Mei 05, 2014

Busan Part 1 : Haeundae Beach

Paling nggak enak kalau jalan-jalan itu adalah bangun pagi. Memang sih patokannya jadwal shalat Shubuh, trus nggak tidur lagi dan mandi. Mana saya pilih penerbangan paling pagi lagi. Kali ini saya harus terbang ke Busan dengan pesawat jam 9 pagi, sedangkan teman saya jam 8:25. Kok penerbangannya beda? Karena ketika saya beli Airbusan 6 bulan yang lalu, saya mendapatkan harga murah untuk jam 9 pagi, sedangkan teman saya Welly baru aja beli 3 bulan yang lalu dan harga murah hanya untuk jam 8:25 pagi.
Tiket ke Busan
Dari hotel ke bandara Jeju International Airport jam 7 pagi, soalnya kata resepsionis jarak dari hotel ke bandara hanya 5 menit dengan tarif 4000 Won. Karena koper kami yang terlalu banyak (bahkan udah menambah 1 koper lagi nih), jadi 1 taksi hanya bisa dinaiki 2 orang. Ya udahlah nggak apa-apa, murah banget juga tarifnya. Sesampai di bandara, kami langsung cek in bagasi, lalu beli sarapan. Saya suka banget beli cemilan di mini marketnya, walaupun menurut saya rasanya nggak enak.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya boarding pesawat. Saya berharap pesawatnya nggak aneh-aneh lagi seperti ketika saya terbang menuju Jeju. Ternyata ketika mau dekat ke Busan, pesawat udah turun, lalu naik lagi, lalu turun lagi. Haduwh, saya harus berdoa lagi. Kenapa ya pesawat naik turun melulu? Apa cuaca begitu buruk? Atau pesawatnya nih? Alhamdulillah tiba juga di bandara Internasional Gimhae dengan selamat.

Ketika di lobby bandara, teman saya bertanya informasi menuju hotel menggunakan taksi. Karena koper yang begitu banyak, nggak mungkin naik small taxi. Kami diharuskan menaiki big taxi. Oh ya, sewaktu di Seoul sempat mengisi T-Money sebanyak 50,000 Won dan ternyata kelebihan 30,000an Won. Kan lumayan banget untuk di refund. Sayangnya, refund uang T-Money hanya bisa dilakuksan di Seoul. Kalian harus mencatat hal ini, jadi ntar kalau isi T-Money nggak usah terlalu banyak. Sempat sedih juga kehilangan uang sebanyak itu. Tapi ternyata T-Money bisa digunakan untuk belanja. Untung aja..

Kami menyewa big taxi menuju hotel. Baru nyadar kalau Busan jauh lebih dingin dari Jeju karena ketika kami mendorong troli dari bandara ke taksi aja, dari mulut ngeluarin asap tebal seperti orang merokok. Padahal udah siang, tapi kenapa sedingin ini? Dari dalam taksi saya melihat kalau kota Busan itu sudah sangat metropolitan. Yang menarik adalah kotanya itu dibangun di kaki gunung. Jadi ada gunung gede banget bersebelahan dengan gedung pencakar langit. Kayaknya kota Busan lebih keren dari Seoul deh, hihihi. Kami juga melalui jalan tol dua tingkat (yang bawah menuju kota, yang atas menuju bandara) yang dibangun di atas permukaan laut.  Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam ke hotel dengan tarif 42,000 Won.

Nama hotel kami adalah Busan Mobydick Hotel. Nama hotelnya nggak banget deh, tapi murah. Sopir taksi mencari alamat hotel dengan cara memasukkan nomor telepon ke mesin GPS yang berada di atas dasboard mobil, lalu langsung muncul peta menuju hotel. Canggih bener 'kan?!" Sewaktu kalian membooking penginapan, kalian bisa memilih kasur tatami atau spring bed juga disini. Saya sih tetap menggunakan tatami biar terasa di luar negri, hihihi. Oh ya, resepsionisnya bisa berbahasa inggris. Kami menitipkan koper dulu karena belum waktunya cek in, baru jalan-jalan keluar hotel.
Pantai dengan gedung pencakar langit di pinggirnya
Destinasi wisata paling menarik di Busan adalah Haeundae Beach. Kalian tau, pantai ini pernah masuk Guiness Book of Records sebagai pantai dengan payung terbanyak di dunia. Sayangnya ketika saya kesini sedang musim dingin. Jangankan mau berenang, angin pantai aja membuat saya membeku. Pantainya bersihhhh banget dan dipinggir pantai ada gedung-gedung pencakar langit. Benar-benar terasa di luar negri karena di Bali aja nggak mungkin ada yang kayak gini.

Ada merpati
Menerbangkan merpati
Kasih makan lagi
Kalau di bandingkan dengan pantai-pantai di Indonesia, Haeundae beach ini masih kalah jauh. Pasirnya nggak putih, nggak ada pohon kelapa dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Selama main di pantai ini, saya dan teman-teman asyik memberi makan burung merpati dan burung camar. Burung camarnya keren, sewaktu kami melempar roti ke udara, dia langsung menangkapnya. Setelah burung-burung merpati berkumpul agak banyak, saya berlari kearah mereka supaya mereka terbang semua, iseng banget ya. Hihihi.
Turis ngasih makan tissue. Aneh -_-"
Saya melihat gerombolan turis lainnya ikut-ikutan memberi makan pada burung merpati. Tapi masa' mereka ngasih potongan tissue?! Ya mana maulah merpatinya dateng. Jadi kotor deh pantainya dengan potongan tissue. Saya juga sempat cuci tangan di pantai dan airnya dingggiiiiiiinnn.. Gile, Busan benar-benar dingin membeku.

Setelah puas bermain di pinggir pantai, saya jalan ke pasar tradisional. Disana banyak banget tempat makan belut dan babi. Haduwh, melihat belut meliuk-liuk seperti itu membuat saya geli, hiii!! Apalagi mau di makan. Semakin masuk ke pasar, semakin seram pemandangan yang saya lihat. Jadi saya memutuskan untuk keluar.
Belut, hiiiiii >_<
Saya sempat melihat ada dream catcher di pinggir pantai Haeundae. Ntah ditipu atau nggak, masa' harganya 40,000 Won??? Setau saya di instagram aja dijual seharga Rp. 25,000. Huft!

Baiklah, postingannya udah kepanjangan. Lanjut lagi nanti ya :)

5 comments:

Miss Plum - Ninneta mengatakan...

Aku ketawa nggak berhenti baca nama hotelnya... Apa nggak diomelin sama artis yang namanya itu yah.. heheheh... Tapi berhenti begitu baca harga dream catchernya... kenapa mahal banget... -_-"

Salam rindu
Akhirnya membuat postingan baru di blogku.
Main-main ya...
http://moody-ninneta.blogspot.com/2014/05/to-judge-or-not-to-judge.html

-Ninneta-

Catatan Kecilku mengatakan...

Acara jalan2nya masih belum habis aja nih... duh, bener2 bikin ngiri aja, jadi pengen bisa kesana juga.

Andrian S Putra mengatakan...

wuihhhh kak jalan-jalan ke korea? aku mau bacain postingan blog kaka satu satu ah hehehe.. udah lama gak blogwalking..
masih di korea atau udah pulang kak?

Meutia Halida Khairani mengatakan...

@Andrian S Putra
udah pulang sejak maret kok...

Elsa mengatakan...

wow wow wow...
kalo disini namanya pantai pasti panas banget ya
kalo disana, pantainya menggigil kedinginan....

Categories

adventure (256) Living (234) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan