Mei 14, 2011

Alaska, I met Him

Yeah, akhirnya bisa memposting baru. Kemarin mau posting, eehh malah blogger unavailable. Nggak bisa komen, nggak bisa posting baru, cuma bisa blogwalking doang. Tapi 'kan nggak seru kalo nggak meninggalkan jejak di blog orang. Oh iya, beberapa komen di postingan saya sebelumnya banyak yang terhapus. Duuh, kenapa ya?
Oke, tidak akan memperpanjang masalah kemarin. I'll continue the story, cekidot!
***

Sedang berusaha untuk tidak membuka twitter dan facebook juga me-deactivated yahoo dan gmail.  Hanya menyimpan no. hp keluarga dan teman terdekat juga orang kantor. Mungkin aku masih hancur berkeping-keping karena meninggalkannya. Melihatnya tiba2 datang ke bandara dan memelukku erat, rasanya jantung hampir copot. Hmm, teringat hal itu, harus mengakhiri semuanya, melupakan semuanya, dan pergi sejauh mungkin kesini, Alaska.

Sudah sebulan sejak aku berada di Alaska. Tempat ini, terlalu tenang. Hampir setiap hari, setelah beres urusan di kantor, aku duduk di sebuah taman dan memainkan tablet untuk menulis diary. Mencoba melupakan seseorang yang sudah mendarah daging di hati itu rasanya seperti bunuh diri. Duduk melamun di taman dengan tatapan kosong, lalu berjalan pulang ke rumah juga terasa menyedihkan. Beberapa kali mengikuti teman2 kantor melakukan perjalanan ke tepi danau dan hutan pinus, tempat yang paling ingin ku kunjungi di Alaska. Tetap saja, ada rasa sakit di hati.
Sampai suatu hari aku terkejut. Klien di kantor memperkenalkan aku pada seseorang. 
"Miss Tiara, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." 
Semula aku merasa biasa saja. Klien terkadang memperkenalkan kita kepada banyak klien yang lain. Tapi, yang membuatku terkejut, ada dua orang. Yang satu manusia, yang satu lagi adalah robot. "My name is Lee and this is Rio."
Aku menganga dan masih tidak percaya. Selama aku menjadi konsultan, baru kali ini aku bertemu robot.
"Mereka orang Asia. Sama dengan anda."
Aku tersenyum dan berusaha ramah. Mereka mengajakku minum kopi di sebuah Cafe terdekat dengan kantor. "Kali ini anda dan Rio akan bekerja sama untuk menyelesaikan projek ini." Aku menatap Rio dan masih bingung, dia adalah robot.
"Ekspresi anda sama dengan semua orang yang pertama kali melihat saya Miss. Tenang saja, saya masih manusia, hanya saja, saya mengalami kecelakaan hebat dan hampir seluruh tubuh saya diganti dengan alat2 otomatis, termasuk kulit." Aku masih menatapnya tak percaya. Diskusi kami lanjutkan mengenai projek dan bagaimana kelanjutan ke depannya. Aku berusaha tenang dan menganggap hal ini biasa saja. 

Diskusi selesai, aku ingin segera pulang ke rumah. Tapi Rio menghalangiku. "Boleh bicara sebentar?" Aku terkejut dan mengangguk. Kami berjalan keluar kantor bersama dan dia mengajakku ke taman, tempat biasa dimana aku suka menyendiri. "Kamu selalu berada disini kan setiap sore?" Aku terkejut lagi, "Kamu juga ada disini?" Dia jawab, "Beberapa kali. Dan aku selalu melihat kamu melamun dan sesekali menulis diary." Aku hanya mendengus. "Bahkan suatu kebetulan kalo aku ternyata adalah klien kamu."
Aku duduk di taman dan pandanganku kembali kosong. Rio bilang, "Kamu tau, aku baca diarymu." Aku heran, "kok bisa?" Rio jawab, "Aku robot dan aku bisa menangkap sinyal dari mana2 termasuk tablet PC." Aku marah, "Maaf, untuk hal itu, anda kurang sopan," dan berjalan pulang.
Setelah sebulan bekerja bersama Rio, aku mulai terbiasa menerima dia sebagai teman. Dia juga ternyata orangnya baik. Ekspresi semua orang ketika bertemu dengannya pasti sama denganku. Cuma lama-kelamaan, jadi terbiasa. Hmm, kebiasaanku duduk di taman sepulang kerja masih tetap aku lakukan. Bukan apa2, ini adalah caraku menenangkan diri.

Tiba2 Rio datang, "Pasti masih mengingat pacarmu ya?" Aku langsung menggeleng dan beranjak pergi, tapi Rio menahanku. "Aku juga punya cerita. Mau mendengarnya?" Aku kembali duduk. "Mungkin kurang lebih kita sama, aku sedang melupakan kenangan2 indah di masa lalu. Sangat indah malah, sebelum aku kecelakaan." Aku bertanya, "Pacarmu dimana?" Rio menjawab, "Dia artis, dan aku tidak tau persis dimana dia saat ini. Dan dia bukan pacarku lagi." Rio terdiam. "Setidaknya kamu masih lebih beruntung dariku. Kamu masih utuh dan bukan robot." Pikiranku langsung kacau sewaktu Rio berkata seperti itu.

"Kami satu SMA. Dari dulu dia suka menyanyi dan aku sering membuatkan lagu untuknya. Bahkan salah satu dari laguku, dia buat demonya dan dikirim ke perusahaan rekaman. Satu hal yang aku sesalkan saat ini, setelah SMA, kita jarang bertemu dan berhubungan. Sampai suatu ketika, aku melihatnya akan menggelar konser dengan lagu hasil karyaku sebagai lagu andalannya. Semula aku ingin membuatkan surprise, datang ke konsernya, dan memberikan sebuket mawar. Tapi Tuhan berkehendak lain. Aku kecelakaan, tubuhku hancur berkeping-keping, dan butuh bertahun2 untuk mendesain ulang tubuhku."
Aku terdiam dan ingin menangis.

"Sampai suatu hari, aku kembali hidup, dan sangat terpukul melihat kondisiku. Aku berusaha menerima kenyataan dan ingin bertemu dengannya. Karena aku punya banyak kenalan di dunia entertainment, aku bisa datang ke backstage saat dia gladi resik konser dan mengambil banyak fotonya. Pernah suatu kali aku menyelamatkannya, ketika lampu panggung jatuh dan hampir mengenainya. Saat itu dia sama sekali tidak mengenaliku, padahal kami sangat dekat. Dia melihat kameraku, semua fotonya, sampai foto ketika kita masih SMA. Aku melihatnya menangis menerima kenyataan kalau aku bukan manusia lagi, dan saat itu terakhir kali aku melihatnya. Sekarang dia sudah menjadi artis besar dan melupakan aku selama-lamanya."

Aku menutup muka dan menangis. Rio bilang, "Paling tidak, kau masih puluhan ribu kali lebih beruntung daripada aku, Tiara. Hati-hati, penyesalan selalu datang terlambat." Rio langsung beranjak pergi dan meninggalkan aku sendiri.

Masih menangis, aku mengeluarkan Tablet, membuka Facebook dan twitter, meng-aktifkan yahoo dan gmail. Aku melihat profile dia, aku kangen melihatnya. Dia masih baik2 saja. Status2nya menunjukkan kalau dia ingin pergi seminar kedokteran ke luar negri. Kemana dia akan pergi? Dengan siapa? Aku membaca semua twitternya. Aku membuka semua history email. Dia berusaha menghubungiku berulang kali ternyata. Oh, aku kangen dia, kangen sekaliii. 

Mungkin sudah terlalu malam, aku pulang ke rumah. Aku melihat seseorang menunggu di depan pintu pagar rumahku dan terlihat kedinginan, "Excuse me, sir?"

Dia menatapku, memelukku, dan aku hampir mati terkejut, "Aku kedinginan Ti..a...ra. Sampai saat ini aku masih cinta kamu."
 ***
Silahkan liat videonya di youtube and it was so sad. Sebaiknya kalian baca link dibawah dulu untuk mengerti cerita diatas atau klik Label Dokter :
1. Karena Dia Seorang Dokter
2. That Girl in Red
3. Until Next Time
4. Until Next Time (2)

27 comments:

tito Heyziputra mengatakan...

Iya nih mbak..

lagi maintenance,
dan katanya klo kta ga buru2 ngereklain email dan akun google,
blog kita bisa loose data, dan akun ga ke akuisisi lagi..


wah cerita ya alaskanya,
lagi bnyak yg posting cerita nih,,,
aku mw mgikuti 4 link diatas dulu biar tmbah ngerti..

Nufri L Sang Nila mengatakan...

Sampai saat ini aku masih cinta kamu <<< aw aw awwwwwwww... senangnya

menahan untuk membuka FB dan twitter untuk melihat dia...ohhh....berat kalo gak buka.... :)

:)

Noeel-Loebis mengatakan...

oh ceritanya bersambung yah?? ini semacam cerbung yahg?? pantes rada bingung sama ceritanya.... blon apa2 uydah masuk konflik... hehehe

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

loh ini cerbungnya mbak kan? ketinggalan banyak ya saya :D

Djangan Pakies mengatakan...

seting awalnya kayak cerita pribadi, terus ke bawah menjadi sebuah cerita yang mengalir.
puluhan ribu kali lebih beruntung, ehmmm kalimat yang menyentuh

soulful^^~ mengatakan...

ewalah walah, ini cerpen toh? aku pikir curhatnya mbak hihi.

Fahrie Sadah mengatakan...

Seperti kisah nyata.. atau memang iya?

Amy mengatakan...

Menunggu & kedinginan hanya u/ mengucapkan "masih mencintaimu sampai saat ini", pasti Tiara bahagia sekali :)

Gaphe mengatakan...

ini udah sesi terakhir atau masih ada sambungannya Mut?.. ckckck... pada akhirnya yah, Rio mengutarakan cintanya sama Tiara.

Meutia Halida Khairani mengatakan...

^Gaphe : wah, salahhh tafsir phe..

pai mengatakan...

alaska? wuidiii, mantaf bener..
kenalin ya mba robotnyaa, hhe..

Perpustakaan Online mengatakan...

salam kenal semuanya mampir buat sahabat blogger, mohon kritik dan sarannya soalnya baru bergabung dengan blogger mania. saya tunggu kehadirannya.

tiwi mengatakan...

waduh2..kereennn banget nih cerpennya...

Dwi mengatakan...

Wah manusia setengah robot? Jadi ingat film robocop.. :D

OEN-OEN mengatakan...

wah g connect nih ceritanya, g nyambung kaliii, salam kenal aja, he...

Mila Said mengatakan...

wow.. lu bikin cerbung yak? hehee... gw baru tau *et dah kemane aje

Putri Indah Purnama Sari mengatakan...

gambar nya ga asing tuh yg Cwo...
arggh..itu kan gambar donghae gue yg berubah jadi robot di Key of Heart..
hahahhahaha

Kamal Hayat mengatakan...

Ini cerita cinta ya...

rezKY p-RA-tama mengatakan...

blogger lagi ngambek mbaknya
ni baru bisa bw dengan lancar

Mayyadah mengatakan...

entar tiara jadi robot juga yaa? hehehhe

exort mengatakan...

meut jedah 1 cerita ke cerita lain kelamaan nih jadinya mood bacaannya naik turun padahal bagus ceritanya
anw kl uda kelar coba kirim ke penerbit deh, syukur2 diterbetin

TUKANG CoLoNG mengatakan...

ceritanya mampu membawa pembaca nih. aku yang baca bisa ngebayangin gimana keadaannya. :)

Penghuni 60 mengatakan...

ini tuh cerita nyambung ama yg dulu ya..
waduh aku hampir lupa, tp pas nyinggung2 soal Alaska, aku agak2 inget sih...

Science Box mengatakan...

sedih juga baca ceritanya...

I-one mengatakan...

Ehhmmm,dalem banget

r10 mengatakan...

wah aku jadi robot ... :o

mungkin lebih tepat disebut bionic man ketimbang robot kaleee yah :D

dv mengatakan...

iyaah komen ku jg banyak yg ilang gara2 maintenis kemarin :(

eh eh ini yg cerita ke alaska itu yah..waw,imajinasi nya keren banged..robot..ga ketebak nih ceritanya ^^b

Categories

adventure (256) Living (232) Restaurant (146) Cafe (137) Hang Out (130) Jawa Barat (99) Bandung (91) Story (79) Movie (72) Lifestyle (64) Jakarta (63) Aceh (48) Event (46) Hotel (34) China (31) Jawa Tengah (27) Islam (24) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Consultant (16) Malaysia (16) Technology (16) Family (15) Warung Tenda (15) Jawa Timur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Kuala Lumpur (13) Philippines (12) Beach (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Bali (8) Birthday (8) Cambodia (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Jeju Island (7) Malang (7) Osaka (7) Seoul (7) Singapore (7) Wedding (7) Karimun Jawa (6) Makassar (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Siem Reap (5) Sukabumi (5) Surabaya (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Busan (4) CEO (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) giveaway (4) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) BBLive (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan