Juli 10, 2014

Pilpes Nggak Golput

Kemarin, akhirnya saya bisa juga nyoblos di Pilpres. Teringat sewaktu Pemilu Legislatif saya jadi golput karena memang nggak tau mau milih siapa. Pilihannya kebanyakan, partainya juga kebanyakan, jadi aja bingung. Nah, untuk Pilpres kali ini beda dong. Pilihannya cuma dua dan saya ingin memilih salah satu. Benar-benar berusaha memperjuangkan nggak golput dan berusaha juga agar teman-teman saya nggak golput.

Sebenarnya saya udah mendaftar jadi pemilih sejak sebulan yang lalu karena Si Mbak (pengurus kosan) udah berkoar-koar teriak siapa aja yang mau ikut Pemilu Presiden. Untungnya saat itu saya sedang masak dan mendengar suara Si Mbak, akhirnya saya menyerahkan fotokopi KTP untuk mendaftar. Nah, sayangnya beberapa anak kosan yang lain nggak mendengar teriakan Si Mbak. Jadi deh banyak yang nggak terdaftar. Lebih tepatnya, dari dua puluhan anak kos, cuma mungkin lima yang terdaftar. 

Eits tunggu dulu. Walaupun yang terdaftar cuma 5, tapi rata-rata semua terdaftar di daerah. Ada teman yang bela-belain pulang ke Bandung untuk nyoblos. Ada yang mengitari Jakarta untuk mencari TPS dimana nama dia terdaftar dan alhamdulillah tetap bisa nyoblos. Nah, yang paling sulit sebenarnya yang KTP daerah. Berbekal pengetahuan bisa nyoblos dengan bawa fotokopi KTP, jadinya beberapa teman saya ikut saya ke TPS untuk mencoba agar bisa nyoblos. Dimulai dari TPS dekat kosan yang ramenya minta ampun, tapi buat yang nggak punya formulir A5, nggak boleh nyoblos. Pokoknya hampir semua TPS nggak ngasih solusi dan bilang nggak bisa nyoblos. Kasian banget ngeliat teman-teman yang nggak bisa nyoblos dan mereka udah usaha keliling TPS supaya mungkin dapat jalan keluar.

Saya aja yang terdaftar sebagai pemilih juga agak pusing dimana TPS saya. Saya jalan ke kantor polisi Setiabudi dan bertanya dimana TPS 17. Pak polisi baik hati menunjukkan sebuah TPS di dekat warung dan ternyata TPS 16. Saya tanya ke petugas dimana TPS 17, ternyata jauh banget jalan kaki dari TPS 16. Mana panas-panasan dan puasa tapi nggak berkurang semangat untuk nyoblos. Saya juga melihat banyak orang di kelurahan Karet. Ntah ngapain deh mereka.

Sesampai di TPS 17, saya menyerahkan formulir, dan nggak sampai lima menit kemudian saya dipanggil untuk nyoblos. Alhamdulillah bisa ikut berpartisipasi dalam Pilpres kali ini. Saya senang banget. Tapi kebahagiaan saya belum lengkap tanpa tinta biru di jari teman saya. Akhirnya saya tanya ke petugas, apa bisa nyoblos pakai KTP daerah. Petugas menjawab agak ragu-ragu, jadi saya mengasumsikan kalau 'bisa'. Bertiga dengan teman saya, kita duduk di bawah pohon untuk menunggu solusi bisa nyoblos. Sampai akhirnya jam 12 siang sebelum shalat Zuhur, panitia bilang yang tidak terdaftar bisa nyoblos setelah semua orang yang terdaftar nyoblos. Saya kira mulai menemukan titik terang dan saya menyuruh teman-teman saya bersabar sedikit lagi.

Setelah shalat Zuhur, petugas menyuruh yang tidak terdaftar untuk mendaftar terlebih dahulu. Ternyata tetap butuh formulir A5 dan teman-teman saya nggak punya formulir itu. Alhamdulillah ada mbak-mbak baik hati membagikan formulir yang lebih miliknya. Dia fotokopi 3 lembar katanya dan teman saya kebagian. Beberapa orang lain disuruh fotokopi dulu sama petugas untuk yang mau nyoblos. Tidak lupa harus menyertakan fotokopi KTP juga untuk arsip mereka. Ada beberapa warga yang bilang kalau antrian di kelurahan tadi adalah antrian minta stempel untuk formulir A5. 

Saya lalu whatsapp beberapa anak kos untuk datang supaya bisa menggunakan hak pilihnya. Sayangnya waktu sebenarnya udah mepet. TPS tutup jam 1 siang dan beberapa pemilih reguler masih saja datang telat. Yang bikin sebel karena pemilih reguler dan terdaftar pasti akan didahulukan karena mereka lebih di prioritaskan. Sedangkan kami yang sudah menunggu berjam-jam tetap harus menunggu giliran. Heran juga sama pemilih reguler, dikasih waktu dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang, eh baru datang jam 1 siang. Ngapain aja sih mereka? Sangat menyebalkan.

Akhirnya petugas TPS juga udah bete kali ya karena terus aja datang pemilih reguler. TPS pun ditutup. Alhamdulillah. Akhirnya dipanggillah nama pemilih yang tidak terdaftar satu-persatu untuk memberikan suaranya. Huft, nggak sia-sia menunggu berjam-jam demi bisa nyoblos. Saya melihat dua teman saya yang berhasil nyoblos dari luar TPS merasa senang banget. Ah, senang banget banget deh! Alhamdulillah. Perasaan yang agak lebay sih, cuma ntah kenapa emang kemarin tuh senang banget melihat mereka bisa nyoblos.

Saya juga baru tau ternyata formulir A5 bisa di download. Ah, seandainya anak-anak kosan pada tau, pasti mereka bisa nyoblos juga. Semoga ke depannya lebih baik sosialisasinya. Rakyat Indonesia memang sangat antusias dengan Pilpres kali ini. Setelah beres nyoblos, saatnya nyari diskon ke Plaza Semanggi. Saya dan teman-teman naik taksi dari TPS dan jalan terlihat sangat sangat lengang. Padahal udah jam 1:30 siang tapi belum terlihat banyak mobil di jalan. 

Sesampai di Semanggi, saya belanja di Centro. Beberapa produk mendapatkan diskon kalau menunjukkan jari bertinta seperti Pierre Cardin. Saya juga mendapatkan gratis es teh manis di Starbucks, dapat minyak goreng juga di Giant. Ada cerita lucu nih demi mendapatkan minyak goreng. Belanjaan saya Rp. 144,000 dan untuk dapat minyak goreng harus belanja Rp. 150,000. Karena bingung mau beli apa lagi untuk menggenapi sisa Rp. 6000, akhirnya secara acak, teman saya mengambil es krim, hihihi. Udah seperti sedang mengikuti reality show dimana harus belanja senilai Rp. 150,000.

Sebenarnya masih banyak diskon lainnya. Cuma udah kecapekan jalan-jalan keliling Semanggi dan makan banyak. Akhirnya saya pulang jam 20:30. Pokoknya kemarin adalah hari yang sangat antusias. Semoga presiden terpilih adalah yang terbaik. Aminnn!!!

5 comments:

Devi mengatakan...

wahh perjuangan banget yah mut, tapi alhamdulillah akhirnya sakses nyoblos. berburu diskonan pake tinta biru ya muutt :D

Cara Agar Fanpage Facebook Banyak Yang Like mengatakan...

milih siapa nih di pilpres? hehe

Agen Wisata Bali mengatakan...

keren artikelnya :)

Bromo Tour mengatakan...

semoga aja juga banyak yang gak golput hehe

Johny mengatakan...

Salam 2 jari


Agen Bola

Categories

adventure (255) Living (232) Restaurant (145) Cafe (136) Hang Out (129) Jawa Barat (99) Bandung (91) Story (79) Movie (72) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan