Oktober 21, 2013

Day 2 Bangkok : Grand Palace

Ketika kalian ke Bangkok, belum sah rasanya kalau nggak mengunjungi tempat yang satu ini, Grand Palace. Tempat ini adalah sebuah kompleks ekstra besar yang terdapat di jantung kota Bangkok. Sejak tahun 1782 - 1925, tempat ini adalah istana raja. Nggak heran sih karena selain lokasinya luas sekaliii, arsitektur bangunannya membuat kita berdecak kagum, dan hampir seluruh kompleks berwarna emas.

Sebelum masuk ke dalam Grand Palace, dari Wat Pho yang baru aja kita kunjungi, sebenarnya bisa aja jalan kaki. Tapi, jalannya memutar karena nggak ada pintu masuk dari belakang. Karena udah siang dan juga memikirkan waktu yang harus kami habiskan untuk jalan kaki panas-panasan, kami naik Tuk-Tuk, hihihi. Sempat tawar-menawar sama sopirnya, ada yang nawarin 100 THB, mahal bener. Akhirnya setelah men-survey beberapa Tuk-Tuk, dapatlah kami harga 50 THB untuk ber-4. Sopir Tuk-Tuknya pake' acara balapan lagi, hahaha.
sopir tuk-tuk
eksis dulu
Tembok sekitar Grand Palace
Oh ya, buat kalian yang merasa kehabisan uang THB (saya selalu merasakan hal ini di Bangkok), kalian nggak usah khawatir karena sepanjang jalan sebelum pintu masuk Grand Palace itu banyak bank dan ATM. Tenang aja, semua pegawai bank bisa bahasa Inggris jadi kalian bisa bernapas lega.
Nggak usah takut weekend tutup
Kami memasuki Grand Palace. Saya melenggang dengan santai di jalan masuk tapi saya baru nyadar kalau 2 orang teman saya nggak boleh masuk. Oh, ternyata karena mereka menggunakan celana pendek. Nah, buat kalian yang mau main kesini, jangan pakai celana pendek ya. Di sebelah penjaga ada gedung dengan tulisan BORROW. Banyak yang mengantri disitu, tapi banyak yang keluar lagi tanpa celana panjang atau rok. Kenapa? Ternyata walaupun tulisannya BORROW, kalian harus membayar 200 THB. Itu sih namanya RENT, bukan BORROW. Akhirnya teman saya keluar dari Grand Palace dan membeli celana Thailand dengan harga 100 THB. Udah harganya murah, jadi hak milik lagi. Selagi saya menunggu teman-teman saya membeli celana panjang, saya duduk di pinggir jalan dan lagi lagi orang Indonesia di sebelah saya, hahaha.
Jalan menuju pintu masuk
Nongkrong dengan pemandangan menakjubkan
Setelah urusan pakaian selesai, kami berjalan menuju pintu masuk. Harga tiket masuk ke Grand Palace ini sekarang 500 THB. Duh, mahal bener yah?! Untung uang deposit hotel tadi ada 1000 THB, cukup untuk berdua. Harga 500 THB itu hanya untuk turis, kalau penduduk lokal beda lagi harganya dan saya lupa berapa. Di pintu masuk ada patung yang hampir semua orang kesana berhenti untuk memujanya. Saya kurang tau ini patung apa dan penjelasannya juga menggunakan tulisan Thailand.
Tulisan harga tiket terlihat direkayasa
Tiket masuk
Patung yang dipuja hampir setiap orang
Kalau kalian sanggup, silahkan masuk ke semua tempat dan mengambil foto. Karena singkatnya waktu kami disini, jadinya hanya bangunan yang penting-penting aja yang kami datangi. Pertama-tama langsung ke Upper Terrace, tempat dimana candi Phra Siratana Chedi yang berwarna emas. Saking ramenya orang yang berfoto disini, jadi mengambil foto seadanya aja. Susah juga nungguin kosong dulu, karena orang bolak-balik ke candi ini untuk berfoto. Kita nggak boleh masuk ke dalam candi ini.
Phra Siratana Chedi
Ada penampakan di sebelah saya
Selanjutnya berjalan ke Phra Mondop, tempat disimpannya banyak benda-benda suci (berdasarkan baca di buku petunjuk). Saya nggak masuk ke dalamnya karena emang nggak bisa masuk. Jadinya hanya berfoto aja di sekitar situ. Saya senang disini karena hampir semua bangunannya keren-keren bangetttt. Rasanya ingin berfoto di setiap spot.
Phra Mondop
Pose disamakan dengan patungnya
Gaya dulu
Yang paling menyilaukan adalah The Royal Monastery of Emerald Buddha, tempat patung budha yang terbuat dari batu zamrud berada. Batu zamrudnya ditemukan pada sebuah stupa di Chiang Rai tahun 1434. Dulunya patung ini di plaster dan terlihat seperti gambar buddha biasa. Lalu baru setelah plaster di bagian hidung terlepas, terlihatlah patung berwarna zamrud. Kalian tau, masuk dalam candi Emerald Buddha nggak boleh grasak-grusuk. Harus sopan, tenang, nggak boleh berfoto, dan kalian akan takjub melihat ornamen-ornamen emas yang sangat menyilaukan mata di sekitar patung. Subhanallah indahnya. Saya sangat menyayangkan karena nggak boleh berfoto, hiks.
Candi tempat Emerald Buddha
Selesai dari candi Emerald Buddha, kami berfoto-foto di gedung-gedung unik lainnya yang bahkan dibangun oleh King Rama V dengan bergaya Eropa. Nama komplek gedung bernuansa Eropa itu adalah Phra Thinang Chakri Maha Prasat. Disana bahkan ada pasukan yang siap berjaga dan nggak bakalan berekspresi sedikit pun bahkan kalau kalian mau nge-gelitikin dia (berani emang?).
Godain penjaganya
Depan sebuah Mansion
Mansion dari samping
Karena pesawat kembali ke Kuala Lumpur jam 18:45 dan mempertimbangkan perjalanan ke bandara 1 jam, jam 2 siang kami langsung kembali ke hotel. Rada kapok terlalu terburu-buru seperti sewaktu berangkat ke Bangkok. Kali ini kami tidak menggunakan River Taxi lagi karena menunggu perahunya aja bisa 20 menit. Jadinya kami memutuskan untuk naik taksi aja ke stasiun BTS terdekat. Sialnya, sopir taksi kami tidak bisa berbahasa inggris sama sekali. Bahkan saya menunjukkan peta dengan tulisan cacing pun dia nggak tau. Ini kemungkinan cuma dua, dia buta aksara apa memang udah rabun karena udah tua juga sih sopirnya. Sopir taksi membawa handpone saya untuk bertanya pada beberapa orang. Tapi ntah kenapa hasilnya nihil. Saya udah menirukan aksen nama salah satu stasiun Rachadewi (baca : rajadewhi) tapi nggak berhasil juga. Akhirnya, seperti jurus ampuh di postingan kemarin, tanya sama anak sekolah dan suruh terjemahkan ke sopir taksi. Alhamdulillah, setelah perjuangan panjang nanya alamat, sampai juga kami ke BTS Rachadewi.

Sampai ke hotel pas jam 3 sore. Kita langsung mengambil barang-barang yang sudah dititipkan di hotel dan menyetop taksi apa pun asal dia tau Bandara Don Mueang. Kami naik taksi warna pink, nggak menghidupkan argo dan dia meminta ongkos 500 THB. Untung dia lumayan bisa berbicara dengan bahasa inggris. Oh ya, ada peringatan dengan simbol unik di taksi. Saya ngakak sendiri melihatnya. Biasanya ada peringatan, berarti pernah ada yang melakukannya kan? Hahaha.
Ini sebuah larangan, berarti ada yang pernah melakukannya
Nah, ini silahkan dilakukan. Itu lambang cewek maksudnya apa?
Setiba di Bandara Don Mueang, sebelum Check in Bagasi (karena memang masih tutup konternya), kami sholat di Bandara. Ada Muslim Praying Room disana jadi sangat memudahkan kita untuk shalat. Setelah kami check in bagasi, hal yang pertama kami lakukan adalah makaaan!! Sekalian mau menghabiskan sisa uang THB juga. Kami bertanya apa KFC atau McD disini ada? Ternyata konter makanan ada di bagian dalam setelah imigrasi.

Karena udah kekurangan uang THB, saya memutuskan untuk menggunakan kartu kredit untuk makan kali ini. Pengen makan enak dan banyak. Uang baht nya dipakai untuk beli Cheese Burger McD dan kartu kredit dipakai untuk makan di Peri-Peri Chicken. Saya memutuskan makan di Resto ini karena ada tulisan HALAL dengan tulisan Arab. Dan saya sama sekali tidak menyesal. Porsinya besar, ayamnya gemuk, dagingnya empuk, dan rasanya sangat mantap. Sambelnya Peri-Peri Chicken juga mantap benerrrr. Ntah karena kami laper berat, jadinya jadi terasa enak banget masakannya. Total untuk makan ber-4, ayam utuh, 4 nasi, dan 2 air mineral adalah 616 THB.
Ayam super gendut
Akhirnya naik pesawat dan terbang ke Kuala Lumpur. Sekalian foto-foto lampu indah dari atas pesawat. Kuala Lumpur, I'm coming :D
View dari pesawat

8 comments:

Senyum Syukur mengatakan...

Mantap..

Mila Said mengatakan...

Lo kalo nanya ke org bangkok dimana grand palace mereka gak akan ngerti deh, taunya wat pra khew

catatan kecilku mengatakan...

Waaaa.. pengen... pengen... dan pengeeeennnnn..........

Vivi Mulya Ningsih mengatakan...

wah seru nih
pengen juga jalan2 ke LN :3

semua pengalaman ke LN pasti selalu bikin ngiri :')

Rifka Nida Novalia mengatakan...

gue tertarik sama yg ini "Ini sebuah larangan, berarti ada yang pernah melakukannya" hahahaa... notice aja deh kamyu, Mut.

Meutia Halida Khairani mengatakan...

^mbak rifka : hahaha, soalnya saya duduk dekat jendela sih. jadi ngakak aja liatnya

Adittya Regas mengatakan...

pengen beudt deh kesana juga, kapan ya tapi :|

obat radang tenggorokan untuk anak mengatakan...

seru banget nih jalan-jalannya

Categories

adventure (256) Living (232) Restaurant (146) Cafe (137) Hang Out (130) Jawa Barat (99) Bandung (91) Story (79) Movie (72) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan