September 28, 2014

Umbul Sidomukti - Camping Ground

Akhirnya sampai juga di Umbul Sidomukti, nama tempat kita untuk kemping. Duh, rasanya udah nggak tahan lagi pengen mandi. Badan udah keringetan dan perut lapar. Saya melihat banyak warung-warung di parkiran. Saya kira seperti Open Trip biasa yang saya ikuti dimana penyelenggara trip kerjasama dengan orang setempat untuk menyediakan makanan. Dulu sewaktu di Dieng dan Sukabumi, makan malam kita dimasakin sama orang kampung, sekalian memberdayakan mereka juga. Ternyata trip kali ini mau masak sendiri. 

Dari parkiran, kita berjalan kaki turun ke tempat perkemahan. Untung jalannya turunan, jadinya agak meringankan kita yang bawa ransel. Sempat berpikir, gimana ntar kalau pulang ya? Berarti harus mendaki lagi. Ah, mikirinnya nanti aja deh. Sekitar 5 menit kemudian, kami sampai di tenda. Langsung memilih tenda untuk menaruh barang, ambil baju, dan langsung buru-buru mandi. Udah sangat nggak tahan lagi. Karena perkemahan ini di pegunungan, air untuk mandi dingiiiiinn banget, udah kayak air es. OMG! Berhubung udah nggak mikir lagi, langsung aja ngeguyur badan sampe puas.

Selesai mandi, saya bertanya kepada bapak penjaga perkemahan dimana Musholla. Katanya ada sih di dekat kamar mandi, tapi kalau malam nggak ada lampu. Bapak itu lalu mengambilkan tikar dan sajadah untuk memudahkan kami shalat di dekat tenda. Ah, beliau baik sekali. Langsung deh shalat di dekat tenda. Ntah kenapa, ketika beres mandi, baru terasa dingin di gunung. Saya mengambil sweater super tebal yang saya pake sewaktu Spring di Jepang, jadi langsung hangat. Malah nggak terasa dingin sama sekali.

Saya dan beberapa teman membantu admin tour masak-masak untuk makan malam. Menunya sederhana saja, tuna kalengan, kentang, dan nasi. Selagi memotong kentang rebus, saya makan beberapa untuk ganjel perut. Udah lapar nggak ketulungan. Beberapa teman yang lain masih menurunkan kardus aqua dan barang-barang logistik. Sambil ngobrol-ngobrol, akhirnya makanan selesai dimasak. Langsung di serbu deh. Semuanya udah lapar banget pastinya. Untung makanannya banyak, jadi bener-bener bisa makan sekenyang mungkin.
Bahan masakan
Setelah semuanya kenyang, kami melanjutkan acara api unggun. Sayangnya, nggak semua peserta tour ikut. Ada yang udah malas keluar tenda dan bobo. Mungkin karena dingin juga kali yah. Kalau saya sih seneng banget acara api unggun, biar hangat. Ada lokasi khusus untuk bakar api unggun. Kami menyusun kayu bakar, lalu disulut api. Akhirnya hangat juga rasanya. Dulu sewaktu di Pulau Tidung, bakar api unggun sekalian BBQ. Tapi ini 'kan baru beres makan juga, masih kenyang.
Menyiapkan api unggun
Akhirnya jadi cerita-cerita pengalaman traveling masing-masing peserta. Untuk pengalaman terbaik dan inspiratif, bisa dapat doorprize. Kebanyakan dari mereka adalah newbie dan perjalanan kali ini adalah yang pertama kali. Kalau saya udah dari kuliah dulu suka backpackeran dengan biaya super minim, hehehe. Sebenarnya kalau dibilang inspiratif, semua kisah perjalanan menurut saya pasti inspiratif. Mulai dari survival, bertemu orang banyak, dan lain-lain. Tergantung masing-masing orang bagaimana menyikapinya.
Menceritakan pengalaman masing-masing
Setelah beres cerita-cerita dan karena udah ngantuk juga, akhirnya semuanya balik ke tenda. Beberapa teman masih ada yang lanjut main uno. Saya sih langsung buka sleeping bag dan tidur. Yang uniknya lagi, karena permukaan tanah yang nggak rata, saya jadi merasa tidur kepala kebawah dan kaki ke atas. Mana sleeping bag membuat kita terasa seperti di bedong. Ngakak dulu sebelum tidur untuk cari posisi yang pas. Ah, tapi karena udah kecapekan, peduli amat lah mau tidur secara tilting pun oke. Udah capek banget.

Pas adzan Shubuh yang berkumandang memecah keheningan di gunung, saya bangun. Teman di sebelah saya, Puput, malah menggigil kedinginan. Padahal dia udah pakai sarung tangan dan kaos kaki. Berbeda dengan saya cuma pakai sweater doang. Saya suruh Puput bangun, karena saya takut dia hipotermia. Eh, dia malah nggak bisa buka mata. Serem banget. Akhirnya saya tarik resleting sleeping bag sampai ke leher Puput, trus mukanya saya tutup pakai handuk. Saya membangunkan teman saya satu lagi, Nida, untuk shalat Shubuh. Awalnya Nida juga kedinginan banget, tapi dia berusaha bangun dan shalat. Kalian tau, ambil air wudhu di pegunungan itu cobaan berat. Dingggginnnn banget! Mana tikar dan sajadah agak basah kena embun. Mukenah saya jadi ikutan basah.
Sunrise dari kolam renang mata air
Selesai shalat shubuh, saya bisa melihat sunrise. Subhanallah indahnya langit kemerahan saat itu. Mana banyak bintang di langit yang mengeliling bulan sabit. Saya jadi menikmati suasana pagi itu, sebelum akhirnya bobo lagi. Sayangnya saya nggak mengambil foto karena ribet nyari kamera di tenda. Setelah mulai agak terang, saya bobo lagi. Puput juga kayaknya udah lebih baik dari sebelumnya. Saya sarankan untuk teman-teman yang mau kemping ke gunung, bawalah baju super tebal kalau memang kalian nggak kuat sama dingin.
Tenda pink
Gantian yang masak
Jam 7 pagi, saya bangun. Ternyata udah terang banget dan terik. Saya keluar tenda dan melihat beberapa teman udah mulai masak. Gantian deh, semalem yang nggak masak, silahkan masak untuk sarapan. Saya mengajak Puput dan Nida untuk menelusuri jalan setapak sampai ke kolam renang di atas. Sekalian menghangatkan badan. Pemandangannya indah banget dan udaranya super segar. Beda banget sama Jakarta. Hahahaha.
Pemandangan Gunung Ungaran
Kolam mata air pegunungan
Pemandangan gunung
Bertiga bareng Nida dan Puput
Well, kayaknya postingan saya udah kepanjangan. Nanti saya lanjut lagi ya :)

NB: Tidak semua foto diambil dari kamera saya.

3 comments:

dunia kecil indi mengatakan...

Seru sekali, ya :)

Mila Said mengatakan...

lucu acara kempingnya, kayak jambore hehehe

Arnold S mengatakan...

Rental tenda kemping di tendaku www.tendaku.net. 022 2035640.

Categories

adventure (255) Living (232) Restaurant (145) Cafe (136) Hang Out (129) Jawa Barat (99) Bandung (91) Story (79) Movie (72) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan