April 07, 2015

Avenue of Stars

Sesampai di Admiralty Station, saya melihat ada ATM Bank Negara Indonesia (BNI). Saya langsung mampir karena memang punya ATM BNI. Pas cek di dompet, baru inget kalau ATM saya nggak saya bawa, hahaha. Hanya membawa kartu kredit doang. Kami kemudian naik MTR lagi ke Tsim Tsa Tsui menuju Victoria Harbour. Jalan kaki dari MTR station ke Harbour lumayan jauh, tapi sangat berangin. Disini baru terasa dingggiiiiin.
Hotel The Peninsula
Suasana sekitar Tsim Tsa Tsui
Sepanjang jalan, saya melihat kiri dan kanan untuk mencari toko-toko baju atau sepatu yang bermerk. Tapi kok nggak ada ya? Kebanyakan hanya hotel. Palingan ada toko Louis Vuitton yang berdiri sangat megah dan beberapa toko mewah disebelahnya. Saya dan teman-teman terus berjalan karena sebenarnya kami mau melihat Symphony of Stars dari Victoria Harbour jam 8 malam. Beberapa hari yang lalu mau melihat Show ini dari The Peak, malah terhalangi oleh kabut.
Orang-orang mengambil gambar
Sebelum Symphony of Stars Show dimulai, kami jalan-jalan dulu di sepanjang Victoria Harbour untuk melihat pemandangan indah lampu-lampu kota. Subhanallah sangat indah. Mungkin karena gedung pencakar langit di Hong Kong lebih banyak dari di Jakarta, jadinya lampu-lampunya lebih cantik. Apalagi kami melihatnya dari pinggir dermaga. 
Lampu-lampu kota
Berpose
Kami juga mampir ke Avenue of Star yang kebetulan berada di Victoria Harbour. Tempat ini seperti Hollywood Walk of Fame, tempat para artis dan seniman terkenal menaruh tangannya di semen basah, lalu nanti jadi stempel/cap di sepanjang Avenue. Kebanyakan disini adalah cap tangan artis-artis Hong Kong yang saya nggak kenal. Palingan yang kenal cuma Andy Lau atau Jackie Chan. 
Cap tangan
Action!
Roll Film
Avenue ini dibuka untuk masyarakat umum pada 28 April 2004, dimana acara pembukaan diadakan sehari sebelumnya, 27 April 2004. Acara pembukaan dipimpin oleh sejumlah pemerintah dan tokoh industri, termasuk Henry Tang (Sekretaris Keuangan), Stephen Ip (Sekretaris Pembangunan Ekonomi dan Ketenagakerjaan), Patrick Ho (Sekretaris Dalam Negeri), Selina Chow (Ketua Hong Kong Tourism Board), Manfred Wong (Direktur / Aktor), dan Cheng Yu Tung (Ketua New World Group). Avenue ini diserahkan kepada pemerintah SAR Hong Kong sebagai tempat umum. Dalam acara pembukaan, Avenue ini menginisiasi 73 nama tokoh terkenal yang dipilih oleh Hong Kong Film Awards Association dan para pembaca City Entertainment.
Tugu bintang-bintang
Lampu warna-warni
Kami nggak berjalan sampai ujungnya Avenue of Stars, jadi nggak berfoto di patung Bruce Lee. Padahal teman saya Willy udah memaksa untuk terus berjalan ke ujung, tapi apalah daya kaki udah sakit dan anginnya kenceeeeng banget. Dingiiiin banget deh disiniii!! Mana wangi asap gurita bakar membuat perut keroncongan. Jadinya hanya berfoto di sepanjang Avenue dan duduk di kursi untuk menunggu jam 8.
Berpose
Kedinginan
Ada kapal melintas
Sepanjang pagar
Menunggu Symphony of Lights
Pukul 8 malam tepat, mulailah Symphony of Lights. Semua orang mendekat ke dermaga dan bersiap dengan kamera masing-masing. Gedung-gedung pencakar langit di seberang dermaga mulai menembakkan laser ke arah kami. Berbalasan dengan gedung di daerah Victoria Harbour. Musik pun diputar tapi nggak terlalu keras suaranya. Tembakan lampu-lampu dan cahaya laser seolah bergoyang mengikuti suara musik.
Mulai menembak laser
Membalas laser
Teman saya pernah bilang, katanya nanti ada tembakan laser berbentuk Mickey Mouse yang berpindah dari satu gedung ke gedung lain. Tapi 15 menit kami menunggu, kok nggak ada apa-apa ya? Hanya tembakan-tembakan laser saja. Mungkin Mickey Mouse hanya ada di acara tertentu kali ya? Kami mulai bosan deh. Akhirnya, untuk mempersingkat waktu, kami berbalik arah pulang. 
Laser semakin banyak
Semula memang berniat mau belanja juga di Tsim Tsa Tsui, tapi ya itu tadi, kok kami nggak menemukan toko barang bermerk yang murah ya? Aneh banget. Sepanjang jalan sudah dilalui tapi nggak ada barang murah. Jadi nyeseeeeel banget nggak belanja di Macau. Duit yang udah disiapkan untuk belanja malah 'teronggok' begitu saja. Sempat belanja di Sasa untuk beli SK II dan kuteks, tapi tetep aja belanjanya nggak berasa. Akhirnya malah mampir ke KFC untuk makan. Itu pun sudah agak malam, mungkin sekitar jam 9 malam. Jadi KFCnya udah sepi pengunjung.
Pertokoan
Kami memutuskan untuk balik ke Mong Kok. Sebelum balik ke apartemen, kami mampir sebentar di sebuah warung untuk beli oleh-oleh. Saya beli permen Sugar dan manisan buah plum yang murah meriah, hanya sekitar 20an HKD. Teman saya ada juga yang membeli kue kering oleh-oleh khas Macau yang harganya lumayan mahal. Sesuai selera saja.

Karena belum terlalu malam dan berpikir besok akan pulang, akhirnya saya dan teman-teman mampir ke Ladies Market lagi untuk memuaskan hasrat belanja. Teman saya Nida yang jago banget menawar barang. Memang sih kalau belanja disini, harus berani menawar sampai sepertiga harga. Nida bahkan sampai dikejar sama penjualnya yang setuju dengan harga yang diminta. Banyak teman saya bilang, kalau para penjual di Ladies Market ini galak-galak. Alhamdulillah saya sama sekali nggak ketemu sama penjual galak. Palingan ada yang rese' sewaktu menyuruh saya minggir karena dia mau lewat sambil membawa barang dagangan yang baru di bereskan karena toko mau tutup. 

Di Ladies Market, saya dapat dompet dua buah. Awalnya saya membeli kaos 4 helai dengan harga 100 HKD. Ternyata kalau berjalan semakin kedalam, kalian bisa mendapat kaos 6 helai dengan harga 100 HKD. Beberapa teman juga beli Passport Case, tas, dan berbagai pernak-pernik lainnya. Berhubung besok pulang ke Indonesia, jadi mau nggak mau harus belanja sepuasnya dulu.

Selesai belanja, saya dan teman-teman kembali ke apartemen. Mulai deh bingung mengatur isi koper. Memang sih udah persiapan bawa koper besar, jadi bisa ngasal aja masukin barang ke koper. Agak kecewa juga karena nggak puas belanja seperti sewaktu saya di Jepang dan Korea.

Baiklah, besok kami akan pulang ke Jakarta. Mari kita tidur~~~

1 comments:

STOBERI RAME RASANYA mengatakan...

aku ke avenue stars pas pagi2 . jadi lebih keliatan hasil fotonya. tapi malam oke juga ya fotonya

Categories

adventure (256) Living (234) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan