dalam pakai payung dan pede aja masuk ke bagian saung-saung Cafe. Pelayannya bilang kalau harus waiting list dulu. Sempat bingung dimana tempat waiting list karena sewaktu masuk saya nggak ngeliat. Ternyata ada di depan, di dekat panggung. 
Jajanan
Saya mendaftar waiting list dan duduk manis menunggu sambil menikmati live music yang sedang berlangsung. Suara penyanyinya bagus banget. Nggak terasa waktu menunggu antrian Resto jadi cepat. Oh ya, kalian juga bisa belanja souvenir selagi menunggu antrian. Nggak usah takut nggak kedengaran kalau nomor kalian dipanggil karena petugasnya menggunakan pengeras suara (mic) untuk memanggil kita. Nggak usah takut kehujanan juga, karena toko souvenirnya memang satu bangunan sendiri.
Live Music
Toko Souvenir
Kalau Sapu Lidi makan di sawah, Kampung Daun ini menurut saya makan di hutan, hahaha. Setelah mendapat tempat di Saung 33, saya berjalan masuk terus teruus teruuus ke dalam. Sepanjang perjalanan saya bisa melihat air terjun buatan, pohon-pohon, tumbuh-tumbuhan yang berdaun tinggi dan lebat, ditambah suara kodok dan rintik hujan. Tempatnya asri banget, tapi saya kayaknya takut deh kalau makan disini sendirian. Masih ada suara kumbang juga soalnya.
Air Terjun buatan
Daun-daun tinggi
Untungnya Saung tempat saya nggak gelap, banyak lampu-lampu yang agak redup sih. Mungkin untuk menciptakan suasana romantis kali ya. Saungnya terlihat terawat, furniturenya bersih, ada bantal duduk juga, keran wastafel tampak baru, meja juga bersih. Enak banget deh. Sebenarnya saung saya ini cukup untuk 5-7 orang deh karena memang agak luas, tapi malah saya tempati berdua saja. Sewaktu kami duduk, pelayan langsung memberikan menu untuk kami pilih dulu.
Saung yang lain
Saung
Meja saya
Menu masakan di Kampung Daun ini adalah lokal. Nggak usah berharap makan steak ya disini. Saya memukul kentongan (lagi) untuk memanggil pelayannya. Kali ini pelayan langsung datang tanpa harus menunggu. Saya memesan menu yang hangat-hangat seperti Bandrek (Rp. 10,000), Hot Ginger Tea (Rp. 15,000), dan Hot Chocolate (Rp. 25,500). Untuk makanan saya pesan Tahu Brontak Isi Ayam (Rp. 27,500), Nasi Goreng Kampung Daun (Rp.52,500), dan Sop Iga Sapi dan Nasi (Rp. 75,000).  
Menu 1
Menu 2
Bandreknya enaaak banget, apalagi diminum selagi panas-panas. Sayangnya malah kesenggol teman saya, jadinya tumpah, hiks! Tumpahannya kena ke bantal duduk lagi. Jadinya saya minum teh jahe aja. Rasa teh jahenya juga enak banget, menghangatkan tenggorokan. Kalau coklat panas menurut saya agak mahal untuk secangkir kecil begitu. Tapi rasanya tetep enak sih, hehehe. 
Minuman
Makanan pun akhirnya datang. Sebenarnya di web Kampung Daun, penyajian Nasi Goreng Kampung Daun lebih cantik karena lauk pauknya (side dish) disajikan di piring terpisah dari batok kelapa. Malam itu penyajian nasi gorengnya biasa aja, semua lauk disatukan di satu piring. Jadi agak kecewa karena nggak bisa dipajang secantik mungkin di foto. Tapi untuk masalah rasa, oke banget deh. Nasinya enak, nggak terlalu berminyak, ada sate dan telur juga.
Semua makanan
Nasi Goreng Kampung Daun
Untuk sop iga, saya suka bangeeet. Kuahnya segar banget, enak, dan gurih. Iganya juga banyak. Sampai teman saya jadi berbagi ke saya. Sambal ijo yang dicampurin ke sup juga membuat supnya jadi tambah enak. Wah, pas banget deh makan sup di suasana dingin-dingin begitu. Karena porsi nasi dan sup iganya yang besar, tahu brenjaknya jadi saya bungkus untuk makan di hotel. Kami berdua udah kekenyangan banget. Nggak sanggup lagi menghabiskan tahunya.  
Sop Iga
Tahu Brenjak
Pose dulu
Setelah makan, sempat menikmati suasana sejenak sambil ngobrol-ngobrol. Nggak nyadar pas bernapas ngeliat asap dari mulut. Udara jadi semakin dingiiiinnn. Alhamdulillah sweater saya cukup tebal (yang biasanya saya bawa travelling pas musim dingin), jadi nggak begitu kedinginan. Teman saya yang jaketnya tipis, baru deh mulai nggak nyaman. Akhirnya kami pulang deh. Sewaktu minta bill, saya mengetuk kentongan lagi dan nggak lama kemudian pelayan langsung datang. Kasirnya juga ada dimana-mana, jadi nggak usah menunggu pelayan jalan ke depan dulu untuk menuju kasir.
Tangga ke saung atas
Saung lebih besar
Payung-payung
Selesai melakukan pembayaran, kami pun pulang. Semakin malam pengunjung juga masih ramai. Mungkin karena longweekend juga, jadinya pada makan diluar. Memang Kampung Daun ini cocok banget untuk makan-makan keluarga atau sama teman atau sama pacar, hihihi. Karena suasananya memang enak, nyaman, romantis juga. Saungnya juga banyak tipe. Kalau mau merayakan ulang tahun misalnya, nanti kalian akan ditempatkan di rumah-rumah yang lebih besar. Enak banget deh disini.

2 comments:

Timur Matahari mengatakan...

Tempat keren dan romantis buat yang mau weekend.

mila mengatakan...

trakhir kemari udah berapa belas tahun lalu kayaknya deh. wiken kmrn baru abis nyobain dusun bambu

Categories

adventure (256) Living (235) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (47) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan