Juli 26, 2014

Indonesia di Akhir Ramadhan

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya udah agak lama baru posting blog lagi. Berhubung kalau udah mudik ke kampung halaman itu kerjaannya banyak banget dan menumpuk. Mulai dari beres-beres, bersih-bersih, masak-masak, pokoknya semua kerjaan rumah tangga yang udah hampir nggak pernah saya lakukan selama di Jakarta itu harus dikerjakan. Capek sih, badan keringetan terus, tapi senang aja tuh. Mana di Aceh buka puasa lama banget, jarang tidur siang lagi, jadi terasa banget hausnya. Biasanya untuk mempercepat buka puasa tuh saya tidur siang. Nah, kalau di Aceh, agak susah tidur siang. Panas banget cuacanya. AC di kamar kurang nendang jadinya. Alhamdulillah semalem sempat hujan, walaupun bukan hujan sih itu namanya. Lebih tepatnya Thunderstorm! Hujan disertai angin hebat dan badai. Sampai-sampai seluruh dapur dan kamar belakang basah diterpa hujan.

Baiklah, selesai basa-basinya. Sebenarnya saya mau memposting tentang apa yang saya lihat dan rasakan selama bulan puasa di social media. Mungkin bukan saya saja yang merasakan hal ini, tapi seluruh warga negara Indonesia. Duh, rasanya bener-bener males banget deh buka facebook, path, dan twitter. Untungnya instagram nggak sebegitunya. Saya akan bahas satu-demi satu per paragraf supaya saya bisa mengingat kejadian ini seumur hidup.

Pertama, masalah Pemilu Presiden. Ntah kenapa, pilpres kali ini dipenuhi oleh orang-orang yang suka memposting link ke Facebook. Ntah itu black campaign, atau berita benar pun jadinya memenuhi news feed di Facebook. Awalnya saya merasa nggak masalah, selama yang diposting itu adalah berita yang jelas sumbernya. Paling nggak portal berita yang menjadi acuan link tersebut masih benar. Nah, yang bikin sangat menyebalkan adalah orang-orang yang semakin hari malah memposting keburukan salah satu pasangan calon. Captionnya juga kadang nggak pantas ditulis oleh seseorang yang mengenyam pendidikan di luar negri. Apa dia segitu nggak ada kerjaannya kali ya? Jadi tiap hari cuma mencari kesalahan capres yang tidak di jagokannya. Semuanyaaaa di posting dan saya sampai meng-unfollow banyak banget teman di Facebook. Bukan itu aja, komentar-komentar yang ditulis pun saya rasa kurang pantas dan agak sok tau. Masya Allah, pusing banget deh saya dengan masalah ini. Jadi curhat!

Kedua, piala dunia. Kalau event yang satu ini masih lumayan terkendali menurut saya. Cuma ada hal agak aneh, giliran setelah final dan Jerman menang melawan Argentina, wah jadi berantem deh. Lagi-lagi berantemnya di Facebook. Jelek-jelekin Messi lah, walaupun saya kurang tau juga siapa itu Messi. Bahkan stasiun tv yang menayangkannya juga jadi di jelek-jelekin. Apa hubungannya coba?

Ketiga, Quickcount. Balik lagi ke permasalahan pilpres. Setelah pemilu beres, beberapa hasil hitung cepat mulai ditayangkan di stasiun tv. Yang anehnya, stasiun tv yang mendukung pasangan calon pasti menang di stasiun tv tersebut. Saya jadi bingung mau nonton berita di tv mana. Trus dari Quickcount, muncullah Realcount? What's different? Sama-sama counting 'kan ya? Dan mulailah orang-orang pada berantem lagi di media social. Bahkan update status di BBM pun penuh dengan hasil hitung itu. 

Keempat, Gaza. Wah, hal ini bikin kacau balau juga. Mayoritas umat muslim di Indonesia pasti akan membela Palestina. Selain karena saudara sesama muslim, memang Palestina juga dari dulu perang terus. Mari melihat dari satu sisi. Mungkin masyarakat Indonesia memang hebat mau mengulurkan bantuan kemanusiaan ke jalur Gaza. Tapi dalam bulan Ramadhan ini, mengeluarkan kata-kata kotor memaki Israel yang notabene Israel aja nggak baca tulisan kata-kata kotor kalian itu hanya akan mengurangi pahala di bulan Ramadhan. Lebih baik menyumbang dana, atau paling nggak berdoa di rumah masing-masing daripada harus memaki-maki aneh-aneh. Haduwh! Mana ada komentar yang mempertanyakan negara-negara Arab lainnya apakah ikut membantu apa nggak? Sekalipun mereka membantu, emangnya harus bilang sama kita? Saya juga nggak setuju sama perang, apalagi yang mengorbankan wanita dan anak-anak. Tapi perang nggak harus dibalas perang. Masih banyak cara yang lebih manusiawi seperti mengadakan perundingan.

Kelima, ulama kita Quraish Shihab. Saya heran sama orang-orang yang menjelek-jelekkan beliau. Padahal menonton tayangan Tafsir Al-Misbah aja setengah-setengah. Lalu memposting penggalan video dengan tidak lengkap. Kalian tau? Beliau itu ulama dengan predikat summa-cumlaude. Sekalipun kalian mengejek-ngejek beliau, kalian tetap hanya akan dianggap angin lalu. Beliau segitu hebatnya bisa menafsirkan Al-Qur'an. Bukunya sudah terlalu banyak beredar di masyarakat dalam dan luar negri. Paling-paling yang banyak omong dan memaki beliau itu hafalan juz amma saja masih sedikit. Kenapa tidak menahan diri? Yang pasti, Quraish Shihab adalah salah satu ulama favorit saya sejak dulu. Saya suka nonton Tafsir Al-Misbah, mama saya juga punya banyak buku tulisan beliau.

Keenam, hasil pilpres. Menurut KPU dan Bawaslu, presiden terpilih adalah Pak Jokowi. Buat yang bukan pendukung beliau, mulai deh mencari-cari kesalahan dan kecurangan KPU. Heran deh, emangnya nggak capek apa ya mencari kesalahan orang terus-menerus? Beberapa media juga mulai mempublikasi rancangan kabinet Pak Jokowi nanti. Yang anehnya lagi, orang-orang pada mengomentari calon mentri Agama. Emangnya ada masalah ya? Kenapa kita tidak sama-sama mendoakan yang terbaik, sama-sama mendukung, rakyat bersatu kembali. Memang sih hampir setengah Indonesia yang tidak mendukung Pak Jokowi tidak akan menerima begitu saja. Tapi mau bagaimana lagi? Daripada kalian capek, mendingan tetap bekerja seperti biasa, beribadah yang banyak, mumpung bulan Ramadhan. Paling nggak lihat lah hal positifnya, presiden terpilih di bulan Ramadhan insya Allah baik.
Presiden Indonesia
Alhasil, beginilah Ramadhan tahun ini. Penuh dengan konflik sana-sini. Ntah kenapa rakyat Indonesia kali ini agak aneh. Awal Ramadhan aja, mesjid dekat kosan agak sepi. Biasanya setiap tahun saf shalat Tarawih sampai keluar dari mesjid. Penuhhh banget! Tahun ini? Dalam mesjid aja nggak penuh. Kenapa bisa begitu? Wallahu 'alam.

Sebentar lagi Idul Fitri. Kalau memang kemarin terlanjur berbuat banyak dosa, mungkin bisa kembali mensucikan hati. Akhir kata, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Kalau ada salah kata, mohon di maafkan. Jangan lupa bayar zakat fitrah juga ya.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Juli 20, 2014

Farewell Kakros

Besok salah satu teman baik saya terbang ke Kanada. Hiks, sedih deh. Berhubung selama kerja di Metrodata, kita masuk agak barengan (saya masuk lebih dulu beberapa minggu), terus dapat satu projek sampai sekarang. Sebenarnya kalau dia pindah kerja ke kantor lain dan juga di Jakarta, saya sih nggak masalah. Toh kalau masih pengen maen dan ngumpul, tinggal telepon aja dan janjian mau kemana. Tapi kalau ke Kanada??? Oke, mungkin suatu hari saya harus menjadwalkan perjalanan kesana untuk sekedar backpackeran. Berapa duit ya? Hihihi. Walaupun sebenarnya saya memang suka mengunjungi teman-teman saya yang berserakan di bumi ini. Dulu maen ke Salatiga, trus Kuala Lumpur, sampai ke Osaka pun saya kunjungi untuk menemui teman-teman saya. Insya Allah nanti juga bakalan mengunjunginya di Kanada.

Oh ya, nama teman saya Ade Rosiva. Panggilannya Kakros, hihihi. Teringat dulu asal mula nama Kakros berasal dari saya salah ucap Ros, trus ditambahin sama teman saya Kakros di Upin Ipin. Jadi aja kepanggil Kakros sampai sekarang. Kita tuh kegemarannya agak sama (ngaku-ngakunya), nama mantan juga awalnya sama (Ban dan Ben), putusnya juga agak barengan, sama-sama suka jalan-jalan, dan karena dia lahir dan besar di Medan, jadinya istilah-istilah Mentel, Kates, yang biasa dipake di Sumatra masih bisa kita ucapin bareng-bareng di kantor.
Sekamar di Bali
Dieng
Masih teringat sewaktu kita jalan-jalan ke Dieng. Pertama kalinya saya jalan-jalan sama dia. Saya mengajak banyak teman saya dan jadinya temenan juga sama Kakros. Ada cowok cari perhatian Kakros disana, still remember? Bahkan dia rela berfoto dekat kawah demi mencuri perhatian Kakros, hahahaha. Ngeri bener 'kan? Masih tertunggak nih jalan-jalan ke Bromo, belum di realisasikan. Berlanjut jalan-jalan di Bali, bawa pacar masing-masing, dan perjalanan yang sangat mengasyikkan. Kali ini jalan-jalannya tipe murah mewah. Jadi benar-benar menikmati liburan. 

Sewaktu sama-sama putus juga jadi curhat-curhatan, hihihi. Kayaknya lo adalah orang yang selalu pengen gw ceritain banyak hal, apa aja. Dan juga teman yang selalu gw mintain pendapat untuk jalan-jalan. Berhubung jalan-jalan lo udah level advance. By the way, lo meninggalkan banyak cowok-cowok yang naksir nih. Gimana tuh? Hahahaha. Patah hati lah ya mereka semua.
Farewell
Oke deh, kayaknya satu postingan blog juga nggak akan cukup menceritakan pertemanan selama hampir dua tahun ini. Hiks. Kemaren juga sewaktu Farewell di Penang Bistro juga udah banyak doa dan harapan termasuk kesan-kesan dari teman-teman se-tim. Semangat yah di Kanada. Nanti kalau gw punya anak, gw kasih deh ke PAUD elo. Hahaha. Tetap kirim-kiriman email ya sama gw. Have a nice trip!

Juli 10, 2014

Pilpes Nggak Golput

Kemarin, akhirnya saya bisa juga nyoblos di Pilpres. Teringat sewaktu Pemilu Legislatif saya jadi golput karena memang nggak tau mau milih siapa. Pilihannya kebanyakan, partainya juga kebanyakan, jadi aja bingung. Nah, untuk Pilpres kali ini beda dong. Pilihannya cuma dua dan saya ingin memilih salah satu. Benar-benar berusaha memperjuangkan nggak golput dan berusaha juga agar teman-teman saya nggak golput.

Sebenarnya saya udah mendaftar jadi pemilih sejak sebulan yang lalu karena Si Mbak (pengurus kosan) udah berkoar-koar teriak siapa aja yang mau ikut Pemilu Presiden. Untungnya saat itu saya sedang masak dan mendengar suara Si Mbak, akhirnya saya menyerahkan fotokopi KTP untuk mendaftar. Nah, sayangnya beberapa anak kosan yang lain nggak mendengar teriakan Si Mbak. Jadi deh banyak yang nggak terdaftar. Lebih tepatnya, dari dua puluhan anak kos, cuma mungkin lima yang terdaftar. 

Eits tunggu dulu. Walaupun yang terdaftar cuma 5, tapi rata-rata semua terdaftar di daerah. Ada teman yang bela-belain pulang ke Bandung untuk nyoblos. Ada yang mengitari Jakarta untuk mencari TPS dimana nama dia terdaftar dan alhamdulillah tetap bisa nyoblos. Nah, yang paling sulit sebenarnya yang KTP daerah. Berbekal pengetahuan bisa nyoblos dengan bawa fotokopi KTP, jadinya beberapa teman saya ikut saya ke TPS untuk mencoba agar bisa nyoblos. Dimulai dari TPS dekat kosan yang ramenya minta ampun, tapi buat yang nggak punya formulir A5, nggak boleh nyoblos. Pokoknya hampir semua TPS nggak ngasih solusi dan bilang nggak bisa nyoblos. Kasian banget ngeliat teman-teman yang nggak bisa nyoblos dan mereka udah usaha keliling TPS supaya mungkin dapat jalan keluar.

Saya aja yang terdaftar sebagai pemilih juga agak pusing dimana TPS saya. Saya jalan ke kantor polisi Setiabudi dan bertanya dimana TPS 17. Pak polisi baik hati menunjukkan sebuah TPS di dekat warung dan ternyata TPS 16. Saya tanya ke petugas dimana TPS 17, ternyata jauh banget jalan kaki dari TPS 16. Mana panas-panasan dan puasa tapi nggak berkurang semangat untuk nyoblos. Saya juga melihat banyak orang di kelurahan Karet. Ntah ngapain deh mereka.

Sesampai di TPS 17, saya menyerahkan formulir, dan nggak sampai lima menit kemudian saya dipanggil untuk nyoblos. Alhamdulillah bisa ikut berpartisipasi dalam Pilpres kali ini. Saya senang banget. Tapi kebahagiaan saya belum lengkap tanpa tinta biru di jari teman saya. Akhirnya saya tanya ke petugas, apa bisa nyoblos pakai KTP daerah. Petugas menjawab agak ragu-ragu, jadi saya mengasumsikan kalau 'bisa'. Bertiga dengan teman saya, kita duduk di bawah pohon untuk menunggu solusi bisa nyoblos. Sampai akhirnya jam 12 siang sebelum shalat Zuhur, panitia bilang yang tidak terdaftar bisa nyoblos setelah semua orang yang terdaftar nyoblos. Saya kira mulai menemukan titik terang dan saya menyuruh teman-teman saya bersabar sedikit lagi.

Setelah shalat Zuhur, petugas menyuruh yang tidak terdaftar untuk mendaftar terlebih dahulu. Ternyata tetap butuh formulir A5 dan teman-teman saya nggak punya formulir itu. Alhamdulillah ada mbak-mbak baik hati membagikan formulir yang lebih miliknya. Dia fotokopi 3 lembar katanya dan teman saya kebagian. Beberapa orang lain disuruh fotokopi dulu sama petugas untuk yang mau nyoblos. Tidak lupa harus menyertakan fotokopi KTP juga untuk arsip mereka. Ada beberapa warga yang bilang kalau antrian di kelurahan tadi adalah antrian minta stempel untuk formulir A5. 

Saya lalu whatsapp beberapa anak kos untuk datang supaya bisa menggunakan hak pilihnya. Sayangnya waktu sebenarnya udah mepet. TPS tutup jam 1 siang dan beberapa pemilih reguler masih saja datang telat. Yang bikin sebel karena pemilih reguler dan terdaftar pasti akan didahulukan karena mereka lebih di prioritaskan. Sedangkan kami yang sudah menunggu berjam-jam tetap harus menunggu giliran. Heran juga sama pemilih reguler, dikasih waktu dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang, eh baru datang jam 1 siang. Ngapain aja sih mereka? Sangat menyebalkan.

Akhirnya petugas TPS juga udah bete kali ya karena terus aja datang pemilih reguler. TPS pun ditutup. Alhamdulillah. Akhirnya dipanggillah nama pemilih yang tidak terdaftar satu-persatu untuk memberikan suaranya. Huft, nggak sia-sia menunggu berjam-jam demi bisa nyoblos. Saya melihat dua teman saya yang berhasil nyoblos dari luar TPS merasa senang banget. Ah, senang banget banget deh! Alhamdulillah. Perasaan yang agak lebay sih, cuma ntah kenapa emang kemarin tuh senang banget melihat mereka bisa nyoblos.

Saya juga baru tau ternyata formulir A5 bisa di download. Ah, seandainya anak-anak kosan pada tau, pasti mereka bisa nyoblos juga. Semoga ke depannya lebih baik sosialisasinya. Rakyat Indonesia memang sangat antusias dengan Pilpres kali ini. Setelah beres nyoblos, saatnya nyari diskon ke Plaza Semanggi. Saya dan teman-teman naik taksi dari TPS dan jalan terlihat sangat sangat lengang. Padahal udah jam 1:30 siang tapi belum terlihat banyak mobil di jalan. 

Sesampai di Semanggi, saya belanja di Centro. Beberapa produk mendapatkan diskon kalau menunjukkan jari bertinta seperti Pierre Cardin. Saya juga mendapatkan gratis es teh manis di Starbucks, dapat minyak goreng juga di Giant. Ada cerita lucu nih demi mendapatkan minyak goreng. Belanjaan saya Rp. 144,000 dan untuk dapat minyak goreng harus belanja Rp. 150,000. Karena bingung mau beli apa lagi untuk menggenapi sisa Rp. 6000, akhirnya secara acak, teman saya mengambil es krim, hihihi. Udah seperti sedang mengikuti reality show dimana harus belanja senilai Rp. 150,000.

Sebenarnya masih banyak diskon lainnya. Cuma udah kecapekan jalan-jalan keliling Semanggi dan makan banyak. Akhirnya saya pulang jam 20:30. Pokoknya kemarin adalah hari yang sangat antusias. Semoga presiden terpilih adalah yang terbaik. Aminnn!!!

Juli 08, 2014

Muhammad Al Fatih 1453

Akhirnya saya baca juga buku ini. Setelah menonton depenggal filmnya di Khalifah yang tayang di Trans 7 yang membuat saya sukses terharu dan merasa bangga. Jadi penasaran cerita lengkapnya seperti apa. Kebetulan kantor saya bersebelahan dengan Mall, jadinya langsung meluncur ke Gramedia untuk beli bukunya.

Buku ini ditulis oleh ustad Felix Y. Siauw dengan sangat lengkap. Memang hanya 314 halaman, tapi karena tulisannya kecil-kecil dan rapat, juga disertai foto dan peta, seolah-olah kalian membaca buku dengan ketebalan 600 halaman. Tapi nggak terasa lho. Karena saya menghabiskannya dalam waktu 3 hari, dalam sehari cuma sempat baca 3 jam karena harus ngantor, bangun sahur, shalat taraweh, dan berbagai kegiatan lainnya.


Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengar nama Muhammad Al-Fatih, seorang sultan terbaik dan pasukan terbaik yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, sekarang nama kotanya Istambul, Turki. Mungkin dalam catatan sejarah, penaklukan sebuah kota adalah hal biasa. Tapi yang membuat Konstantinopel menjadi sangat luar biasa adalah karena Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukannya. (HR. Ahmad)"

Mendengar sabda seperti itu, hampir seluruh khalifah di dunia mencoba untuk menaklukkannya. Tapi jangan salah. Kala itu, Konstantinopel adalah kota benteng yang amat sangat tangguh dan susah di tembus, belum lagi ada parit yang mengelilinginya sampai kota ini pernah mendapat julukan "The City of Perfect Defense".

Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed) adalah anak dari Sultan Murad pada khalifah Utsmani. Sultan Murad juga pernah mengepung benteng Konstantinopel seperti para khalifah yang lain tapi tetap gagal. Beliau berdoa pada Allah agar suatu hari anak-anaknya bisa menjadi penakluk. Sayangnya dua dari anak Sultah Murad terbunuh sehingga tersisa hanya Sultan Mehmed. Kematian anaknya membuat Sultan Murad sangat terpukul sehingga memanggil Mehmed ke Edirne untuk dipersiapkan menjadi pengganti dirinya. Sejak awal, Mehmed dikelilingi oleh ulama-ulama terbaik pada zamannya dan mempelajari berbagai disipilin ilmu, baik yang berkaitan dengan Al-Qur'an, tsaqafah islam, fiqih, astronomi, metafisika, bahasa, teknik perang, dan militer. Beberapa ulama mengaku agak kesulitan mengedalikan Mehmed karena wataknya yang keras. Sampai akhirnya seorang ulama bernama Syaikh Ahmad Al-Kurani (yang berpengaruh dalam penyerapan dan penghafalan Al-Qur'an) dan Syaikh Aaq Syamsyudin (yang memberi pengaruh untuk membentuk mental penakluk) yang bisa mengajarinya. Bahkan ulama Syaikh Ahmad mendapat ijin dari Sultan Murad untuk memukul Mehmed kalau dia tidak menaati perintah sang ulama.

Yang paling membuat saya terkesan pada buku ini adalah bahwa seorang Sultan Mehmed sama sekali tidak pernah masbuq dalam shalat, tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah, shalat rawatib, dan shalat tahajjud. Bahkan untuk memastikan para tentara beliau adalah tentara yang paling bertaqwa pada Allah, beliau sengaja berjalan-jalan ke tenda-tenda prajurit untuk memastikan tidak ada prajurit yang melanggar syariat. Beliau juga menaruh 1000 orang ulama di pasukannya agar menyemangati dan mengingatkan untuk tetap berpegang teguh pada Allah. Alhasil, tentara Sultah Mehmed adalah tentara yang selalu berzikir, bahkan ketika berlatih dan menempa pedang, selalu shalat berjamaah, tidak pernah berpesta pora, tidak pernah minum khamar, dan hal tercela lainnya. Mengingat beberapa film perang yang saya tonton menunjukkan kalau sudah menang perang, minum anggur, pesta, dan tidak jarang pesta seks. Prajurit dan pemimpin yang sangat mulia.
Ilustrasi Sultan dan Pasukannya
Hal yang mencengangkan lainnya; Pertama, ide-ide Sultan yang See Beyond Eyes Can See. Sultan Mehmed ini luar biasa cerdas. Beliau memerintahkan para prajurit memindahkan kapal-kapal perang ke Selat Marmara, karena kalau dipindahkan dari jalur laut ada rantai yang membendungnya. Hal ini membuat pasukannya menguasai perairan. Juga meriam yang dibuat untuk menghancurkan benteng dengan panjang 8 meter. Agar mereka selalu diingatkan untuk bergantung pada Allah, di moncong meriam diukir kalimat "Tolonglah Ya Allah! Sang Sultan Muhammad Khan bin Murad". Kedua, sang Sultan selalu memimpin shalat berjamaah bahkan ketika mengepung benteng. Bayangkan saja, beliau memimpin shalat 250,000 pasukan yang mengelilingin benteng.
Meriam Sultan dengan moncong berkaligrafi
Ilustrasi Sultan Mehmed memimpin shalat berjamaah
Memang, pengepungan benteng bukan usaha sehari, dua hari. Tapi Sultan mempelajari berbagai kekalahan Kekhalifahan sebelumnya yang menjadi masukan untuknya. Beliau mengepung satu kota demi satu, wilayah demi wilayah, baru akhirnya sampai pada benteng Konstantinopel. Usaha yang benar-benar penuh perhitungan. Hal yang membuat saya terharu juga ketika hari H pengepungan, Sultan Mehmed ingin menemui gurunya Syaikh Aaq Syamsyudin, tapi beliau tidak mau ditemui. Ketika Sultan geram dan menebas pintu masuk tenda sang ulama, beliau melihat gurunya itu sedang sujud dan berdoa agar hari penaklukan semakin dekat. Doa seorang guru kepada anak didiknya.

Terlalu banyak hal yang sangat hebat dari buku ini. Baca deh, dan kalian akan berpikir bahwa pahlawan dalam islam jauh lebih hebat dari Ironman, Spiderman, Captain Amerika, atau super hero lainnya dalam film. Sesungguhnya pemimpin terbaik dan pasukan terbaik yang diramalkan Rasulullah SAW itu benar-benar terbaik dan lebih dari itu. Semoga kita bisa seperti mereka, aminnn....

Juni 30, 2014

Ramadhan 1435 H

Hi teman, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan yah. Wah, bulan ini sangat sangat saya nanti-nantikan. Rasanya tenang dan damai banget di bulan ini. Apalagi setiap stasiun tv menayangkan tayangan yang islami untuk meningkatkan iman dan taqwa. Pokoknya saya sangat bahagia menyambut bulan Ramadhan.

Kebetulan ada adik saya menginap di kosan. Supaya suasana Ramadhan sama dengan di Aceh, jadi kami masak daging deh. Memang bukan masak rendang, tapi kami membuat rendang balado dan sup iga sapi. Wah, alhamdulillah nikmat sekali. Udah lama banget juga nggak belanja ke Pasar. Jadi hari sabtu kemaren saya ngeborong sayur-sayuran seperti wortel, kentang, buncis, dan teman-temannya, lalu telur, terasi, bumbu masak, dan lain-lainnya. Otomatis isi kulkas langsung penuh. Kalau mau ngebahas harga sayuran dan buah-buahan itu sekarang lebih mahal, saya kurang tau. Karena emang jarang banget ke pasar. 
Hasil masakan untuk buka dan sahur
Baiklah, seperti Ramadhan yang lalu. Saya selalu menuliskan target di bulan Ramadhan ini mau ngapain aja.

  1. Khatam Al-Qur'an. Khusus tahun lalu nggak khatam karena baca Qur'an di android dan ada terjemahannya. Jadi antusias baca terjemahannya juga deh.
  2. Mau makan sehat selama sahur. Kalau berbuka puasa sih masih tentatif berhubung banyak ajakan berbuka bareng, hahaha.
  3. Mau kembali menghafal surat-surat pendek yang udah pada lupa.
  4. Mau terus tarawih di mesjid. Tahun lalu mungkin cuma 3 kali apa 5 kali gitu ke mesjid, karena setiap shalat taraweh di mesjid tuh pasti bersin-bersin. Berbeda dengan 2 tahun yang lalu sering ke mesjid tapi alhasil jadi flu, batuk, demam. Tahun ini udah dapat tips dari dokter, jadinya minum obat alergi setiap hari selama sebulan. Nggak apa-apa deh, demi shalat.
  5. Mau memperbanyak dengerin ceramah agama. 
  6. Mau beresin CRUSH 2. Soalnya projek kantor udah beres dan kerjaan saya sekarang ini cuma melanjutkan menulis novel, hihihi.
Udah deh, 5 target dulu. Semoga bisa dipertemukan dengan Idul Fitri. Sewaktu saya shalat tarawih hari Sabtu kemarin, rasanya tuh damai banget. Udah lama banget nggak berkumpul dengan komunitas orang-orang shaleh. Memang salah satu obat hati adalah berkumpul dengan orang shaleh yah.
Ramadhan
So, Marhaban Yaa Ramadhan :)

Juni 24, 2014

Ayahku Bukan Pembohong

Saya lagi suka baca buku nih. Kebetulan lagi banyak sale, jadi agak memborong buku-buku bagus. Selain karena mau cari inspirasi juga untuk nulis buku lagi, sekalian memang lagi pengen buku-buku Tere Liye juga.

Saya beli buku ini kalau nggak salah di Carrefour ITC Kuningan dengan harga Rp. 15,000 dan ada stempel Broken Book. Setelah saya buka-buka halamannya nggak ada yang sobek, jadinya saya beli aja. Sempat lama buku ini betengger di lemari saya dan baru sempat baca kemarin. Karena cuma 299 halaman, sebentar juga saya habis bacanya.

Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Adam yang dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ayahnya hanya pegawai negeri biasa dan Ibunya seorang ibu rumah tangga yang sakit-sakitan. Yang mengasyikkan adalah Adam dibesarkan dalam kisah-kisah seru sang Ayah yang masa mudanya dihabiskan untuk berpetualang. Ayah mengambil gelar Master di luar negri dan ketika kuliah beliau pergi ke berbagai tempat dan benar-benar seru.

Dimulai ketika Adam mau mengikuti seleksi klub renang dan sang Ayah menceritakan tentang Sang Kapten (pemain sepakbola terkenal idola Adam) yang berlatih sangat keras untuk menjadi pemain dunia. Adam terinspirasi dari cerita Sang Kapten dan dia berlatih keras. Cerita tentang Apel Emas Lembah Bukhara dan Suku Penguasa Angin juga sangat keren. Ayah menceritakan bahwa kehidupan indah dalam sebuah kota itu tidaklah di dapat dari hasil instan, tapi perjuangan bertahun-tahun sampai ratusan tahun. Dan masih banyak cerita lainnya.

Ketika Adam beranjak SMA dan sekolah di Akademi Gajah, dia menemukan buku cerita yang menceritakan Apel Emas Lembah Bukhara dan Suku Penguasa Angin. Dari situ dia mulai meragukan kalau cerita sang Ayah selama ini adalah nyata. Bisa jadi semua cerita Ayah adalah dongeng. Bahkan ketika ibu Adam sekarat di ICU, Ayah masih menceritakan kalau dulu dia memiliki teman Si Raja Tidur yang mengatakan kalau ibunya tidak akan bisa disembuhkan dari penyakitnya. Adam marah karena Ayah tidak berusaha untuk menyembuhkan ibu, hanya berpegang teguh pada pendapat si Raja Tidur. Lalu ketika Ibu meninggal, Adam berhenti mempercayai cerita-cerita Ayahnya. Padahal seluruh kampung Adam tau kalau Ayah tidak pernah berbohong sama sekali.

Novel ini berhasil membuat saya nangis tersedu-sedu. Duh, sedih banget deh! Kejadian sewaktu Adam nggak mau Ayah bercerita kepada anak-anaknya tentang dongeng-dongeng belaka sampai ia mengusir sang Ayah itu menyedihkan banget. Terbayang wajah tua Ayah yang keluar ketika hujan karena Adam mengusirnya. Bahkan sampai suatu hari ketika Ayah meninggal, dan Sang Kapten datang ke pemakaman Ayah, barulah Adam menyesal dan menangis. Terkuaklah sudah semua kebenaran dari cerita-cerita ayah.

Saya sangat merekomendasikan kalian untuk baca novel ini. Banyak sekali pesan kehidupan di dalamnya. Mungkin kalau saya punya anak nanti, saya pasti akan menyuruh mereka untuk membacanya supaya bisa melihat sisi positif dalam buku.

NB : Sehabis baca The Fault in Our Stars dan saya lanjut baca buku ini, baru saya bisa menangis puas, hehehe. Bed cover sampai basah dan besoknya mata saya kembung. OMG, disangkain sama teman-teman baru berantem lagi, hihihi.

Juni 22, 2014

The Fault in Our Stars

Novel dan film yang akan saya review adalah salah satu dari New York Time Bestseller, buku terlaris di New York. Mungkin saya beberapa kali membaca berita di social media, betapa hebohnya euphoria novel dan film ini. Awalnya karena teman saya memberitahukan kalau isi novel ini bagus, sedih, dan eh padahal dia sendiri belum baca. Teman saya cuma bilang kalau cerita novelnya tentang cewek penderita kanker paru-paru jatuh cinta dengan cowok yang dulunya penderita kanker tulang.

Baiklah, saya tertarik dengan euphorianya. Saya pergi ke Plaza Semanggi dan beli bukunya seharga Rp. 49,000. Untuk buku dengan tebal 400an halaman, buku ini memang termasuk murah. Penulisnya adalah John Green dan novel The Fault in Our Stars ini adalah karyanya yang ke enam.

Ceritanya dimulai dari remaja berusia 17 tahun bernama Hazel Grace, seorang penderita penyakit kanker tiroid yang sudah menyebar sampai ke paru-paru. Hal itu membuat dia harus selalu menggunakan selang oksigen dan membawa tabung oksigen kemana-mana. Hazel mengikuti Cancer Supporting Group, grup untuk para penderita kanker agar dia mempunyai banyak teman. Penyakit kanker membuat Hazel lebih suka di rumah dan membaca sebuah novel karangan Peter Van Houten berjudul An Imperial Affliction (Kemalangan Luar Biasa).

Suatu hari di Cancer Supporting Group, Hazel bertemu dengan Augustus Waters, seorang remaja berusia 18 tahun dengan satu kaki, karena kaki yang satu lagi sudah di amputasi karena osteostarkoma (kanker tulang). Gus, panggilan Augustus Waters, sudah divonis bersih dari kanker sejak 1,5 tahun yang lalu. Gus dan Hazel kemudian menjadi teman dekat. Mereka saling meminjamkan novel, bermain bersama, sampai suatu hari Gus mewujudkan impian Hazel pergi ke Amsterdam untuk menemui Peter Van Houten.

Hari-hari mereka di Amsterdam sangat indah. Mereka makan malam di restaurant mewah, berjalan di sepanjang kanal-kanal sungai, berciuman di museum Anne Frank, dan lainnya. Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Gus diam-diam melakukan scan pada tubuhnya karena suatu hari pinggangnya sakit. Ternyata kanker mulai tumbuh lagi di tubuhnya dan sudah menyebar kemana-mana.

Ok, cukup untuk penggalan cerita. Saya membaca buku dulu baru menonton filmnya. Di twitter bilang kalau mau nonton filmnya harus menyiapkan tissue berkotak-kotak karena sedih banget. Saya coba baca bukunya, alurnya datar, biasa aja. Sebuah kisah cinta remaja biasa, hanya saja mereka memiliki kanker, dan saya belum nangis baca bukunya. Sekitar halaman 300an, saya mulai menitikkan air mata sedikit, hanya sedikit lho, ketika saya baca kalau Gus nggak bisa menemani Hazel selamanya, lalu pada akhirnya Gus meninggal dan nggak ada cerita yang terlalu dramatis.
Baiklah, mungkin kalau nonton filmnya, saya bisa lebih menghayati dan lebih bisa untuk sedih. Ternyata banyak hal dalam novel yang nggak ditampilkan dalam film, tapi masih bisa diikuti alur ceritanya. Sayangnya ketika saya nonton film, penonton depan saya sangat lebay. Ada adegan lucu sedikit, dia tertawa ngakak. Trus ada kata-kata romantis, dia terpesona dengan lebay, ahh mengganggu banget deh pokoknya. Akhirnya saya nggak nangis sama sekali dari awal film sampai habis.

Kesimpulannya, menurut saya The Fault in Our Star nggak sedih. Saya bisa nangis terisak-isak sewaktu membaca novel karangan Tere Liye seperti Hafalan Shalat Delisa, Ayahku Bukan Pembohong, dan lainnya, sampai mata saya kembung. Saya juga nangis banget sewaktu nonton film Habibie dan Ainun, The Amazing Spiderman 2, dan Godzilla. Jadi agak heran juga kenapa saya nggak nangis pas film ini, hihihi.

Sekian review saya. Mungkin menurut kalian bisa aja novel ini memang sangat menyedihkan. Semoga reviewnya bermanfaat yah :)

Juni 14, 2014

11 Pertanyaan

Jujur aja, udah lama banget nggak posting sesuatu yang diestafetkan sama blogger lain. Selain karena saya agak jarang blogwalking, saya juga punya banyak antrian postingan. Kali ini saya mau deh ngerjain estafetnya. Terakhir ngerjain kayak gini tuh sewaktu awal nge-blog. Udah 5 tahun yang lalu, hihihi.

Makasih banget buat kak Dhe yang udah ngasih estafet pertanyaan untuk saya. Berikut uraiannya ya:
Post award ini di blog kamu (pasang banner liebster pink) : Udah 
Say thanks kepada blogger yang udah ngasih tongkat estafetnya ke kita + ngasih link back ke blognya: Udah ya

Tuliskan 11 hal tentang Meutia:
  1. Suka nulis
  2. Suka jalan-jalan
  3. Suka makan
  4. Gampang ngambek
  5. Suka takoyaki
  6. Suka shopping
  7. Suka Makeup
  8. Suka ribet
  9. Nggak suka minum susu
  10. Sangat antusias dengan projek MRT Jakarta
  11. Pengen punya rumah di Jakarta sebelum 2018
Pertanyaan selanjutnya yang harus saya jawab:
  1. Sudah pernah kopdar sesama Blogger? Berapa kali? Udah, mungkin 3 kali. Lupa.
  2. Kalau dikasih kado, hal apa yang paling diinginkan? Coat dari Stradivarius, haha.
  3. Cita-cita masa kecil apa yang telah dicapai sekarang? Banyak, jadi guru, jadi orang IT, yang belum jadi Presiden Direktur, hahaha.
  4. Hal apa yang buat kamu bangga jadi dirimu sendiri? Open Minded.
  5. Siapa yang lebih dekat denganmu ayah atau ke ibu? kenapa? Ibu, selalu ngecek dimana saya berada dan lagi ngapain. Tempat curhat juga.
  6. Suka nonton? Film atau sinetron? Suka, film.
  7. Pernah merasa jenuh yang sangat? Kapan dan kenapa? Pernah, tahun 2012, karena mau resign.
  8. Benda apa yang biasa kamu bawa? Alasannya? Dompet dan handphone. Karena penting.
  9. Hal apa yang menurutmu sangat hebat yang pernah kamu lakuin? Bisa survive dari tsunami, hihihi. Alhamdulillah.
  10. Pernah ke tempat wisata mana saja? Sebutkan secara singkat ya! Duh banyak, tapi paling suka ke Jepang.
  11. Sebutkan beberapa makanan yang paling kamu sukai! Nasi padang, takoyaki, dan ayam penyet.
Oke deh, udah dijawab ya. Tapi kalau untuk meneruskannya ke 11 blogger lainnya, kayaknya sama aja deh listnya sama Kak Dhe. Teman-teman blogger saya ya itu-itu juga, hihihi. Oke deh, makasih ya udah di tag.

Juni 11, 2014

6 Movies Review

Hai all, sesuai dengan janji saya yang akan mereview sedikit tentang film-film yang saya tonton. Dari bulan Mei sampai Juni ini saya ingin mencatat film-film yang saya tonton mulai dari yang biasa aja, sampai yang luarrr biasa keren, hehehe. Baiklah, saya urutkan berdasarkan yang saya anggap biasa aja dulu ya, baru ke luar biasa.

Maleficent
Nilai di IMDB 7.5/10, tapi saya nggak begitu suka dengan film ini. Kalian tau cerita Putri Tidur (Aurora) yang akan tertidur selama-lamanya ketika berusia 16 tahun dan terkenal jarum di alat pemintal? Sebenarnya film ini tidak menghilangkan cerita aslinya, putri Aurora tetap terkena kutukan oleh peri jahat, tapi kali ini ceritanya lain. Peri jahat itu bernama Maleficent dan dia sebenarnya adalah peri baik hati yang hidup di hutan sangat indah.

Maleficent jatuh cinta pada Stefan (raja di masa depan dan ayahnya Putri Aurora) ketika masa remaja. Sayangnya, Stefan memotong sayap Maleficent dan menjadi raja. Maleficent merasa dikhianati sehingga ketika King Stefan memiliki anak, Putri Aurora, dia mengutuk putri tersebut. Untuk menghindari dari Maleficent, Putri Aurora di bawa ke hutan untuk dijaga oleh 3 orang peri. Diam-diam Maleficent malah ikut-ikutan menjaga Aurora sampai dewasa. Dia jadi sayang dengan Aurora. Sampai Maleficent mau menarik kutukannya, tapi gagal karena dulu ketika mengucapkan kutukan, dia bilang tidak ada orang di dunia ini yang bisa menarik kutukan tersebut. 

Bahkan di akhir cerita, ciuman yang diberikan pangeran ganteng nggak bisa membangunkan Aurora karena bukan cinta sejati. Cinta sejati adalah antara ibu (Maleficent) kepada Aurora. Maleficent mengecup kening Aurora, lalu dia langsung terbangun. Ahh, aneh ya. Tapi lumayan lah. Di akhir cerita malah Maleficent dan Aurora hidup bahagia selamanya. Cerita yang aneh...

Godzilla
Film yang satu ini unik banget menurut saya. Kalau lihat dari IMDB sih termasuk box office dengan nilai 7.2/10. Ceritanya dimulai ketika seorang Supervisor bernama Joe Brody kehilangan istrinya ketika mengecek sensor aktivitas yang ada di pabrik nuklir. Ah, disini adegannya dramatis banget, saya sampai terharu. Apalagi selama 15 tahun, Joe mencari tau apa yang sebenarnya terjadi di pabrik itu, kenapa bisa terjadi kebocoran pipa yang menewaskan istrinya.

Karena terlalu serius mencari tau tentang kematian istrinya, Joe terkesan seperti orang gila. Bahkan Ford, anak Joe, jadi khawatir melihat ayahnya. Tapi akhirnya apa yang dikatakan Joe benar, ada makhluk super besar yang mengkonsumsi nuklir dan ingin bereproduksi di bumi. Makhluk besar itu siapa? Godzilla? Oh bukaaan. Godzilla justru jadi pahlawan disini. Makluk yang jahat itu bernama MUTO, sedangkan Godzilla yang bertarung melawan MUTO. Aneh bener 'kan? Godzilla yang ada dipikiran saya musuhnya Ultraman, eh malah jadi pahlawan. Mungkin Ultraman akan menyesal karena telah membunuh Godzilla di masa lampau setelah menonton film ini, hihihi.

Edge of Tomorrow
Film Science Fiction yang satu ini agak berat menurut saya. Nilai di IMDB 8.2/10 tapi nggak ada cerita yang terlalu dramatis. Malah menurut saya film ini bikin capek. Kok capek? Jadi ceritanya seorang pegawai pemerintah bernama Cage. Dia ditangkap dan disuruh ikut berperang melawan makhluk luar angkasa bernama Mimics yang sudah menginvansi hampir seluruh dunia.

Awalnya film terasa biasa aja, seorang pegawai disuruh ikut berperang. Jangankan perang, dia bahkan sama sekali tidak bisa menggunakan senjata. Disini mulai terasa aneh, ketika dia berada di medan perang dan melawan Mimic, dia terbunuh dan kembali lagi ke keadaan dimana dia baru saja dibawa ke Heathrow Airport. Cage heran karena semua hal kembali seperti semula. Dia diperkenalkan oleh tentara lagi, dibawa ke medan perang lagi, sampai dia terbunuh lagi, begitu seterusnya. Sampai pada saat Cage bertemu Rita Vrataski di medan perang dan menyuruh Cage menemuinya ketika dia terbangun lagi setelah mati.

Ketika Cage terbunuh dan terbangun lagi, dia menemui Rita dan akhirnya berlatih cara berperang. Kalau latihannya jelek, Rita langsung membunuhnya dan dia hidup lagi, mengulang lagi kejadian yang sana, begitu seterusnya sampai Cage menjadi sangat hebat dalam peperangan. Capek banget deh, mati, hidup, mati, hidup, teruuus aja begitu sampai mereka akhirnya bisa mengetahui dimana otak Mimics untuk dihancurkan. Ah, filmnya keren, tapi capek, dan kisah drama percintaannya nggak terlalu menonjol.

The Amazing Spiderman 2
Film yang satu ini sangat menyentuh hati, hiks hiks. Sampai sekarang masih kepikiran sama Gwen yang meninggal karena harus menyelamatkan Peter Parker. Nilai di IMDB 7.4/10, jadi sangat direkomendasikan untuk ditonton. Dimulai dari pertentangan diri Peter yang harus memutuskan Gwen karena takut sesuatu terjadi padanya seperti ketika Ayah Gwen mati karena menolong Spiderman.

Menurut saya, untuk sebuah film superhero, film Spiderman ini bikin galau banget deh. Tentang persahabat Peter dengan Harry Osborn (Green Goblin) yang kemudian Harry malah menjatuhkan Gwen dari tempat tinggi sehingga kepalanya terbentur dan tewas. Ahhh, saya nangis banget ngeliat Peter sedih. Kebayang dong, cewek yang dia sayang, akhirnya mati ketika menolongnya melawan musuh. Pokoknya hampir seluruh film ini drama. Adegan superheronya masih kalah banyak dari dramanya. Karena saya cewek, saya suka aja sih sama film superhero full drama seperti ini, bikin nangis melulu sepanjang film. Tapi mungkin untuk para cowok, mungkin film ini kurang menggigit, kurang keren juga. Peter juga badannya kurus. Saya kira beneran masih anak kuliah dalam kehidupan nyata. Eh, ternyata Andrew Garfield (Peter) itu usianya udah 30an, hihihi. Awet muda dia...

X-Men: Days of Future Past
Film ini sangat keren, super keren, paling keren tahun ini kayaknya. Nilainya 8.5/10 di IMDB. Kalau saya mau ngasih nilai ya 9.9/10, hihihi. Berawal dari cerita robot Sentinels yang ingin membunuh semua mutant yang ada. Semua mutant berkumpul untuk melawan, tapi sayangnya Sentinels terlalu kuat. Akhirnya Kitty (mutant yang bisa mengirimkan seseorang kembali ke masa lalu) membawa Wolverine kembali ke 1973 untuk mencegah Mystique (mutant cewek warna biru) untuk membunuh Trask, pencipta Sentinels dimasa lalu.

Petualangan Wolverine pun dimulai. Dia mencari Professor Charles di sekolah untuk membantunya menemukan Mystique. Setelah menemukan Prof. Charles, mereka lalu harus membebaskan Magneto (Eric) dari penjara teraman di dunia, Pentagon. Adegan pembebasan Eric sangat dramatis karena mutant super cepat bernama Peter membantu Wolverine dan Prof. Charles.

Wolverine, Prof. Charles, Eric, dan Beast berhasil mencegah Mystique membunuh Trask, tapi sayangnya Eric malah mau membunuh Mystique karena dia dianggap sebagai penyebab kepunahan Mutant di masa depan. Pertarungan super keren pun terjadi, dimana Eric yang bisa mengendalikan logam  mengangkat stadion untuk dilempat ke gedung kepresidenan. Ah, kalau harus jadi mutant, saya memilih jadi Eric dan Blink. Tapi lebih keren Blink sih, karena dia bisa menciptakan lubang teleport, seperti pintu kemana saja. Hihihi. Pokoknya saya merasa film ini kurang lama saking seru banget banget banget. Nyesel deh kalau kalian nggak nonton.

How To Train Your Dragon 2
Nah, animasi yang satu ini buat saya nomor 1 yang paling keren diantara semua film yang ada. Kalau X-Men saya beri nilai 9.9/10, film ini saya beri nilai 10/10.  Nilai di IMDB 8.8/10 tapi karena baru keluar pas midnight doang, jadi belum banyak yang memberikan review. Ceritanya bermula dimana bangsa Viking sudah sangat berteman dengan para naga. Dulunya ada perlombaan mengalahkan naga, sekarang perlombaannya jadi mencari domba terbanyak dalam waktu singkat. Semua peserta berlomba dengan naga masing-masing untuk menjadi yang tercepat mengumpulkan domba. Berbeda dengan Hiccup yang nggak mau ikutan lomba, dia malah jalan-jalan dengan Toothless, naga dengan jenis Night Fury yang langka. 

Suatu hari Astrid dan Hiccup menemukan gunung es aneh dan mereka ditangkap oleh Dragon Trapper. Mereka bekerja untuk Drago Bludvist untuk menangkap naga. Hiccup lalu menyampaikan hal itu kepada ayahnya Stoick. Hiccup ingin mengadakan dialog dengan Drago, tapi ayahnya bilang kalau hal itu sangat tidak mungkin. Hiccup akhirnya memutuskan untuk mencari Drago sendiri. Di perjalanan, Hiccup menemukan penunggang naga misterius dengan naganya adalah jenis Night Fury yang sudah dewasa. Naganya super keren, super gede, dan nggak menyeramkan sih, hihi. Ternyata penunggang naga itu Ibunya Hiccup yang sudah hilang selama 20 tahun. Ibunya menjaga naga-naga agar hidup dalam damai. Naga-naga itu juga memiliki pemimpin, naga jenis Alpha yang super duper gedeee dan serem, tapi keren.

Yang membuat film ini keren banget menurut saya adalah rasa sayang Hiccup ke Night Fury dan ayahnya Hiccup, Stoick, mati karena melindungi Hiccup dari serangan Toothless yang dalam kontrol naga jenis Alpha yang jahat. Hiccup mengusir Toothless dan mukanya itu kasihan banget, huuu saya masih sedih ingetnya. Pertarungannya juga seruuuu, sebaiknya kalian nonton animasi ini dalam 3D supaya efek terbang dan pertarungan di awan lebih terasa.

Ini menurut saya lho. Semua orang berhak berpendapat. Semoga bisa jadi referensi film untuk kalian.

Juni 08, 2014

City Tour Jakarta

Hi teman-teman, bagaimana dengan weekend kalian? Akhirnya kemarin saya mencoba naik bus tingkat di Jakarta. Sebenarnya udah pengen banget naik bus ini dari awal launching, tapi nggak sempat melulu. Kemaren setelah nonton Maleficient dan menunggu How To Train Your Dragon 2 yang jadwal tayangnya midnight, jadinya saya dan teman-teman langsung memutuskan untuk bertamasya keliling Jakarta Pusat naik bus Jakarta City Tour.

Karena mau nonton midnight di EX, jadinya naik bus tingkat di depan Plaza Indonesia. Oh ya, kalian nggak bisa naik bus ini di sembarang tempat ya, harus di tempat bus stop berlambang City Tour. Alhamdulillah kemarin nggak harus menunggu lama, lagian nggak macet juga sekitar bundaran H.I, jadinya cuma menunggu 5 menit bus langsung datang. Total semua bus City Tour Jakarta ini ada 5, lumayan banyak yah.
City Tour Jakarta
Tempat paling asyik adalah duduk di tingkat atas. Sayangnya mungkin karena weekend, bus agak penuh. Tapi tenang aja, kalian pasti duduk di bus ini karena nggak boleh menaikkan penumpang lagi kalau udah penuh dan nggak boleh berdiri. Saya duduk terpisah dari teman-teman saya karena kami hanya mengisi bangku kosong yang ada. Setelah petugas bus mengatur penumpang untuk duduk, akhirnya ada bangku kosong di tingkat atas dan saya langsung senang bisa duduk di atas.

Bus ini jalannya lambat banget. Mungkin karena memang disediakan untuk menikmati pemandangan sekitar Jakarta jadi busnya nggak boleh ngebut. Maklumlah saya membayangkan kecepatannya paling nggak sama dengan busway. AC di dalam bus pun dinginnya minta ampun. Kalian nggak boleh menutup lubang AC karena dikhawatirkan menimbulkan kebocoran. Jadi kalau kedinginan, arahkan saja ACnya ke tempat lain.
Lambang bus stop
Sebenarnya ada tour guide di dalam bus, tapi suaranya nggak kedengaran ke lantai atas. Harapan saya sebaiknya nanti ada speaker tambahan di tingkat atas supaya kita semua bisa mendengar cerita tentang Jakarta yang diceritakan oleh tour guide. Ada penumpang juga udah menyampaikan langsung ke tour guidenya untuk menambah speaker di tingkat atas.

Rute bus sendiri melewat Museum Nasional, Pasar Baru, Mesjid Istiqlal, Monas, dan seterusnya. Pokoknya kalau nggak macet, kalian bisa berkeliling Jakarta menggunakan bus termasuk menaik-turunkan penumpang sekitar satu jam. Asyik banget 'kan? Mumpung masih gratis busnya, ayo kalian juga naik ya :)

Categories

Living (126) adventure (99) Restaurant (74) Hang Out (70) Cafe (57) Story (51) Movie (44) Lifestyle (39) Bandung (34) Event (29) Aceh (22) Japan (20) Islam (19) South Korea (17) Book (15) Science (14) Hotel (12) Technology (12) Blackberry (11) Lomba (10) Semarang (10) Consultant (9) Crush (9) Dokter (9) Tokyo (8) Jawa Barat (7) Jeju Island (7) Osaka (7) Seoul (7) Warung Tenda (7) Birthday (6) Singapore (6) Bangkok (5) Jakarta (5) Jawa Tengah (5) Karimun Jawa (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bali (4) Busan (4) Kuala Lumpur (4) Malaysia (4) Wedding (4) giveaway (4) Beach (3) Kobe (3) Kyoto (3) 2PM (2) BBLive (2) Baby (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Etude House (2) Hakone (2) Nami Island (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) The Face Shop (2) Bogor (1) Cimahi (1) Festival BLOG 2010 (1) Makassar (1) Solo (1) Sukabumi (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan