Hi all, apa kabar? Sekarang saya jadi jarang ya update blog. Sebenarnya banyak yang ingin saya tuliskan tentang kehidupan pribadi. Setidaknya menuliskannya menggunakan kiasan atau dibuat jadi sebuat cerita pendek. Tapi...berhubung takut nanti ada yang merasa ditulis disini dan marah, ya udah deh nggak jadi nulis. Padahal "hal yang ingin saya tulis itu" merupakan catatan penting dalam kehidupan saya.

Baiklah, kemarin 'kan ada longweekend tuh dari hari kamis sampai minggu. Saya kemana?? Jawabannya adalah saya tidak kemana-mana. Hanya di kosan saja. Karena saya sangat mendadak mengajukan cuti, saya jadi tidak berencana kemana-mana. Tapi kalian tau, saya sedang meneruskan novel kedua saya, CRUSH 2. Mungkin karena saya udah lama banget nggak nulis novel, jadi saya agak kurang betah duduk lama-lama di depan laptop. Saya berusaha semaksimal mungkin paling nggak saya mencapai halaman 70an. Alhamdulillah ternyata berhasil juga. Kalau bukan karena hari sabtu dan minggu sakit flu (liburan malah sakit), mungkin saya bisa menulis sampai halaman 100. 



Saya berencana untuk melaunching CRUSH 2 setelah lebaran. Berhubung banyak yang request CRUSH 2 untuk segera di launching, jadi saya sedang berusaha untuk tidak mengecewakan pembaca. Memang kemarin setelah saya baca, banyak cerita di dalam novel Crush itu yang terlalu rahasia dan menggantung. Jadi banyak hal yang membuat penasaran kan ya? Tapi tenang aja, nanti saya akan ceritakan semua tentang Dunia Para Guardian dengan jelas. Kalau bisa setiap halaman demi halaman akan dibuat selalu mendebarkan sehingga kalian bisa merasa tegang dari awal sampai akhir. Saya juga sudah menentukan siapa desainer Cover nantinya. Pokoknya bakalan menggunakan jasa profesional karena ini kan novel penuh fantasi. Nggak bisa asal-asalan lagi bikin covernya.

Untuk harga, saya belum mematok berapa. Karena lebih banyak halamannya dari buku kemarin, seharusnya agak sedikit lebih mahal. Tapi saya ingin semua orang bisa baca buku saya, jadinya pasti tetap murah kok. Tenang aja ya. Doakan saya nggak tepar yah mikirin ceritanya. Ini aja udah mau muntah-muntah. SEMANGAT!!
Berasa udah lama banget nggak update blog. Ntah kenapa, rasanya kalau mau nulis maleess banget. Tapi sekalinya nulis, bisa panjang deh, hihihihi. Sebelumnya, turut berduka cita banget atas meninggalnya ustadz Jeffry Al-Buchori. Duh, setiap nonton infotainment, rasanya sedihhh terus. Terkadang saya sampai meneteskan air mata. Hmm, orang baik kalau meninggal pasti banyak yang kehilangan yah. Saya memang sangat mengidolakan beliau. Selain karena ceramahnya enak banget dicerna, nggak menggurui, kocak, suaranya merdu, baik hati, ahhh pokoknya ustadz ini keren lah. 
showbiz.liputan6.com
Dulu pernah saya mengikuti pengajian dimana ustadznya very strict. Ini nggak boleh, itu nggak boleh, tapi nggak ngasih jalan keluar juga. Ya udah, saya nggak pernah ikut pengajian lagi deh. Semoga Ustadz Jeffry diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di tempat terbaik, aminn... Dengan banyaknya doa dari kita, semoga Allah mengabulkanya yah. T_T

sumber: antarasumbar.com
Baiklah, saya mau cerita sedikit nih tentang Mayday. Kemarin saya rada males ke kantor karena berpikir bakalan macet parah. Kalau dilihat dari foto yang saya posting dan kebetulan bundaran HI itu dekat dengan kosan saya, haduwh betapa malesnya. Ah, masih guling-guling di kasur sampai jam 10 pagi, baru akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kantor pakai taksi. Sopir taksi bilang kalau arah pejompongan macetnya sampai nggak gerak. Saya percaya dan khirnya saya hanya naik taksi sampai Landmark doang, lalu balik lagi ke kosan dan 'nyari ojek yang udah saya kenal. Takutnya kalau nyari ojek sekitar Landmark, malah dimahalin ntar.

Ternyata saya ngojek dengan kondisi sangat tidak macet. Cuma 5 menit doang udah nyampe ke kantor. Duh, si sopir taksinya bohong nih. Padahal kan kalo naik taksi saya bisa pakai voucher. Terus, sakit hati juga pas ngeliat kalau busway juga beroperasi seperti biasa. Huft!

Karena nggak mood kerja, saya berencana pulang jam 5 sore. Saya juga melihat langit mulai sangat hitam karena mendung. Saya langsung beres-beres, dan pulang dari kantor. Saya berniat harus shalat magrib di kosan, tapi sebelumnya saya harus beli makan malam dulu, beli aqua galon yang kebetulan sudah habis, masak nasi, dan mandi.

Saya menunggu taksi sekitar 15 menit. Banyak taksi yang nggak mau menaikkan saya. Mungkin karena ada isu macet total. Untung ada taksi yang baik lewat juga akhirnya. Sekitar 10 menit sampai ke dekat kosan, saya mampir ke penjual ayam goreng. Udah mulai gerimis. Saya buru-buru pesan ayam goreng dan menelepon abang penjual aqua galon untuk segera mengantar ke kosan saya.

Azan magrib berkumandang, hujan mulai turun. Saya lari ke kosan dengan membawa ayam goreng dan menunggu pengantar aqua galon beberapa menit. Penjual aqua akhirnya datang dan langsung mengangkat 2 aqua galon ke kamar saya yang kebetulan berada di lantai 2, juga memasangkannya ke dispenser. Setelah saya membayar, saya langsung menuangkan beras ke dalam panci rice cooker lalu memasaknya. Hujan mulai lebih deras dari sebelumnya, tapi saya fokus mau mandi dulu sebelum shalat magrib. Saya ambil handuk dan masuk kamar mandi.

Beberapa menit kemudian, saya keluar dari kamar mandi dan merasa segar. Ketika saya menjemur handuk di depan kamar, saya lihat hujan turun sangaaaaaaaaat deras. Ditambah lagi angin yang bertiup sangat kencang. Saya langsung shalat magrib dan mengaji. Setelah itu, sambil menunggu nasi matang, saya kembali melihat keluar. Hmmm, hujannya deras sekali. Alhamdulillah saya pulang cepat, makan malam dan minum udah tersedia, dan pas bisa magrib di kosan.

Dan ternyata hujan malam itu membuat banjir di banyak titik di Jakarta. Semoga hujan juga membawa berkah di sisi lain, aminnn :)
Sedang bingung mau ngapain di kantor. Kerjaan udah pada kelar, sedangkan jam dinding masih menunjukkan pukul 3 sore... Ah, masih lama ya pulang. Ya udah deh, daripada bengong, sebaiknya saya menulis sebuah cerita. Mungkin bisa menemani sore kalian yang sedang ribet sama kerjaan di kantor. Kali ini cerita saya dalam sudut pandang seorang cowok.

***

Kerjaan seperti ini terkadang memuakkan juga. Berkali-kali mengecek data, salah melulu. Huft, lama-lama capek juga. Mendingan buka detik.com aja untuk baca berita. Aku melihat auditor yang duduk di depanku. Masih berharap dia nggak akan memberikan pekerjaan yang lebih dari ini. Walaupun sepertinya harapan ini adalah kosong.

Akhirnya bapak auditor mendekat dan menyalahkanku tentang beberapa data yang memang sudah dari sananya sebenarnya salah. Ah, rasanya ingin marah bahkan membalikkan meja, tapi nggak mungkin. Hanya bisa duduk, diam, memendam amarah. Palingan 'ngomel ke teman kerjaku panjang lebar dan nggak ada gunanya.

Jam makan siang pun tiba. Hampir nggak terasa waktu berlalu begitu cepat. Teman-temanku mengajak makan di pantry seperti biasa, tapi aku nggak mau. Aku keluar dari ruangan, lalu menekan lantai 37 di elevator. Beberapa detik kemudian lift datang dan aku pun masuk. Ketika tiba di lantai 37, aku berjalan di koridor menuju ruangannya. Aku melihat dia tersenyum sambil membukakan akses pintu. Aku mengajaknya turun untuk makan bersamaku.

Mungkin karena melihat wajahku ekstra sembraut, dia langsung mau pergi bersamaku sambil tertawa dan bilang, "pasti tadi baru kena semprot ya." Aku cuma bisa bilang, "Huh!" dan menarik tangannya masuk lift. Ketika di lift aku memeluknya erat. Walaupun waktu di lift hanya beberapa detik, tapi cukup untuk membuatku merasa tenang. Melihat wajahnya yang lucu juga cukup membuatku merasa bahagia. Dia sedikit memberontak sih, tapi aku lebih suka tidak melepaskannya.

Ahh, seandainya akan terus bisa seperti ini....
Udah 3 hari ini saya sakit gigi. Oh tidak, kata siapa sakit gigi lebih enak dari sakit hati? Sama-sama nggak enak banget. Kalau sakit hati nggak mood makan, kalau sakit gigi nggak bisa makan. Kalau sakit hati nggak bisa tidur, sama aja seperti sakit gigi. 

Cerita bermula pada hari Selasa saya makan brownies kering yang lumayan keras. Sebenarnya saya punya gigi tidur dan dokter gigi sudah memperingatkan saya untuk dioperasi saja. Ah, dengar kata-kata operasi aja saya udah ngeri. Saya mencari berbagai alasan untuk nggak mau dioperasi. Oh ya, mungkin kalian penasaran sama gigi tidur atau nama bekennya wisdom teeth. Saya kasi gambarnya deh.
Posisi gigi yang tidur
Kalian bisa lihat kan kalo gigi paling pojok itu tumbuhnya aneh banget. Tumbuh itu keatas bukan kesamping ya gigiku sayang. OMG! Kalau gigi saya sih permukaannya udah muncul (partial eruptio), tapi sisanya itu mau tumbuh dan menabrak gigi tetangganya. Alhasil, kalau lagi sakit gigi ya sakitnya jadi multiple. Apalagi sepertinya si gigi itu lagi mendorong semua gigi tetangga untuk tumbuh, dan membuka gusi atas untuk muncul ke permukaan. Ah, subhanallah sakitnya :'(

Saya sempat nanya ke teman-teman saya yang pernah operasi gigi. Ternyata mahal juga biaya untuk mengeluarkannya gigi yang aneh ini. Range-nya antara 1 sampai 2 juta. Duh, kantor saya hanya mencover gigi senilai Rp. 750,000. Semakin malas lah saya untuk mengoperasi gigi ini. Kata temen saya, proses operasinya serem bener. Mulai dari di bius, gusi di belah, gigi dihancurkan, dan dicabut sampai ke akar-akarnya. Aaaaahhh tidak. Saya takut!

Alhasil, kakak saya yang kebetulan dokter gigi menyuruh saya untuk ronsen dan segera ditindak setelah nyeri gigi sembuh. Karena kalau lagi sakit sama aja nggak bisa di cabut juga. Saya sekarang harus minum paracetamol 3x sehari sebelum makan. Kenapa sebelum makan? Karena sakit banget kalau ngunyah makanan, jadi minum pereda nyeri dulu supaya bisa makan.

Baiklah, mungkin diantara kalian ada yang udah operasi gigi? Kalau di Jakarta, rumah sakit mana yah yang dokternya agak lemah lembut dalam mengoperasi? Saya takut... Apa kabur aja ya? Ide bagus!

Akhirnya, alhamdulillah usia saya genap 26 tahun. Hmm, saya berasa sudah tua. Walaupun sebenarnya masih sangat energik dalam menghadapi hidup. Nggak terasa yah, perasaan baru kemarin kerja, eh sekarang udah 26 tahun aja umur saya. Kalau saya teliti wajah saya masih awet muda sih ('ngarep). Beberapa orang bilang, saya tuh seperti mau kuliah ketika saya pergi ke kantor. Mungkin karena saya bawa ransel pink, pakai CROCS, dan nggak begitu formal dalam hal berpakaian. Tapi jangan salah, saya punya blazer dan high heels yang saya tinggal di kantor yang bisa membuat saya seketika terlihat jadi wanita karir. Apalagi isi tas makeup saya sangat komplit untuk urusan dandan (maklumlah, punya toko makeup yang barang ready stock-nya suka diculik masuk ke tas makeup pribadi).

Pribadi : Ntah kenapa, perjalanan hidup dari usia 25 tahun menuju 26 tahun ini penuh dengan cobaan berat. Apalagi yang menyangkut kehidupan pribadi. Huuuu, rasanya masih ingin nangis memikirkannya. Tahun lalu mungkin masih merasa semua rencana yang saya buat akan berjalan dengan sangat baik. Tapi pada kenyataan malah sebaliknya. Semua hancur berkeping-keping. Well, pada akhirnya memang semuanya tergantung Allah SWT. Manusia hanya bisa berencana, berusaha, dan berdoa.

Keuangan : Alhamdulillah sejak pindah kantor dan berjualan makeup, keuangan jadi lebih baik. Bahkan terus membaik dari bulan ke bulan. Dulu nggak punya tabungan, sekarang bisa menabung. Dulu bingung mau memberikan adik jajan, sekarang jadi sering 'ngajakin jalan-jalan. Dulu suka bawa bekal ke kantor untuk mengirit, sekarang suka nongkrong. Dan yang pasti, jangan lupa bersedekah. Sebenarnya disaat susah kita bersedekah juga pasti rezeki Allah tetap datang dari sumber yang tidak disangka-sangka. Saran saya sih, apabila kalian hendak pindah kerja, rajin-rajin shalat istikharah untuk memantapkan hati pindah ke perusahaan mana. Supaya Allah bisa membantu kita dan diberikan pekerjaan yang lebih baik. Apalagi dulu saya resign ketika bulan Ramadhan dan Allah langsung mengabulkan doa saya.

Relasi : Untuk ucapan ulang tahun, mungkin kalau di facebook masih banyak banget yang ngucapin walaupun nggak sebanyak tahun lalu. Saya juga sebenarnya udah males ngucapin selamat ulang tahun di facebook, tapi khusus untuk teman-teman terdekat masih mau ngucapin. Bahkan ada dari jam 12 malem TENG, udah diucapin. Saya terharu dan senang. Walaupun hanya dengan tulisan singkat, "HBD mut WYATB" dan dikirim jam 12 malem. Saya ngerti kok, pasti yang ngucapin udah ngantuk banget dan nggak tahan lagi mau tidur jadi nulis sekedarnya aja. Alhamdulillah mereka masih inget saya.
Mari makannnnn....
My Team
Di tahun ini saya sangat ingin hadiah jam tangan. Kemarin udah nyari-nyari yang bagus dan saya suka. Udah minta dikirimin tapi belum nyampe juga. Duh, nyasar kemana ya jam tangan saya itu. Pengen banget pakai jam tangannya. Curiga baru tanggal 5 sampai ke kantor. 

Acara : Mungkin tahun lalu acara ulang tahun lebih ramai dari tahun ini. Selain karena saya pindah kantor dan sedang ditempatkan di projek, jadinya teman saya tidak lebih dari 10 orang. Apalagi hari ini hanya ada 5 orang di ruangan. Ya udah deh, kami memutuskan untuk membeli KFC dan merayakannya ber-6. So far belum ada yang terlalu spesial di hari ulang tahun ini. Biasanya saya sangat mencintai bulan april, tapi kali ini tidak terlalu.. Hmm, ntahlah, rasanya banyak pikiran yang mengganggu saya selama ini.

Wish list yang ingin dicapai sebelum umur 27:
  1. Pergi ke 3 negara. Tiket udah ada sih, hotel juga udah di booking. Tapi ternyata untuk membuat team tetap solid sampai hari H malah susah. Semoga rencana ini tidak batal.
  2. Mendaki gunung Bromo dan ke Pulau Sempu. Sekalian maen ke Surabaya dan jalan-jalan ke Pulau Madura. Mungkin seru kali ya ^.^"
  3. Menikah. Tapi ntahlah ya. Setiap tahun sepertinya hanya wish ini yang belum tercapai. Semoga tahun ini, karena sudah menabung dan mempersiapkan banyak hal. Sedang memperbanyak shalat hajat, tahajjud, dan shalat istikharah sekarang.
  4. Semoga keuntungan Rancupid Shop bisa minimal 5 juta perbulan.
  5. CRUSH II harus kelaaarrrrrr!!
Tolong diaminkan ya semua. Akhir kata, Happy Birthday To Me :)
Hmmm, sepertinya saya tidak terlalu eksis lagi dalam dunia blog. Pengen banget sebenarnya nulis-nulis cerpen lagi. Tapi sepertinya pikiran saya terlalu banyak dan merasa inspirasi jarang datang. Hmmmph, mumpung kemarin baru datang lagi inspirasi, mending saya tuliskan saja. Cerita dibawah adalah fiksi bergabung dengan pengalaman pribadi. Selamat membaca.

***

Suatu siang, seperti biasa, aku naik kopaja untuk pulang ke rumah. Kebetulan saat itu tidak terlalu banyak penumpang, mungkin karena weekend juga. Aku duduk di deretan kursi tengah dan menatap kosong kearah luar jendela.

Seorang pengamen tiba-tiba naik. Ada yang unik dari pengamen itu. Tampangnya biasa saja dan penampilannya tidak terlalu urakan dan dia membawa biola. Kalau ini Bandung, mungkin tidak aneh melihat pengamen memainkan biola. Tapi jarang ada pengamen seperti itu di Jakarta.

Musik pun dimainkan. Mungkin aku memang tidak mengerti tentang musik, tapi cukup menikmati permainannya. Mungkin juga karena pengamen itu memainkan lagu-lagu mellow kesukaanku dan aku jadi tenggelam dalam alunan musik.

Selesai dia memainkan biola, pengamen membuka sebuah kantong dan meminta sumbangan dari penumpang kopaja. Tiba-tiba seorang bapak-bapak yang duduk dibelakangku bilang, "Mungkin harga permainan kamu di kopaja hanya seribu atau dua ribu. Tapi, seandainya kamu bisa mempelajari kunci something, something, dan something (aku tidak terlalu ngeh kunci apa), kamu bisa berharga lebih dari 1000 atau 2000 poundsterling."

Aku menoleh dan mencoba melihat wajah bapak itu. Tapi aku tampaknya tidak mengenalinya. Bapak itu turun di bundaran H.I bersamaku karena aku berniat menuju Plaza Indonesia. Mungkin saat itu, aku sama sekali tidak terlalu peduli siapa bapak itu.

Ketika aku selesai berkeliling Plaza Indonesia, tidak sengaja aku melihat sebuah poster. Aku meneliti dengan seksama dan mencoba mengingat sesuatu. Oh aku yakin sekarang, bapak itu adalah Composer yang akan bermain di Hall Kempinski malam ini. OMG!

Hmmm, lagi bengong-bengong, terus ada yang share di facebook. Cerita tentang seorang yang sangat dermawan. Karena cerita ini adalah hal yang baik, kenapa tidak saya share juga di blog. Postingan berikut saya ambil dari www.kisahislam.net

Mungkin semua orang didunia ini ingin menjadi konglomerat. Nah, tidak ada salahnya menjadikan Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai model. Beberapa hal penting yang ditulis tentang beliau adalah:

1. Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 7,7 milyar Dollar dan orang terkaya no 120 di dunia. Tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan glamour dan berlebihan.

2. Beliau memulai usaha dari Nol, kehidupan masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar di masa kanak-kanaknya. Tetapi dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah hingga akhirnya beliau dan saudaranya memiliki “Kerajaan Bisnis Raksasa” di KSA dan salah satunya adalah Bank Ar-Rajhi; Bank syariah terbesar di Dunia yang ATM nya tersebar menjamur dan cabangnya terdapat nyaris di semua distrik KSA.

3. Sangat-sangat dermawan, memiliki Yayasan Amal “raksasa” yang menyalurkan donasinya ke berbagai Negara –sebelum dilarang pasca 11 September 2002- sulit menghitung waqaf beliau dan jumlah masjid yang telah dibangunnya, serta donasinya untuk berbagai amal dakwah dan penyebaran ilmu.

4. Tidak meletakkan kekayaan di hatinya. Bahkan di masa tuanya kini beliau telah membagi sekitar 6,7 trilyun hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih “pakaian yang melekat di badan” dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal social dakwah Islam. Lahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal.

5. Dari tetangga dan orang yang tinggal di lingkungannya disampaikan bahwa konglomerat kelas kakap ini selalu termasuk orang-orang yang datang paling awal ke masjid untuk sholat 5 waktu berjamaah, sehingga jika muadzin masjid telat sedikit maka sang konglomeratlah yang adzan. Bandingkan dengan konglomerat lainnya !!

6. Diantara masjid yang dibangunnya adalah Masjid Ar-Rajhi di distrik Rabwah, masjid ini terbesar ketiga setelah Masjidil Haram Mekah dan Madinah. Bisa menampung 18 ribu jamaah sholat, terdapat berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pusat pemandian dan pengurusan jenazah terbesar di Riyadh, Auditorium untuk seminar dan ceramah agama, perpustakaan berisi 40 ribu jenis buku (bukan judul ya), tempat tinggal bagi para penuntut ilmu yang datang dari luar kota untuk mengikuti berbagai kajian Islam, menyediakan air zamzam sebagai minuman jamaah dengan kuota 400 galon perminggu, dsb. Dan saat sholat jum’at di lantai dasar dikhususkan untuk sholat jum’at orang asing dimana khutbah langsung diterjemahkan ke berbagai bahasa ; termasuk bahasa isyarat untuk jamaah yang tuna rungu dan tentu saja… bahasa Indonesia..

Semoga Allah Ta’ala merahmati beliau, menerima amalnya, mengampuni kesalahan dan dosanya dan kita semua

Sumber: Facebook Anwar Hamzah

Hmm, bukankah kalau kita menyumbangkan 1 hal baik, maka Allah akan membalas dengan 10 kali lebih baik? Wajar saja beliau terus menjadi kaya karena beliau orang yang sangat dermawan. Subhanallah :)  
Udah hampir sebulan deh sejak awal patah hati. Sepertinya hidup sudah mulai terasa berjalan normal kembali... Memang kalau teringat kejadian itu, pasti nangis lagi. Tapi sempat berpikir sampai kapan mau begini terus? Dia disana juga sedang menenangkan hati dan saya disini merasa terlalu terpuruk.

Akhirnya, sepulang dari Aceh dan mulai agak tenang, saya mulai menjalani hari-hari dan sedang berusaha seperti biasa (walaupun nggak bisa). Dan mulailah dihadapkan dengan kenyataan kalau harus lembur. Stress terlalu banyak kerjaan, hati masih sakit, kepala masih pusing, akhirnya tubuh jadi berontak. Saya demam, flu, pilek terus-menerus, dan sesak napas. Ya Allah, buatlah saya menjadi orang yang sabar.
Mungkin mulai minggu-minggu ke depan, saya sudah membuat rencana untuk pergi keluar mencari kegiatan. Mulai memperbanyak teman lagi, mulai nongkrong disana-sini lagi. Mungkin talkshow dan gramedia akan saya datangi. Akan aktif ngeblog lagi. Bakalan sering mengunjungi adik di Depok.

Untuk cerita-cerita lama itu akan saya tulis di blog. Saya akan buat tag sendiri, sama seperti dulu saya menulis cerita tentang Dokter. Mungkin ada beberapa yang masih ingat Label Dokter di blog saya menceritakan tentang apa. Mungkin Allah memberikan banyak pengalaman untuk dituliskan dan tidak disesali.

Blog ini juga sebenarnya sudah ulang tahun ke 4. Udah lewat sih, ulang tahunnya tanggal 13 Februari. Saya terlalu sibuk dengan urusan diri sendiri sih, jadinya blog nggak keurus. Tapi tenang, itu tidak akan terjadi lagi ^^

Wah, ternyata udah lama nggak update postingan di blog. Maaf ya teman-teman. Bukan berarti saya lupa sama blog yang telah menyalurkan hobi saya menulis kurang lebih 4 tahun ini. Tapi memang kemarin sedang galau tingkat dewa. Hehehe. Rasanya males ngapa-ngapain. Kerja di kantor juga malas, akhirnya banyak kerjaan yang terbengkalai karena kebanyakan melamun.

Sejak seminggu setelah galau melanda, saya pulang ke Aceh. Sebenarnya nggak mendadak sih pulangnya karena saya dapat tiket Medan-Jakarta pakai Mandala cuma Rp. 550rb Pulang Pergi. Saya udah beli tiketnya sejak bulan Januari dan merencanakan banyak hal. Walaupun rencananya gagal, tapi tetap pulang untuk menjenguk orang tua di Aceh.

Pengalaman naik Mandala Airlines. Ternyata pesawat ini ontime buanget. Saya berangkat jam 5:20, tetapi sudah bording jam 5 pagi. Mana petugasnya teriak-teriak suruh langsung naik. Jadi kelabakan deh belom shalat shubuh. Terpaksa shalat di pesawat. Sampai di Medan jadi lebih cepat. Jam 7 lebih 15 pagi sudah berada di Medan dan pergi ke terminal bus untuk sarapan dan menunggu keberangkatan jam 9. Kali ini saya naek bus Putra Pelangi. Memang busnya jarang ontime sih berangkatnya dan saya tiba di Matang Glumpang Dua Aceh Utara itu jam 18:20. Haduwh, lama banget itu perjalanannya. Untung aja saya udah biasa melakukan perjalanan darat.

Selama di Aceh, kegiatan yang saya sukai adalah masak bersama Mama dan makan banyak. Walaupun galau, hal memasak itu cukup mengurangi kegalauan. Setelah masak, langsung makan yang banyak. Kebanyakan menu masakan adalah ikan, karena ikan di Aceh sangat segar. Nelayan yang melaut, langsung menjual ikannya dan langsung habis. Wah, saya senang sekali mengingat di Jakarta saya tidak suka ikan karena rada takut tidak segar, apalagi setelah menonton reportase investigasi dimana ikan supaya segar dicampur dengan borax. Ahh, tidak!

My Sakura
Sempat banyak cerita dan curhat sama Mama. Terkadang sampai nangis, tapi Mama menanggapinya dengan sangat nyantai dan tertawa. Jadi malu deh nangis ke Mama. Kami sekeluarga juga menjenguk keponakan baru, Sakura. Mungkin keponakan saya satu-satunya orang Aceh yang bernama 'Sakura' di Aceh. Karena Ayahnya suka banget sama Naruto, untung namanya bukan Narutowati, hahahaha. Sakura anak yang ramah, mau sama semua orang walaupun baru pertama  bertemu. Ahh, melihat anak kecil tanpa dosa, rasanya hilang semua penat di kepala.

Pokoknya, pulang ke Aceh kemarin walaupun waktunya singkat, tapi cukup membahagiakan saya. Hati jadi lebih tenang, apalagi melihat orang tua saya sangat bahagia melihat anaknya pulang walaupun hanya sebentar. Insya Allah nanti lebaran dapat tiket pesawat murah lagi. Oh ya, makasih ya teman-teman blogger yang udah mau komentar di postingan blog sebelumnya. Komentar dan doa kalian cukup membuat saya tenang dan senang. That's what friends are for ^_^
Udah 2 malam ini rasanya hati hancur berkeping-keping. Seolah-olah dunia berhenti berputar dan malah berjalan mundur. Teringat banyak hal tentang dia, dari awal sampai akhir. Menjadi teman yang selalu ada dalam suka dan duka, sehat dan sakit. Teman curhat, teman jalan-jalan, teman hunting kuliner, bahkan lebih dari itu. Dia bisa menjadi pengganti saudara kandung yang jauh disana. Dia lebih mengerti saya dalam banyak hal, bahkan lebih dari diri saya sendiri.

Mama bilang kalau berada dalam kesulitan itu lebih baik membaca surat Alam Nasyrah. Selepas saya menelepon Mama dan keluar dari kamar kosan, terdengar sayup-sayup suara imam mesjid yang sedang melaksanakan shalat Isya juga membaca Alam Nasyrah dengan sangat indah. Jadi berurai lagi air mata. Masih mengharapkan jalan keluar untuk masalah ini. Bahkan di Mozaik Islam Trans7 aja diceritakan bagaimana seorang muslim seharusnya dalam menghadapi kesedihan. Seolah-olah seluruh alam ikut menghibur saya.
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(QS : Alam Nasyrah)
Ya Allah, seandainya dia adalah jodohku, maka mudahkanlah urusan ini. Kalau dia bukan jodohku, maka jodohkanlah kami. Kalau dia bukan yang terbaik, maka buatlah dia jadi yang terbaik. Walaupun rada maksa, ini mungkin adalah doa yang saya panjatkan tiap malam sekarang. Bukankah yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh dipisahkan oleh manusia? Siapa yang salah sekarang?

Follow me

Google+ Followers