Oktober 27, 2011

CRUSH Novel Review

Well pals, sudah ada beberapa blogger yang menuliskan review tentang novel saya dengan sukarela. Saya terharu sekaliii... Rencananya sih saya pengen kasih reward untuk para blogger yang sudah me-review dengan baik. Tapi masih bingung rewardnya apa yaaa...? Ada ide nggak mau dikasih apa? hehehe.. Baiklah langsung saja :

Sobat yang satu ini mereview cerita saya yang berlabel CRUSH terlebih dahulu, baru mereviewnya. Saking hebatnya dia review, saya benar2 kagum dang nggak nyangka kalau yang menulis buku ini saya sendiri. Hahahaha. Lebay sedikit. Sepertinya orang yang me-review jauh lebih jago dari pada pengarangnya. Terima kasih banyak sob.

Sebuah novel fiksi yang penuh dengan petualangan imajinasi kini telah hadir. Novel ini sanggup membuat jantung saya berdegup kencang ketika membacanya. Padahal saya hanya membaca penggalan-penggalan dari keseluruhan ceritanya saja, namun ketegangan-ketegangan yang terjadi sanggup membawa saya ikut serta ke dalam petualangannya. Sedih, haru, mencekam, mewarnai kisah dalam novel ini. Novel yang berjudul “Crush” yang ditulis sendiri oleh sobat blogger saya Meutia Halida Khairani ini patut kita acungin jempol.
Sepenggal tulisan Penghuni 60

Pakde yang satu ini mendapat novel saya karena keikutsertaan beliau dalam acara giveaway Aceh, yang saya adakan beberapa waktu yang lalu. Sebagai seorang senior di dunia blogger, saya merasa terharu ketika buku usang tulisan kita sendiri bisa di review oleh beliau. Ah, terima kasih banyak ya Pakde.

Allysha dan Haekal, dua tokoh sentral dalam novel Crush ini digambarkan sebagai sosok yang memiliki beberapa perbedaan sekaligus persamaan dalam hal sikap, perilaku dan tabiat.
Haekal, yang berperan ganda sebagai kakak sekaligus orangtua adalah seorang mahasiswa fakultas tehnik yang menjabat Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa. Dia meneruskan perusahaan ayahnya. Sikapnya baik kepada sesamanya dan piawai dalam menjalankan bisnisnya. Haekal sejak SD bersekolah di sekolah umum hingga menjadi mahasiswa.  Boleh dibilang Haekal adalah sosok ideal yang ganteng,pintar dan kaya. Sementara Allysha adalah sosok yang ketus, cueak bebek, sedikit sombong dan ada sifat jahat yang melekat pada dirinya. Dia belajar ilmu pengetahuan melalui Home Schooling sejak SD hingga SMA sehingga gadis cantik yang rajin ibadah ini hampir-hampir tidak memiliki teman.
Sepenggal Tulisan Pakde Cholik
3. Myworldwords 
Penulis puisi-puisi indah ini ternyata hobi juga baca buku fantasy. Sewaktu saya mengumumkan kalau buku saya sudah bisa di order, dia langsung memesannya. Terharu deh saya. Sobat yang satu ini juga langsung menuliskan review di blognya tentang buku saya. Terima kasih banyak ya.. Saya terharu banget banget dehh...
Allysha memiliki sisi jahat. Itu sebabnya, Haekal menghapus memori di masa kecilnya. Namun seiring waktu, Haekal tetap harus membuka kunci ingatan Allysha, meski resikonya adalah kekuatan dari sisi jahat Allysha akan membangunkan Darre Fifth, TerraGuardian yang bisa menghancurkan pulau-pulau dengan kekuatannya. Mr. Leo dan Ms. Silvi yang akan memanfaatkan sisi jahat Allysha demi kepentingan pribadi mereka. Mr. Leo dan Ms. Silvi adalah mantan pekerja Tuan Al-Farishi, selain Mr. Yayat, Mr. Iqbal, dan Mr. Irham. Mereka juga dibekali kekuatan oleh Tuan Al-Farishi sebelum ia meninggal dunia. Namun Mr. Leo dan Ms. Silvi berhenti menjadi pekerja Al-Farishi dan berkhianat. Mereka memilih menjadi dosen di Universitas Amazon. Pertemuan mendebarkan antara Ms. Silvi dengan Allysha, juga antara Allysha dan Mr. Leo.
Sepenggal dari myworldwords
Ada beberapa blogger juga yang menulis sepenggal2 posting tentang buku ini. Terima kasih ya untuk semua masukan, kritik, dan sarannya. Saya menunggu review lagi dari kalian agar saya bisa mengoreksi kekurangan dari buku ini karena di buku kedua saya berencana menulis yang banyak dan tebalnya bisa 2x lipat dari buku pertama.

So, buat kalian yang mau pesan, silahkan email ke rancupid.meutia@gmail.com harganya Rp. 30.000 atau ke nulisbuku.com Rp. 50.000. Isinya sama aja, tapi kualitas kertasnya berbeda. Trims

Oktober 25, 2011

UI dan Perpustakaannya

Akhirnya setelah beberapa bulan nggak maen lagi ke Depok, weekend kemarin saya menyempatkan diri kesana. Dari Jakarta sih panasnya minta ampun. Tapi giliran sampe Depok, hujan derezzzzz!! Haduwh, semoga Jakarta hujan. Udah berapa lama nggak hujan dan matahari terik banget. Bikin sakit kepala :(

Kalian tau, baru kali ini saya naek Commuter Line. Hehehehe. Dulu sih kalau ke Depok naek Ekonomi atau Ekonomi AC. Lebih suka naek Ekonomi sih, soalnya keretanya banyak dan kalau hari Sabtu jarang berdesak2an. Ternyata sejak ada Commuter Line, kereta Ekonomi lebih padat yah. Cukup dengan membayar Rp. 6000, saya sudah sampai Depok. Karena Depok hujan, saya panggil adek saya ke Stasiun dan kita melanjutkan perjalanan ke Bogor.

Di Bogor, seperti biasa, saya ke Botani Square. Niatnya mau nonton 3 Musketeers, tapi adik saya udah nonton. Mau nonton Killer Silent, ah males bunuh2an. Ya udah deh, nggak jadi nonton. Kita ke Bogor cuma makan di Takigawa karena ada ulang tahun temen dan setelah itu pulang lagi ke Depok.

Hmm, objek menarik yang pengen saya kunjungi di Depok adalah perpustakaannya. Selain karena perpustakaan ini nyentrik banget mewah dan besarnya, saya merasa harus liat sendiri. Berhubung hujan masih deras di Depok, jadi basah2an deh disana. Hal yang pertama saya kagumi adalah, perpustakaan ini seperti sebuah Mall. Ada Resto Korea, ada Starbucks juga (walaupun belom dibuka), interiornya super keren, tapi ada spot yang bocor. Wah, gawat tuh, mewah2 tapi bocor. Saya melihat banyak sekali mahasiswa dengan laptop masing2 mojok dimana pun untuk ngerjain tugas. Ah, jadi pengen kuliah lagi, menikmati masa2 ngerjain tugas kayak dulu.
Patung bukan ya??
Berbagai Resto
Tempat ngerjain tugas
Gedung menjulang tinggi
Saya juga takjub melihat pohon super gede yang katanya berasal dari Afrika dan ditanam di depan perpustakaan. Gede banget loh, kayak pohon palsu. Tapi udah tumbuh juga daun2 kecil. Huuu, pengen kuliah lagii. Pengen! Pengen!
Pohon super gedeeee
Melanjutkan perjalanan ke kosan adek saya. Kita malah jadi bercerita hantu, mungkin karena sebentar lagi Halloween. Kata temen saya, pernah suatu malam kira2 jam 2.00 pagi, dia terbangun. Tiba2 terdengar suara berisik seperti suara kereta api sedang melintas. Well, mana ada jadwal kereta jam 2 pagi kan. Ternyata itu kereta api Manggarai yang pernah kecelakaan dulu. Huuu, seram sekali. Mungkin kalau kalian mahasiswa UI, pasti kalian tau gimana suasana kosan yang bersebelahan dengan rel kereta api. Hiii, saya berkali2 memperingatkan adek saya untuk hati2 melintasi rel walaupun sedang tidak ada kereta. Serem sih. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT. aminn.

Oktober 18, 2011

I ate them

Nah, udah lama ngga posting tempat hangout dan Resto di Jakarta. Sebenarnya setiap saya hang out, saya pasti mencoba resto baru supaya bisa di posting di blog. Penasaran? Baiklah, saya akan mereview sedikitt saja tentang beberapa resto.

The Muffin House-Manilla Connexion
Tempatnya di Fx Lifestyle X'nter, Jalan Jend. Sudirman Jakarta (021 25554268). Sebenarnya ini tuh 2 Resto. Ada yang resto jualan Muffin, ada yang jualan makanan Filipina. Cuma tempatnya di satukan. Sebenarnya tempat ini cukup Cozy untuk duduk sebentar dan dinner. Saya lebih memilih Resto tertutup kalau untuk duduk berlama2 dan mengobrol.
Muffin 6rb-10rb
Plang Muffin
Cammomile Tea Rp. 12.987
Chicken Adobo Rp. 30.303
Chicken Tapa Rp. 30.303
Satu hal lagi yang nggak kalah unik. Saya mengunjungi FX karena ada acara Social Media Festival. Baru kali ini saya nonton SM*SH dan lihat saja para abege yang nge-fans sama mereka, rameeeeee! Bahkan waktu mereka nyanyi, yang joget2 banyak banget. Wow, saya baru melihat ada artis Indonesia se-beken itu. Bahkan sewaktu mereka turun panggung, dipagarin oleh beberapa orang supaya mereka nggak diserbu fans. Gile ya! Mantab lah..
Penggemar SM*SH

Hang Gang Resto
Kali ini saya berangkat ke Mal Taman Anggrek. Udah berapa kali pengen ke Resto yang satu ini karena ada diskon BNI cc. Tapi sewaktu kesini, ada diskon untuk paket ber-2, dari Rp. 240rb jadi tinggal Rp. 120rb. Kalian bisa memilih beberapa sup yang ditawarkan tapi saya tidak ingat lagi namanya. Sebenarnya saya sangat suka masakan Korea yang identik dengan minyak wijen. Tapi pas disini saya agak salah pilih. Saya tidak mencicipi masakan dengan minyak wijen. Malah kemarin berasa saya makan sehat sekali, rebus2an saja.
Kursi dan Meja
Suasana resto agak sempit. Dengan menu sebanyak itu yang dikeluarkan, kalian dikasi meja kecil banget. Terpaksa saya pindah deh. Trus disini Korean Ocha-nya harus bayar lagi. Berbeda dengan Samwon yang Free and Free Flow. Disini Free Flow tapi bayar Rp. 15rb. Side dish nya juga cuma sedikit, dibanding dengan Samwon. 
Side Dish gratisan
Paket ber-2 Rp. 120rb
Rasanya sangat enak menurut saya. Dagingnya juga cukup empuk dan porsinya gile. I Love itu! Mungkin Hang Gang di Grand Indonesia tempatnya lebih cozy, hehehe. Selamat mencoba.

Warung Tekko
Nah, kembarannya Warung Lekko, akhirnya saya sampai juga ke Resto Iga yang satu ini. Saya lebih sering makan Warung Lekko sih dan baru kali ini mengunjungi Warung Tekko. Dibandingkan Warung Lekko, menu di Tekko masih lebih beragam dan harganya lebih mahal sedikit untuk menu2 favorit.

Suasana dalam resto
Mejanya panjang2 banget

Resto ini berada di Pasar Festival. Suasana cukup cozy karena memang kawasan Epicentrum bener2 tempat asik buat nongkrong. Karena saya sering berada disini, jadi beberapa kali saya makan disini.  Warung Tekko juga deket 7eleven. Jadi kalo kalian udah makan dan pengen nongkrong sampe tengah malam, silakan mampir ke sebelahnya (7eleven). Saya heran, kenapa orang Jakarta suka banget sama 7eleven yah? Ada yang tau kenapa?

Nasi Goreng Iga (26rb) dan Teh Tarik (Rp. 12.500)
Untuk rasa makanan, saya puas banget dengan daging empuk. Nasi gorengnya juga enak. Saya makan dengan lahap. Atau emang karena baru pulang kerja bikin laper banget. Agak ribet memilih tempat duduk karena kursinya panjaaaaaang bgt. Jadi harus naikin kaki dulu baru duduk.  But it's OK, tempat mengisi perut.
Nasi Goreng Kampung Rp. 22.500
Silahkan mencoba.

Oktober 14, 2011

Kota Tua Part 3 : Museum Wayang dan Sunda Kelapa

Baiklah, kali ini bagian terakhir dari hal menarik di seputaran Kota Tua. Setelah lelah berkeliling Museum Fatahillah dan beristirahat beberapa kali, saya mampir ke Museum Wayang. Indonesia kaya sekali dengan beraneka ragam wayang dang ceritanya. Saya sebenarnya tidak terlalu menggemari wayang, tapi masuk ke Museum ini  benar2 membuat saya takjub akan kekayaan budaya bangsa. Subhanallah.
Pintu masuk museum Wayang
Masuk kesini cuma bayar Rp. 2000 seperti Museum2 yang lain. Dari depan tampaknya biasa aja bangunannya. Tidak semegah Museum Bank Indonesia atau Museum Fatahillah. Awal masuk kesini, saya kaget dengan patung gendut yg saya lupa catat namanya. Gile, kaget saya beneran! Patung gendut pendek dan lagi jongkok. Kayaknya patung ini penunggu museum, hahahaha.
Penunggu Museum
Museum ini menyimpan koleksi wayang dari daerah-daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Bali, Lombok, Sumatera dan juga luar negeri antara lain Malaysia, Suriname, Kelantan, Perancis, Kamboja, India, Pakistan, Vietnam, Inggis, Amerika dan Thailand. Jumlah koleksinya kurang lebih 5.147 buah yang diperoleh dari pembelian, hibah, sumbangan dan titipan. Kita memang sudah sangat familiar dengan wayang daerah Jawa dan Bali dengan keaneka ragaman bentuknya. Tapi disini juga dipamerkan berbagai wayang modern. Saya jadi bingung, bagaimana cara memainkannya yah. Ada yang bilang, semua wayang dimain di sela2 10 jari kita. Berat banget dong ya.
Gimana cara mainkan wayang ini coba?
Taman Prasasti
Wayang Modern
Wayang Boneka
Wayang secara etimologi berasal dari kata ‘bayang-bayang’. Awalnya Wayang ini digunakan untuk melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau nenek moyang, dan perantaranya disebut dalang. Namun akhirnya berkembang menjadi sebuah sarana hiburan, pendidikan, media informasi maupun ajaran moral. Jangan salah, wayang juga ada yang supeeer gedeee. Bahkan lebih tinggi dari saya. Udah kayak hantu lho. Saya jadi ngeri sendiri masuk ke ruangannya. Apalagi sepi. Cuma ada suara langkah kaki saya. Duh, jadi kebayang film2 hantu yang bonekanya pada hidup. OMG!
Xtra Large Shadow Puppet
Museum Wayang sendiri diresmikan oleh Gubernur Jakarta saat itu yaitu Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975. Museum ini sebelumnya disebut sebagai Museum Batavia yang dibuka pada tahun 1939 oleh Gubernur Jenderal Belanda yaitu Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Gedung ini dibangun pada tahun 1912 bergaya Neo Renaissance dan pada tahun 1938 dipugar dan disesuaikan dengan gaya rumah Belanda saat itu. Gedung ini bukan merupakan bekas gedung gereja Belanda, karena gedung gereja tersebut sudah runtuh akibat gempa. Tapi memang berdiri di atas tanah bekas Gereja Belanda Baru atau Nieuwe Hollandse Kerk (1736) dan Gereja Belanda Lama atau Oude Hollandse Kerk (1640-1732).

Keluarga Unyil
Beralih ke Pelabuhan Sunda Kelapa yuk. Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Hore, sudah sampai
Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.

Pada saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa direncanakan menjadi kawasan wisata karena nilai sejarahnya yang tinggi. Nah, saya langsung bersemangat mengunjunginya.Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II yang tidak disertifikasi International Ship and Port Security karena sifat pelayanan jasanya hanya untuk kapal antar pulau.
Sebanyak ini kapalnya, takjub!
Saat ini pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektar serta luas perairan kolam 16.470 hektar, terdiri atas dua pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan utama memiliki panjang area 3.250 meter dan luas kolam lebih kurang 1.200 meter yang mampu menampung 70 perahu layar motor. Pelabuhan Kalibaru panjangnya 750 meter lebih dengan luas daratan 343.399 meter persegi, luas kolam 42.128,74 meter persegi, dan mampu menampung sekitar 65 kapal antar pulau dan memiliki lapangan penumpukan barang seluas 31.131 meter persegi.
Gede bangeeet
Dari segi ekonomi, pelabuhan ini sangat strategis karena berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Saya jalan kaki ke pelabuhan ini dari kota tua. Dan sepanjang jalan banyak banget tronton, truk, dan beberapa mobil besar lainnya yang membawa hasil kapal untuk dijual. Duh, debu banget deh pokoknya. Asap dimana2 juga dan ekstra muacettttt. Sebagai pelabuhan antar pulau Sunda Kelapa ramai dikunjungi kapal-kapal berukuran 175 BRT. Barang-barang yang diangkut di pelabuhan ini selain barang kelontong adalah sembako serta tekstil. Untuk pembangunan di luar pulau Jawa, dari Sunda Kelapa juga diangkut bahan bangunan seperti besi beton dan lain-lain. Pelabuhan ini juga merupakan tujuan pembongkaran bahan bangunan dari luar Jawa seperti kayu gergajian, rotan, kaoliang, kopra, dan lain sebagainya. Bongkar muat barang di pelabuhan ini masih menggunakan cara tradisional. Di pelabuhan ini juga tersedia fasilitas gudang penimbunan, baik gudang biasa maupun gudang api. Silahkan datang kesini untuk menikmati bau ikan juga. hehehehehe.


http://www.jalanjajanhemat.com/2009/04/museum-wayang/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kelapa

Oktober 11, 2011

Kota Tua Part 2 : Museum Fatahillah

Kali ini saya pergi ke tempat yang dulunya pernah menjadi kantor Gubernur Jakarta. Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Tampak depan
Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
Mungkin, isinya adalah sebuah sejarah :D
 Berbeda dengan Museum Bank Indonesia yang super mewah dan canggih, Museum Fatahillah itu rada biasa aja. Yang dipamerkan lebih ke benda2 bersejarahnya. Mulai dari keramik, meriam, furniture tempo dulu dari berbagai daerah, senjata, lukisan, dan sebagainya. Masuk kesini murah banget, cuma Rp. 2000. Pengunjungnya rame bangeeet. Kebanyakan sih para pelajar. Di buku tamu saya menyamar sebagai mahasiswa. Wajah saya cukup muda untuk masih disangka mahasiswa. Hahaha.
Berbagai senjata
Furniture sangat artistik
Keramik
Saya suka melihat furniture-nya. Klasik dan artistik banget. Bahkan ada meriam yang hampir sama dengan meriam di Kung Fu Panda 2 yang digunakan untuk nembak si Pho. Jadi teringat Indonesia di masa lampau. Oh ya, beberapa tempat sepi, atau lorong sepi, banyak pasangan2. Yah dimana pun spotnya deh. hehehehe. Saya lumayan menikmati masuk kesini. Silahkan datang kesini untuk menikmatinya :)
Seperti Meriam di Kung fu Panda 2

Oktober 10, 2011

Kota Tua Part 1 : Museum Bank Indonesia

Sudah hampir 2 tahun di Jakarta, saya belum pernah berkunjung ke Kota Tua. Nah, weekend kali ini saya menyempatkan diri untuk maen kesana. Perjalanan pertama adalah ke Museum Bank Indonesia. Ada apa ya dengan uang kita bertahun2 lalu, hehehehe.

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3. Dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.
Tampak depan
Tampak dari tengah
Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.
posee
Para orang Eropa
Orang Eropa lagi bertransaksi
Awal masuk kesini, kalian akan disuguhi dengan pemandangan koin logam berjatuhan. Disini nggak boleh pake blitz kalo mau mengambil gambar. Walaupun pemandangan ini biasa aja sih. Hehehehe. Museum ini canggih buanget. TV plasmanya se-gede tembok ada, sekecil kotak makan juga ada. Kita menelusuri lorong demi lorong seperti sedang bermain game. Mulai dari awal banget peredaran uang di Indonesia, dimana masih ada Republik Sumatra (uangnya udah hampir lapuk) sampai uang sekarang. Kalian bisa baca sejarah moneter Indonesia juga di dinding setiap koridor. Yang paling mantap adalah sewaktu tahun 1998, dindingnya warna meraaah semua. Well, teringat jaman itu, Indonesia sangat mengerikan yah. Bahkan foto2 kerusuhannya di pampang jelas di dinding.
Uang kertas dari masa lampau
Museum ini juga menceritakan sejarah rempah2 Indonesia dimana harganya mahaaal sekali dan dicari oleh para pelaut dari berbagai benua. Mereka malah mengartikan kalau rempah2 kita harganya sama dengan emas. Wow, bahkan di halaman rumah saya di Aceh banyak. hahaha.
Bumbu dapur senilai emas
Rempah2 Indonesia
Para pekerja
Saya tidak akan memperpanjang cerita. Palingan hanya menampilkan banyak foto2. Silahkan datang sendiri ya. Kalian akan takjub dengan Indonesia :)

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Indonesia

Oktober 05, 2011

Farewell Jeffry

Buku Diary memang mengartikan banyak hal. Saya selalu menuliskan cerita indah seperti pernikahan dan juga cerita sedih ketika harus berpisah dengan teman baik. Hiks, salah satu teman baik saya resign dari kantor. Sedih deh, mengingat dari awal masuk kantor kita bertiga dari kampus yang sama jadi sudah mengenal satu sama lain.
Jeffry, saya, iwan, ketika baru masuk kantor
Nama teman saya Jeffry. Orangnya tinggi besar kayak bule', baek tapi rada sialan juga, kasar tapi ada sisi alay juga, sayang pacar, suka iseng, dan lain2. Saya dulu masuk kantor bertiga dengan Iwan. Iwan orangnya lebih kalem, baek budi, tapi kalo udah marah seram. Teringat awal masuk ketika Iwan pake' dasi dengan corak panda. Sampe sekarang dia suka panda termasuk Kung Fu Panda, hehehe.
Pose di ruang training
ada efek pencahayaan
Kita selalu ngobrol bertiga, bertukar pikiran di tempat jualan baso, suka ngadem kalo pintu Rumah Sakit Aini terbuka (ACnya keluar dan adem). Awal2 masih suka pergi ke kantor bareng, jemput sana-sini sampe kita udah mulai sibuk di projek. Ketika training juga dia pintar, dibandingkan saya yang nyantai, dia rajin buanget.
Saya paling cantik
Baban dan Felix masuk kantor. Ntah kenapa, kita se-angkatan sangat dekat. Sama sekali nggak pernah iri satu sama lain. Kerjaan di kantor udah bikin stress, sedapat mungkin kita cerita ke teman2 dan mencari jalan keluar. Mereka semua juga bisa dipercaya sepenuhnya dan saya nggak pernah ragu untuk bercerita. Kita ber-5, saya sendiri cewek. Kalau mereka lagi iseng, tinggal ngambek aja, hahahaha. Cewek kan lumrah kalo ngambek.
Baban, Felix, Jeffry, Iwan, saya
Jeffry juga berjualan action figure. Mungkin diantara kalian suka sama boneka action figure yang keren2 bisa pesan sama dia. Dia mau buka usaha dan jadi juragan. Semoga sukses jeff, update terus twitternya. Kalian bisa follow twitter dia di @kaos_hero. Kali aja ada yg berminat sama action figure, hehehe. Jangan lupa baca novel gw ya jeff, because someday it'll cost a thousand dollars. I hope our friendship will last forever :)

Categories

adventure (286) Living (244) Restaurant (148) Cafe (140) Hang Out (133) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (83) Movie (73) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (50) Event (48) Islam (38) Hotel (37) China (31) Jawa Tengah (27) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Malaysia (17) Consultant (16) Technology (16) Family (15) Jawa Timur (15) Warung Tenda (15) Kuala Lumpur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Saudi Arabia (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Birthday (9) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Singapore (9) Bali (8) Myanmar (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) CEO (7) Cambodia (7) Jeju Island (7) Malang (7) Medina (7) Osaka (7) Seoul (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Laos (6) Luang Prabang (6) Makassar (6) Surabaya (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Mecca (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) Siem Reap (4) Yangon (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Entrepreneur (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Bago (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Jeddah (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Kyaiktiyo Pagoda (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Takengon (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)