Juli 29, 2012

Seorang Mu'alaf

Cerita ini terinspirasi dari seseorang yang menjadikan mesjid adalah tempat ibadah dan tempat untuk menuntut ilmu. Saya hanya ingin berbagi pada kalian, mungkin bisa menginspirasi, mungkin juga bisa mengambil hikmah dari kisahnya :)

***

Malam ini adalah tarawih pertama di bulan Ramadhan. Rasanya ingin sekali aku melakukan i'tikaf panjang dan mengaji di mesjid berhubung besok adalah hari Sabtu. Setelah shalat tarawih berjamaah selesai, aku mengambil tempat agak pinggir dan mulai berzikir. Masih tersisa beberapa orang yang melakukan i'tikaf bersamaku. Termasuk imam mesjid. Ntah kenapa, aku sangat menyukai imam yang satu ini. Selain bacaan shalatnya sangat indah dan syahdu, ceramahnya tadi tentang Khulafaur Rasyidin juga sangat menggebu-gebu. Benar-benar membuat hatiku bergetar.

Selagi aku berzikir, aku melihat seseorang mendekati imam mesjid. Aku beristirahat sebentar seraya melihat gerak-geriknya.
"Pak Ustadz, bolehkah saya mengobrol dengan bapak beberapa saat?"
Pak Ustadz tersenyum dengan sangat ramah, "Tentu saja boleh."
"Saya seorang Mu'alaf," ucap laki-laki itu.
"Alhamdulillah," kata Pak Ustadz, "Selamat datang wahai saudaraku."
Laki-laki itu terseyum.
"Kalau boleh tau, sejak kapan memeluk islam?"
"Sejak tadi siang. Saya sengaja memilih waktu ketika akan Ramadhan. Pacar saya bilang, kalau masuk islam itu menghapuskan segala dosa dan bulan Ramadhan adalah saat yang sangat tepat untuk beramal. Jadi, saya ingin diri saya benar-benar bersih sehingga dalam diri saya hanya ada amalan baik saja."
"Keputusan yang sangat baik, nak." Pak Ustadz tersenyum lebar. "Pacar kamu pasti gadis yang baik hati."
Laki-laki itu mengangguk. "Saya mencintainya dan saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencintai islam. Oleh karena itu Pak Ustadz, saya ingin belajar mengaji. Kalau bisa sebaik bapak."
"Tentu saja boleh. Saya selalu berada di mesjid ini. Kamu bisa menemui saya 5 waktu di mesjid dan saya juga memiliki banyak santri. Mari kita belajar bersama."
"Bagaimana kalau dimulai dari malam ini?" tanya laki-laki itu.
Tiba-tiba Pak Ustadz melihatku. Aku tersenyum.
"Wahai anak muda, kemarilah!" Pak Ustadz memanggilku. Aku langsung menghampirinya. "Mau banyak pahala?" Aku mengangguk. "Ajarkan dia mengenal huruf Al-Qur'an sampai lancar membacanya. Setelah itu, kamu temui saya lagi."

Namaku Rahman. Aku seorang eksekutif muda sebenarnya, hanya saya aku sekarang mengajar membaca Al-Qur'an seseorang yang sebaya denganku bernama Steven. Steven itu orangnya pandai, hanya 3 hari dia bisa menamatkan bacaan buku Iqra'. Setelah lulus 3 hari masa probation bersamaku, aku serahkan dia kepada imam mesjid. Rasanya aku malu kalau Steven saja begitu bersemangat mempelajari islam, sedangkan aku palingan hanya beri'tikaf dan berzikir saja.


Sampai hari ke tujuh Ramadhan, Imam Mesjid mempercayakan Steven untuk menjadi Imam shalat Isya. Walaupun dia hanya membaca surat pendek sepert Al-Ikhlas dan An-nas tapi suaranya benar-benar indah. Bahkan dia dipercaya untuk memberikan ceramah mengenai kehidupan para Khulafaur Rasyidin, 4 orang pemimpin islam yang juga sahabat nabi Muhammad. Hatiku benar-benar bergetar mendengarkan dia ceramah. Dia bisa mendeskripsikan para pembela islam itu dengan singkat, padat, dan jelas.

Di lima hari sebelum lebaran, aku pulang kampung sehingga tidak melihatnya lagi di mesjid sampai setelah lebaran. Sebulan setelah itu, dia memberikan undangan padaku, pak Ustadz, dan beberapa orang-orang di mesjid yang dekat dengannya. Aku melihatnya didampingi oleh seorang gadis berkerudung yang sangat cantik. Mungkin itulah calon istrinya. Bagaimana denganku? Hmm, insya Allah aku akan datang ke pesta pernikahannya.

Buat yang mau beli makeup Korea, silahkan Like Fan Pages saya ya :)

Juli 24, 2012

Marhaban Yaa Ramadhan

Hari ini adalah hari keempat puasa. Seharusnya postingan kali ini di tulis pas awal Ramadhan. Tapi, rasa malas menghantui dari segala sisi, hihihih. Selain sibuk jualan makeup. Ayo yang mau beli makeup sebelum Lebaran sama saya aja ya. Silahkan Like Fan Pages saya Rancupid Shop.

Anyway, seperti biasa, terjadi perbedaan 1 Ramadhan dengan sebagian Ormas Islam. Dengan sangat bersemangat, saya menonton Sidang Ishbat. Awalnya saya berpikir sidang ini bakalan sama dengan sidang kenaikan BBM. Ya, masih hangat di ingatan saya betapa sengitnya sidang kala itu. Tapi sidang Ishbat berbeda. Semuanya aman, damai, dan tentram. Tidak ada bersikeras dengan pendapat orang sendiri, tidak ada menjatuhkan orang lain, Mentri Agama juga sangat tegas, bahkan banyak orang yang terlihat santai. Mungkin karena isinya para ulama yang mengerti bahwa dalam sebuah sidang, ada hakim yang bisa menjatuhkan keputusan, ada dewan penasihat yang duduk di sisi kiri dan kanan hakim yang tak lain adalah ulama juga.

Sewaktu keputusan awal sidang diputuskan tanggal 1 Ramadhan 1433H jatuh pada hari sabtu, para peserta sidang diberikan waktu untuk menyampaikan aspirasi. Saya menyimak betul apa yang mereka katakan. Saya masih merasa kurang ilmu agamanya, apalagi yang menyangkut dengan kata-kata Hilal, Rukyat, dan Hisab. Awalnya masi kebalik-balik apa itu Hilal, Rukyat, dan Hisab.

Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Untuk masuk ke bulan islam yang baru, ketinggian hilal minimal harus 2 derajat. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Rukyat adalah aktivitas manusia untuk mengamati hilal. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Nah, untuk melakukan Rukyat pada bulan pun bisa menggunakan banyak metode. Bisa mengamatinya dengan teleskop di tempat paling ujung sebuah negara (dalam hal ini Aceh dan Papua), atau bisa melihat secara langsung (saya kurang paham metode ini).

Bagaimana dengan Hisab? Karena perhitungannya sangat presisi menggunakan rumus-rumus matematika dan fisika, banyak software yang dibuat untuk menentukan bulan baru pada kalender Hijriah menggunakan metode ini. Tapi menurut saya, banyak hal-hal yang terjadi di luar angkasa tidak bisa dijadikan faktor X dalam software sehingga bisa saja salah, walaupun keakuratannya sangat tinggi.

Berdasarkan sidang kemarin, ketika mendengarkan inspirasi para ulama dan orang-orang yang sangat paham tentang hal ini, meskipun mereka berbeda pendapat, tapi saya sangat mengaguminya. Begitu banyak ilmu yang bisa dipetik dari aspirasi mereka. Mentri Agama dan beberapa dewan petinggi lainnya juga menyimak aspirasi mereka dengan sangat baik sehingga setiap orang merasa dihargai.

Well, walaupun tanggal puasanya berbeda, semua manusia memiliki dasar pemikiran masing-masing yang pasti terdapat kebenaran didalamnya. Walaupun saya memutuskan untuk ikut kepada pemimpin (dalam hal ini pemerintah), tapi perbedaan yang ada itu untuk dimengerti dan dihargai. Saya sendiri tetap ingin melihat adanya keputusan yang sama. Tidak ada salahnya apabila para peserta sidang saat itu, bersama orang-orang astronomi, dan juga ulama, duduk berdiskusi dan mencari kesepakatan yang sama. Wallahu 'alam.

Sekali lagi, selama menunaikan ibadah puasa Ramadhan ya teman-teman :)

Juli 18, 2012

[Review] Etude House ~ Proof 10 Liquid Liner Aqua

Berhubung saya berjualan makeup sekarang, jadi alangkah baiknya saya review aja sekalian produk-produk yang pernah saya cobain. Susah memang menahan nafsu kalau jualan make-up itu. Saya jadi pengen nyobain semuaaa makeup yang saya jual. Hehehe.

Baiklah, kali ini saya akan mereview salah satu produk Etude House terbaru yaitu Proof 10 Liquid Liner berwarna hijau (Aqua). Kenapa saya memilih hijau, karena menurut saya warna hijaunya bagus banget, warna hijau samudra lebih tepatnya. Jadi bisa dicocokkan dengan baju warna hijau atau biru.
Proof 10 Liquid Liner Aqua
Sebenarnya produk eyeliner ini waterproof, tapi kurang bertahan apalagi setelah wudhu. Saya wudhu sholat zuhur, ashar, magrib, dan eyeliner nyaris ilang. Trus mudah dibersihkan karena teksturnya seperti cat. Biasanya kan kalau eyeliner waterproof itu teksturnya seperti karet, jadi memang susah dibersihkan. Masih lebih bertahan Oh M'Eye Line di mata ketika setelah wudhu.

Untuk memakainya sangat mudah. Selain karena ujungnya runcing dan sangat presisi, liquid yang melekat ke kuasnya juga ngga kebanyakan. Jadi menghindari pemakaian terlalu tebal. Kalau mau tebal ya tinggal di oleskan berkali-kali...
Ujungnya Presisi
Di mata saya
Hal yang saya sukai : Warnanya bermacam-macam. Ada hijau, biru, coklat, hitam, dan orange (ini saya jg pengen). Pemakaiannya gampang dan mudah dibersihkan.
Pilihan warna
Hal yang tidak saya sukai : Gampang hilang setelah kena air.

Harga : Rp. 115,000 di Rancupid Shop.

Silahkan beli di Fan Pages Rancupid Shop kalau ingin memilikinya :)

Juli 16, 2012

Pak Pos Baik Hati

Wew, ternyata saya sudah lumayan lama tidak mengupdate blog. Tenang aja teman-teman, walaupun saya sibuk jualan, bukan berarti saya mengabaikan tulisan saya. Saya kan berangkat dari penulis. Jadinya, saya tidak mungkin tidak posting, hehehe.

Baiklah, saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya dalam berjualan. Kalian mungkin sudah tau kalau saya membuka online shop Rancupid Shop. Karena pesanan yang datang baru sedikit (saya membeli untuk barang Ready Stock) dan hanya $48, seharusnya barang saya tidak kena bea cukai kan?! Seharusnya barang sampai di tangan saya dalam waktu 5 hari saja atau paling maksimal seminggu. Tapi kemana ya barang saya kok belum datang?

Saya tungguu... tungguu... Tapi hari ke-8 belum juga datang. Saya melakukan tracking ke EMS Indonesia. Di website ditulis kalau barang saya udah lolos bea cukai dengan pajak Rp. 0,- Tapi, kemana barang saya pergi ya? Akhirnya, saya meng-email ke Pos Indonesia. Balasan emailnya bilang kalau barang saya masih ada di pihak Bea Cukai. Dibantu teman saya dan membaca pengalaman orang di website, akhirnya saya mendapatkan no.hp pegawai bea cukai. Saya sms-in deh orangnya dan dibales. Katanya barang saya sudah selesai diperiksa dan tidak ada masalah.

So, kemana barang sayaaa? Dengan rasa was-was, saya email kembali Pos Indonesia dan bilang kalau saya sudah menghubungi pihak bea cukai dan barang saya tidak bermasalah. Akhirnya email saya di forward ke banyak pegawai POS (semua emailnya di CC ke saya). Mereka berusaha mencari kemana barang saya. Karena masih was-was, saya telepon POS Indonesia yang berada di bandara Soekarno Hatta. Untuk mbak yang jawab teleponnya baik. Katanya sih, udah beres di periksa bea cukai, cuma ketua Hanggarnya belum mengeluarkan surat eksekusi. Jadi orang Pos nya belum bisa mengirimkan alamat masing-masing. Pos Indonesia meminta no. telpon saya untuk dihubungi kapan barang saya bisa dikirim.

Barang akhirnya datang
Saya tunggu sampai siang hari dan kembali menelepon Pos di Bandara. Mbak nya bilang nanti di telepon lagi dan pasti hari ini juga. Saya tunggu sampai sore, akhirnya saya di telepon. Mereka bilang besok barang akan dikirimkan ke alamat.

Besoknya, saya di email oleh orang Pos dan dibilang kalau barang saya akan sampai sekitar jam 12 di alamat saya. Wah, saya langsung senang. Ternyata jam 12an memang barang saya tiba di kosan dalam kondisi sempurna dan tidak kekurangan satu apa pun. Wah, saya senang sekali. Saya sangat mengacungi jempol untuk pelayanan POS. Email dibales, yang jawab telponnya baik hati, dan sabar menghadapi saya. Hehehe.

Sebenarnya selama saya mengirimkan buku novel ke orang-orang yang telah memesan buku, saya selalu menyarankan menggunakan POS. Selain karena perhitungannya per 250 gram (bahkan dibawah 50 gram lebih murah lagi), hal ini jauh bisa mengirit biaya. Kan rasanya kurang adil kalau untuk mengirimkan buku ke teman-teman di Pulau Sulawesi atau bahkan Papua dengan menggunakan jasa pengiriman pihak swasta yang hitungannya perkilo, harga ongkos kirim jauh lebih mahal dari pada harga barang. So, gunakanlah Pos Indonesia.

Postingan kali ini murni dari pengalaman pribadi. Buat yang mau pesan kosmetik Korea seperti Etude House, Skin Food, dan The Face Shop, silahkan masuk ke Fan Pages saya Rancupid Shop.

Juli 06, 2012

Rancupid ♥ Make Up

Wah, tampaknya saya agak lama nih nggak update. Walau demikian saya selalu berusaha untuk update supaya blog saya tidak ditinggalkan orang. Emangnya saya kemana aja? Hmm, saya nggak kemana-mana kok. Sempat berencana mau pergi ke Sawarna kemarin itu karena dapat paket Rp. 375rb perorang dan sudah komplit berkunjung kemana pun disana. Tapi saya sedang mengurusi toko online saya. 
Etude House Sweet Eye Cupcake
Mungkin beberapa dari kalian pernah membaca postingan saya Wanna Open Shop. Yup, saya memang mau membukan toko Makeup. Kalau ditanya tentang Makeup, saya cinta banget. Memang sih saya nggak dandan juga ke kantor. Cuma pake Eyeliner Etude House, Mascara Maybelline, BB Cream Etude House, Compact Powder Maybelline, Lipstick The Body Shop, dan Lip Gloss dari ZA. Masih bisa tampil senatural mungkin dengan kosmetik segitu saja dengan dandanan Simple dan Fresh. Kosmetik bisa mendukung penampilan kita supaya terlihat segar setiap hari. Setahun yang lalu saya belanja Etude House di Metro dan rada kaget sebenarnya dengan harganya. Karena sudah memimpikannya setiap saat, jadinya beli deh make-upnya. Sekarang-sekarang saja jadi agak nyesal karena dengan beli kosmetik online, bisa dapat harga beda 100rb-200rb.
The Face Shop ~ Face it 4D Perfection Roller Foundation
Tiba-tiba saya punya ide untuk mencoba jualan kosmetik merk Korea juga seperti Etude House, SkinFood, dan The Face Shop. Selain karena harga di Korea sebenarnya memang sangat murah, saya juga ingin teman-teman saya menikmati kosmetik itu di Indonesia dengan harga sama murahnya. Saya menjualnya dengan harga sangat murah karena perhitungan saya yang mahal hanya di ongkos kirim ke Indonesia dan bea cukai. Rencananya kalau memang yang pesan sudah sangat banyak, saya mau pakai jasa pengiriman cargo sehingga harga barang jauuuh lebih murah lagi.
Skin Food Honey Pot Lip Balm ~#1 Honey Pot Berry
Jadi, buat yg suka  make up Korea seperti Etude House, SkinFood, dan TheFaceShop, sekarang bisa pesan sama saya. Barang 100% original dari Korea. Tersedia dalam bentuk PO atau Ready Stock. Harga jauh lebih murah dari konter Indonesia. Untuk yang mau minta Pricelist, tinggalkan saja komentar dan alamat email kalian. Nanti saya kirimkan Pricelistnya okay...

Categories

adventure (286) Living (244) Restaurant (148) Cafe (140) Hang Out (133) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (83) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (50) Event (48) Islam (38) Hotel (37) China (31) Jawa Tengah (27) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Malaysia (17) Consultant (16) Technology (16) Family (15) Jawa Timur (15) Warung Tenda (15) Kuala Lumpur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Saudi Arabia (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Birthday (9) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Singapore (9) Bali (8) Myanmar (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) CEO (7) Cambodia (7) Jeju Island (7) Malang (7) Medina (7) Osaka (7) Seoul (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Laos (6) Luang Prabang (6) Makassar (6) Surabaya (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Mecca (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) Siem Reap (4) Yangon (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Entrepreneur (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Bago (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Jeddah (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Kyaiktiyo Pagoda (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Takengon (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)