Desember 19, 2014

Crystal Cove Island

Setelah kenyang makan siang dan puas bermain sebentar di White Sand Beach, kami kembali ke hotel dan bersiap melanjutkan Island Hopping. Sebelumnya, kami menghampiri Jake untuk minta diantar ke dermaga. Kami lalu mengikuti Jake berjalan menuju Station 3, dermaga untuk kita Island Hopping. Di tengah jalan, saya ingin beli sendal jepit karena ternyata sendal anyaman kayu yang saya pakai membuat kaki saya lecet-lecet. Saya bertanya pada seorang penjual sendal, berapa harganya. Dia menjawab 200 PHP. Teman saya bilang, "Halmahera." (Biasanya kata 'halmahera' dipakai oleh bencong untuk mengganti kata 'mahal'). Penjual langsung aja nggak peduli lagi sama kita. Kami melanjutkan berjalan ke dermaga dan Jake bilang, "Mahal." Lho, bahasa tagalognya mahal sama aja ya? Jake bilang, "You've said malahera, right? It means mahal." Wah, pantesan si mbak penjual langsung nggak peduli lagi sama kita. Jangan-jangan bencong di Indonesia pakai bahasa tagalog ya untuk bahasa sehari-hari. Hahaha.
Dermaga
Banyak kapal
Pelancong yang baru selesai Island Hopping
Setelah berjalan kira-kira 10 menit, sampailah kami ke dermaga. Memang isi dermaga kayaknya Fish Boat (perahu yang ada lengannya) semua. Banyak banget turis disana yang baru pulang Island Hopping atau baru naik perahu. Saya kira membayar Jake 2200 PHP itu sudah termasuk harga perahu untuk Island Hopping. Ternyata nggak. Kita harus bayar lagi 2300 PHP (1800 PHP untuk sewa kapal dan 500 PHP untuk guide) di dermaga. Jadi merasa mahal juga bayar si Jake. Memang sih harga 2300 PHP itu bisa untuk 4-5 orang. Cuma ya tetap aja kalau di total bayar Jake 2200 PHP + 100 PHP tip sewa mobil + 2300 PHP perahu, totalnya 4600 PHP (Rp. 1,311,000 dibagi 4 jadi Rp. 327,750 perorang). Hmm, kalau dibandingkan One Day Tour saya di Pulau Jeju dulu, total perorang Rp. 610,000. Masih lebih murah di Boracay sih.
Menunggu perahu
Naik perahu + Jake
Dermaga ke Kalibo
Beberapa menit setelah membayar paket tur ke Crystal Cove Island, perahu untuk kami pun datang. Sebelum perahu jalan, kami berfoto bersama Jake dulu karena selesai tugas dia sebagai Tour Guide kami hari ini. Ketika Island Hopping, kami akan di Guide oleh orang yang berbeda. Seorang nelayan yang jago banget berbahasa Inggris. Heran deh! Coba kalau nelayan kita bisa sejago ini.
Pesisir Pantai
Karang
Perahu terus berjalan
Ada yang sedang bermain Jetski
Selama di atas perahu, kami wajib menggunakan Life Vest (pelampung). Perjalanan ke Crystal Cove Island memakan waktu 15-20 menit. Sepanjang jalan bisa melihat orang-orang sedang snorkling, main Jet Ski, Parasailing, banyak deh. Saya juga sempat mengambil foto tempat-tempat yang saya lalui selama berlayar. Tak terasa, akhirnya kami sampai juga ke Crystal Cove Island setelah terombang-ambing dan mengantuk terkena angin laut. Untung nggak mabuk laut.
Diterpa angin
Pulau mulai kelihatan
Crystal Cove Island adalah salah satu tujuan utama Island Hopping dari Boracay. Pulau Crystal Cove ini juga disebut Island Resort (satu pulau khusus dijadikan resort) yang menampilkan pantai berpasir putih, pemandangan yang indah dan damai untuk pelarian dari hiruk pikuk di Pulau Boracay, karena lumayan sepi disini. Masuk ke pulau ini kalian harus membayar Environmental Fee 200 PHP perorang. Di pulau ini ada jalan setapak yang akan membawa kita ke setiap tempat yang berbeda. Kita bisa mengunjungi daerah untuk nongkrong dan makan karena ada meja dan kursi, sebuah museum kerang lokal dan karya seni, kandang burung dengan beberapa burung lokal, dan tentu saja Teluk laut yang paling populer di pulau ini.
Berfoto di pintu masuk
Daerah pesisir
Pulau Crystal Cove sebelumnya dikenal sebagai Tiguatian Island dengan luas kira-kira dua hektar. Objek wisata utama terdiri dari beberapa pondok dan bangunan yang dibuat dengan menggunakan batu dan bahan-bahan dari daerah sekitar pulau. Kita bisa melihat banyak meja-meja dan tempat duduk untuk nongkrong sore-sore (karena pas kesini udah sore).
Mengejar burung
Setiap ada tulisan wajib berfoto
Jalan setapak
Tempat duduk berbentuk tangan
Pemandangannya indah
Di pinggir tebing
Ketika awal memasuki daerah Resort, Guide bilang kalau pulau ini terkenal dengan dua Cove (teluk kecil) yang menurut saya agak curam dan seram. Guide menunjukkan sebuah maket pulau (untuk melihat keseluruhan pulau dalam bentuk kecil) kalau kita akan masuk ke Cove 1 dan Cove 2. Saya hanya iya iya saja pas dijelaskan. Teluk laut pertama berada di dekat tempat kami duduk. Untuk melihat percikan ombak terhadap dinding teluk, kita harus turun ke bawah tangga spiral dan sempit, bahkan saya hampir tersantuk. Hati-hati melangkah disini karena batu-batu semuanya licin. Di dalam teluk ini, kita bisa melihat formasi bebatuan dan air jernih plus ombak yang seram dari Laut Sibuyan. Saya hanya mengambil beberapa foto disini, lalu langsung naik lagi ke atas sebelum seluruh rok jadi basah.
Didalam Cove 1
Diterpa Ombak
Pose lagi
Pose di spot foto lainnya
Jembatan pinggiran tebing
Menuruni jembatan
Pemandangan indah
Jarak Cove 1 dan Cove 2 agak jauh. Untuk mengakses teluk kedua ini sedikit rumit, karena kita harus berjalan menuruni tangga dan berpegangan pada bambu. Disini ombaknya gede dan airnya tinggi. Bahkan saya kebasahan sampai ke pinggang karena diterpa ombak. Mas Guide mengangkat kamera dan tas kami diatas kepalanya. Udah hampir basah seluruh tubuh nih.
Ayo turun ke bawah
Tangganya curam
Melewati terjangan ombak
Pose dulu dengan baju basah
Saya kira setelah basah-basahan, udah sampai ke teluknya. Ternyata belum. Bersiaplah untuk menunduk, karena untuk mengakses teluk yang sebenarnya, kita harus berjalan melalui terowongan kecil di dalam gua yang akan menghubungkan ke Cove 2. Cove 2 adalah sebuah teluk yang sedikit lebih besar daripada yang pertama. Ombak disini juga menghantam lebih keras ke dinding teluk. Kita hanya berfoto sebentar, lalu balik lagi merunduk dan berjalan ke jembatan. Udah seperti orang sedang berpetualang. Balik ke jembatan, dihantam ombak lagi, baju basah lagi, dan kami kelelahan.
Mari menyusuri Goa
Cove 2
Ombaknya seram
Kami lalu beristirahat di pondokan. Saya melihat ada penjual buah kelapa dan terlihat sangat enak saat itu. Jadinya kami pesan 1 untuk berempat. Hahaha. Cuma untuk menghilangkan haus doang. Sekalian duduk dan mengobrol sama Guide tentang Boracay. Yang saya tanya adalah kenapa mereka memberi nama pada angin topan aneh-aneh? Kemarin itu nama angin topannya adalah Yolanda. Trus beberapa minggu yang lalu adalah Niniku. Guide bilang, nama angin topan di Filipina itu diurutkan sesuai abjad A ke Z. Nah, kalau Yolanda, berarti udah 26 kali angin topan terjadi di Filipina. Duh, mengerikan banget ya. Mereka jadi kenyang sama angin.
Minum kelapa bertiga
Sewaktu air kelapa habis, saya minta tolong kelapanya untuk dibuka. Ternyata memang bahasa Tagalog 'buka' itu ya 'bukak' pake 'k'. Hihihi. Penjual langsung membentuk kulit kelapa menjadi sendok dengan pinggiran agak tajam. Saya kagum liat penjualnya mengorek daging kelapa dengan gampang. Seolah-olah kulit kelapa itu tajam seperti pisau. Jadi saya belajar deh cara mengorek yang benar walaupun nggak berhasil. Hahaha. Akhirnya saya minta tolong mbak penjual untuk mengorek daging kelapa saya. Sekaligus minta di foto juga lagi bukak kelapa. 
Bukak kelapa
Setelah puas makan dan minum air kelapa, kami pun berjalan menyusuri lorong-lorong kayu sampai ke depan pintu gerbang pulau. Kami mencari perahu kami naiki tadi yang nggak diparkir di pantai. Ternyata memang nggak boleh melabuhkan perahu di pulau ini. Saat itu matahari super terik. Sampai-sampai semua hasil foto saya jadi siluet. Tapi tetap indah, Subhanallah.
Menyusuri jalan balik ke pintu utama
Depan pintu masuk
Siluet karena terlalu terik
Beberapa saat kemudian perahu pun datang. Kami naik perahu dan bersiap ke pulau selanjutnya. Stay Tuned!

3 comments:

Seo Ninja mengatakan...

Terimakasih atas informasinya :) semoga sukses slalu .. Ditunggu informasi menarik selanjutnya :) senang berkunjung ke website anda, terimakasih....

Miss Plum - Ninneta mengatakan...

Wahhhh... Boraccayyyy... dekat dengan kampung ibu ku.. Bagus banget yah pantainyaaaa.... Bisa dimasukkin ke daftar liburan nih....

-Ninneta-
http://moody-ninneta.blogspot.com/2014/12/almost-there.html

Rita Asmaraningsih mengatakan...

Gambar pantainya cantik...kirain itu sunset...ternyata panas yang terik...

Categories

adventure (256) Living (235) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (47) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan