Agustus 03, 2013

Mudik via Kualanamu Airport

Akhirnya saya mudik juga tanggal 1 Agustus 2013 kemarin. Ahh, menjauh dari Jakarta yang panas, macet, dan penuh polusi udara itu sangat menyenangkan. Oh ya, kali ini saya akan menceritakan perjalanan mudik saya mulai dari Jakarta, sampai ke Lhokseumawe.

Awalnya dari kosan saya berangkat jam 2 malam ke bandara Soekarno Hatta. Kenapa pagi banget kesana? Karena saya harus mengejar pesawat Lion Air keberangkatan jam 5 pagi. Sempat takut juga pesawatnya delay, karena biasanya kalau udah urusan mudik ya pesawat delay adalah hal biasa. Ah, paling males emang delay begitu. Argo taksi sejak kenaikan BBM jadi dua kali lipat. Biasanya saya hanya menghabiskan uang 75rb-80rb untuk taksi tarif bawah, sekarang 160rb. Mahal sekaliiiii. Setiba di bandara dan check in, sempat kaget juga karena antrian cek in panjang bener. Saya langsung buru-buru cek in, lalu keluar makan sahur. Karena banyak tempat makan belum buka, jadinya saya makan A&W dan harganya mahal bener. Ah semua makanan di bandara mahal. Setelah buru-buru makan, saya lari ke Gate 1 karena pesawat udah boarding. Untung saya nggak telat walaupun tetap harus shalat shubuh di pesawat.
Tampak Depan
Karena saya beli connecting flight ke Lhokseumawe, jadinya saya udah cek in untuk pesawat Wings Air sejak di Jakarta. Di tiket ditulis kalau boardingnya Wings Air jam 7:45 dan saya mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu Medan jam 7:15 pagi. Saya kagum dengan bandara raksasa ini. Hanggar pesawatnya, gedungnya, luasnya, semua membuat saya takjub. Saya foto tampak depannya, lalu saya berlari masuk untuk transit.

Di dalam bandara, i was completely lost. Mungkin karena belum beres juga, jadi banyak papan yang belum dipasang untuk memudahkan penumpang mencari pesawat. Di tiketnya di tulis kalau Wings Air itu ada di Gate 2. Saya tanya ke mbak-mbak yang sedang mengurusi koper, katanya naik ke lantai M pakai lift atau eskalator. Akhirnya saya naik ke lantai M dengan eskalator karena lebih simple. Lalu saya mengantri pass gate (jadi kita harus menaruh barcode hasil cek in (seperi tapping kartu elektronik TransJakarta) agar pintu terbuka). Sayangnya, karena saya cek in di Jakarta, barcode-nya nggak compatible sama pass gate. Jadinya saya masuk melalui penjaga secara manual. Saya tetap cari Gate 2, tapi malah nyasar ke Keberangkatan Luar Negeri. Saya tanya lagi pada petugas dan katanya Lion Air itu Gatenya di pojok. Sejauh mata memandang, saya lihat pojok itu jauuuuuuuh sekali. OMG! Mana udah boarding lagi seharusnya. Saya sedikit berlari menuju Gate pojok itu.
Kaca semua
nyebrang..nyebrang
Landasan pesawat
Sesampai di Gate Pojok, ada beberapa Gate disana. Saya lupa nomer berapa awal Gatenya. Tapi paling terakhir itu Gate 11 dan pesawat yang terparkir di hampir semua Gate itu adalah Lion Air. Saya tanya petugas (lagi), dan katanya Wings Air itu di Gate 12. Dimanaaaa lagi Gate ituuuu? Ternyata saya harus turun melalui eskalator lagi. Saya sempat nanya, mana pesawat Wings Airnya? Dan ternyata belum datang. Well, well, well, rada untung juga sih. Kalau nggak, ya bakalan ketinggalan pesawat nih. Cuma beberapa menit menunggu, akhirnya pesawat datang dan saya terbang menuju Lhokseumawe. Pesawat Wings Air itu bukan pesawat besar, memang hanya untuk antar kota saja sepertinya. Perjalanan saya dari Bandara Kualanamu Medan sampai ke Bandara Malikussaleh Lhokseumawe hanya 50 menit saja. Sebenarnya kalau menggunakan pesawat besar hanya 20 menit.
Wings Air
Memang kalau Lebaran itu harga tiket pesawat selangit. Tapi semua orang tetap akan membelinya. Kalau kalian memang ingin mudik dengan pesawat, sebaiknya membeli tiket jauh-jauh hari karena harganya jauh lebih murah. Harga tiket saya untuk tgl 1 Agustus adalah 1,3 juta sedangkan untuk tgl 3 Agustus adalah 1,9 juta. Perbedaannya sangat signifikan. Oh ya, ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bandara baru Kualanamu di Deli Serdang Medan. Baru kali ini juga saya naik pesawat ke Lhokseumawe. Biasanya saya pakai bus dari Medan ke Lhokseumawe. Tapi karena bandara di pindah dan ongkos bus juga pasti naik, saya memutuskan untuk naik pesawat. Setelah dihitung-hitung ongkos kereta api, taksi, dan bus, hanya
berbeda 100rb-200rb saja dengan pesawat dan kita hanya membutuhkan waktu 50 menit. Kalau naik bus itu ke Lhokseumawe paling cepat 7 jam. Mana lagi puasa, ahh lebih baik yang praktis-praktis aja deh. Alhamdulillah saya mendarat dengan selamat di Malikussaleh.

Sekian dulu cerita mudik saya. Nanti saya cerita lagi ya :) 

7 comments:

cipu mengatakan...

Wah sudah merasakan Kualanamu yah. Kata teman-teman, rasanya seperti di Schipol International Airport.

Sayangnya belum menikmati naik kereta ke Medannya yah. Semoga bulan depan, saya sudah bisa menikmati Kualanamu dan keretanya.

Happy mudik, Meutia. Mohon maaf lahir batin yah. Maaf jarang mampir, abis hiatus lamaaaa banget

Tri Setyo Wijanarko mengatakan...

Wah.. Kamu akhirnya udah nyobain Kuala Namu juga mut..

Itu naik taksi tarif batas bawah kena segitu? Mending naik taksi batas atas dong yang warna biru, tarifnya belum naik lho malahan..

Di Kuala Namu, gate 1-4 kalau nggak salah memang untuk penerbangan internasional. Sementara 5-12 penerbangan domestik. Dan memang benar mut, Lion Air itu ada di gate 9-12 yang lokasinya paling ujung. Gate 11-12 kayaknya ada di bawah, dari ruang tunggu turun pakai eskalator.

Saya waktu kesana nggak coba turun ke gate 11-12, ngikutin Pak Dahlan Iskan pas launching cuma ke gate 9-10..

Mila Said mengatakan...

Wah ini bandara baru ya? Kereeenn

Rian Ra-kun mengatakan...

lho kok keliatan sepi? ^^

Mohon maaf lahir bathin :)
Selamat lebaran bagi yang merayakan, selamat liburan bagi yang tidak :D

merry go round mengatakan...

Beberapa yang udah "ngerasain" Kualanamu sih komentarnya sama, ngebingungin karena luas bandara yang spacious tapi papan petunjuknya kurang banget.

catatan kecilku mengatakan...

Taqabbalallahu minna waminkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1434 H.
Mohon Maaf lahir dan bathin

Farras Octara mengatakan...

Hmm. Mutia dari bandara Malikussaleh ke Lhokseumawenya naik apa? Saya masih penasaran soal angkutan umum dari bandara ke kota (dan sebaliknya), padahal sering terbang dari sini (bersama keluarga). :D

Categories

adventure (256) Living (235) Restaurant (146) Cafe (138) Hang Out (131) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (80) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (47) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan