Oktober 17, 2014

Lembang Floating Market

Setelah beberapa kali ingin mengunjungi tempat ini tapi belum sempat, alhamdulillah akhirnya bisa juga mampir kesini. Sebenarnya kalau ke Bandung, udah bingung juga mau kemana lagi. Pengennya sih nginap di resort, bermalas-malasan menikmati pemandangan indah. Tapi mau nggak mau ya mampir ke tempat baru, sekalian bisa bawa teman beramai-ramai.
Logo coin Floatin Market
Menurut website resmi Floating Market Lembang berada di Jalan Grand Hotel No. 33E merupakan sebuah kawasan wisata seluas lebih dari 7 hektar dengan sebuah danau bernama Situ Umar yang menjadi pusatnya. Floating Market Lembang menawarkan keunikan berupa wisata pasar terapung satu-satunya disekitar Bandung. Biasanya kita tau pasar terapung di Kalimantan (dari iklan RCTI). Memang sih, ini nggak sepenuhnya pasar dimana ada jualan sayur, buah, ikan, dan lainnya, tapi lebih ke tempat wisata. Di pasar ini juga nggak bisa nawar barang karena belanjanya pakai coin. Jadi harganya udah pas, nggak bisa ditawar lagi.
Berfoto di pintu masuk
Tarif masuk ke kawasan wisata ini adalah Rp. 15,000/orang dan Rp. 10,000/mobil untuk parkir. Karcis masuk bisa ditukarkan dengan welcome drink. Dari pintu masuk langsung terlihat Situ Umar yang menyejukkan mata. Di sekitar danau juga ditanami dengan pohon dan bunga yang terlihat sangat terawat, jadi menambah keasrian tempat ini.
Welcome Drink
Rumah di pinggir danau
Photo Booth
Tempat melukis wajah
Kalian bisa menemukan beberapa booth disini seperti photo booth, booth untuk melukis wajah, cafe, restaurant, dan lainnya untuk bersantai. Kalau saya sih lebih suka jalan kaki dan berfoto-foto dimana-mana karena spot fotonya banyak banget yang indah.
Perahu buah
Berjalan-jalan
Ikan mas di danau
Berfoto di pinggir danau
Karena pengen ngemil, kami mampir ke daerah pasarnya. Disini banyak banget menjual makanan dan minuman dengan penjual yang duduk diatas perahu. Jadi agak goyang-goyang deh ketika bertransaksi disini. Harga makanan pun menurut saya nggak begitu murah. Memang sih lebih murah daripada Dusun Bambu (kebangetan mahalnya), tapi tetap aja nggak murah. 
Menuju pasar
Salah satu contoh jajanan
Jajanan
Bakpao lucu
Pengunjung duduk dan bersantai
Cemilan kentang goreng dan coin
Saya dan teman-teman menghabiskan waktu berfoto dan ngemil sambil duduk di kursi-kursi kecil di pinggir danau. Semakin malam, anginnya semakin kencang dan udara semakin dingin. Tapi saya tetap semangat berfoto. Mungkin karena weekend, tempat ini penuhhhh banget sama keluarga atau rombongan yang sengaja untuk menghabiskan waktu disini.
Tempat penyewaan perahu
Kalian bisa juga menyewa perahu untuk berkeliling danau. Saya kurang tau sih berapa tarifnya, karena memang nggak berniat naik perahu. Cuma saya lihat banyak banget perahu berbagai macam bentuk bersliweran mengelilingi danau.

Oktober 16, 2014

Tizi Cake Shop & Restaurant

Dulu, sewaktu masih kuliah, sempat beberapa kali pengen makan di Tizi Cake Shop & Restaurant, Jl. Kidang Pananjung No. 3, Bandung (022 2504963). Berhubung sewaktu mahasiswa masih kere, mau makan aja harus mikir ini itu, jadinya nggak pernah sempat mampir kesini. Sewaktu udah kerja pun belum mampir juga kesini kecuali kemarin weekend. Alhamdulillah sempat kesini juga untuk makan siang.
Suasana dalam resto
Kesan pertama ketika datang ke Resto ini adalah suasananya tempo dulu banget. Lampu gantung persis seperti di rumah nenek tempo dulu, ditambah dengan banyak kursi rotan dan taplak meja kotak-kotak. Terlihat angin sepoi-sepoi menggoyang-goyangkan lampu gantung yang ditutup dengan kain. Tempatnya luas banget. Kalian bisa bebas memilih mau duduk dimana. Mushalla dan WCnya juga bersih.
Taplak meja kotak-kotak dan kursi rotan
Pesanan saya dan teman-teman adalah:
Schaslik 1 Pc Rp. 65,000
Fish Tarragon Rp. 65,000
Tenderloin Rp. 85,000
Pizzabeef Rp. 72,000
Ice Cafe Latte Rp. 33,000
Menu 1
Menu 2
Makanan yang keluar pertama kali adalah Pizzabeef. Kata pelayannya sih, roti pizza bakalan tipis, tapi ternyata agak tebal. Menurut saya rasanya enak banget dan dagingnya empuk, ditambah lelehan keju mozarella diatasnya yang banyak. Beberapa teman saya kurang suka karena rotinya agak tebal. Well, sesuai selera orang-orang juga sih.
Pizzabeef
Pesanan saya adalah Fish Tarragon. Steak ikan ini lembut banget, nggak eneg walaupun porsinya gede. Tapi saya lebih suka Fish & Co. Yang bikin kenyang adalah potongan kentang sebagai pengganti nasi yang super tebal dan besar. Ditambah potongan paprika yang banyak, sayangnya saya nggak suka paprika. Saya sempat mencoba pesanan teman saya Schaslik, daging yang dibakar pakai tusukan sate, ditambah potongan paprika dan tomat. Rasanya sih nggak seperti steak, tapi seperti daging bakar beneran. Bahkan tomat dan paprikanya juga hangus terbakar, hahaha. Tapi enak kok. Untuk menu Tenderloin, ya standar rasa steak tenderloin biasa. Menu yang satu ini dagingnya tebal, matang seluruhnya, dan nggak alot. Menurut saya cukup enak kok.
Fish Taragon
Schaslik
Tenderloin
Untuk minuman, kami hanya memesan satu gelas Ice Cafe Latte yang menyegarkan. Yang lain pada nggak pesan minum karena disini gratis air putih semaunya, hihihi. Jadi tinggal refill aja air putih terus-menerus sampai kembung.
Ice Coffee Latte
Buat kalian yang mendambakan makan steak dengan suasana tempo dulu, tempat ini paling pas deh. Kalau mau bawa keluarga juga bisa, karena tempatnya luas banget. Nggak susah juga nyari tempatnya. Dekat dengan Mc. Donald di simpang dago, tinggal jalan kaki. Disini juga dijual beraneka kue, karena memang ada tempat Cake Shop juga. Selamat menikmati :)

Oktober 14, 2014

Anomali Coffee

Sepulang dari Loobbie Lobster, karena masih jam 8 malam, saya mampir ke Anomali Coffee, Jl. Senopati No. 19 Jakarta Selatan (021-7194742). Coffee shop favorit saya nih! Karena saya cinta Indonesia, saya wajib menyukai segala hal buatan dalam negeri.
Dinding kaca
Kalian tau, di Anomali Cafe ini, kalian bisa melihat kopi-kopi khas dari seluruh Indonesia. Bahkan ditulis di sebuah papan tulis silsilah kopi Indonesia. Mulai dari kopi Aceh, sampai kopi Papua. Saya sempat mencium semua kopinya. Ada yang wanggiiii banget seperti kopi luwak, kopi bau kecut, kopi bau pahit, macam-macam deh. Sayangnya saya memang nggak suka kopi, tapi saya mau mencicipinya.
Ice Greentea Latte
Pesanan saya di cafe ini adalah:
Coffee Latte Rp. 30,000
Ice Greentea Latte Reguler Rp. 40,000

Nah, karena saya nggak suka kopi, saya selalu pesan Green Tea Latte di setiap Coffee Shop. Kalau diurutkan, saya sangat suka Green Tea Frapuccino di Starbucks, lalu Coffee Bean. Kalau Excelso saya dulu minum coklatnya dan saya lupa rasanya karena udah lamaaa banget. Menurut saya, Green Tea di Anomali Cafe jauuuh lebih nikmat dari Starbucks. Wangi daun tehnya harum banget, rasanya juga manis di lidah. Ah, saya suka banget deh. Apalagi harganya lebih murah, hahaha.
Coffee Latte
Untuk pesananan kopi, saya cuma mencicip sedikit. Mohon maaf karena saya nggak begitu mengerti kopi karena emang nggak suka. Bukan karena nggak enak lho yaaa... Tapi saya tetap suka hiasan diatas kopi. Keren banget hiasannya. Yang pasti, sekarang Anomali Cafe adalah tempat tongkrongan wajib saya bersama teman-teman. Sekalian ber-wifi ria, hihihi. Selamat menikmati :)

Oktober 13, 2014

Loobbie Lobster & Shrimp

Setelah siangnya makan steak, malam minggu lalu saya makan di Loobbie Lobster & Shrimp, Jl. Gunawarman No. 32, Jakarta Selatan (021-53662815). Sebenarnya tempat makan ini masih satu manajemen dengan Holycow Steakhouse. Jadi dari segi pelayanan dan tempat sama aja. Tempatnya tetap sempit, bahkan lebih sempit dari Holycow. Jadinya nggak enak kalau mau nongkrong lama. Maunya tempatnya diperbesar yah, karena memang terkenal banget tempat makan yang satu ini. Kemarin aja sampai waiting list panjang...
Lambangnya lucu
Baiklah, ketika melihat daftar menu, harga makanannya lumayan mahal. Mungkin karena lobster kali yah? Tapi masih lebih mahal BubbaGump yang ada di Bali. Pesanan saya adalah sebagai berikut :
Mix Platter Rp. 155,000
Steamed Rice Rp. 10,000
Ice Tea Green Tea Rp. 13,500
Ice Milo Rp. 17,500
1/2 Lobster Platters Rp. 95,000
Daftar menu
Sewaktu menu Mix Platters keluar, ternyata porsinya gede banget.  Lobster ukuran sedang ada 2 ekor, udang gede 2 ekor, cumi crispy-nya juga banyak banget. Saya akhirnya memesan steamed rice lagi dan berbagi lauk dengan teman saya. Berhubung saya nggak begitu suka lobster karena agak bau pasir, jadi saya sniff sniff terlebih dahulu. Hahaha. Ternyata wangi banget dan menggugah selera.
Mix Platters
Pesanan satu lagi yaitu 1/2 Lobster Platters juga akhirnya datang. Kali ini lobsternya lebih gede dari punya saya, dilengkapi juga dengan cumi crispy. Kebayang kalau pesan yang 1 ekor lobster jumbo. Pasti gede banget lobsternya. Saya sempat mengintip pesanan meja sebelah dan memang lobster porsi 1 ekor itu gede bangeeet. Menurut saya sih mendingan pesan Mix Platters, jadinya bisa sharing sama teman.
1/2 lobster platters
Apa sih yang paling enak dari tempat makan ini? Jawabannya adalah sambelnya! Haduwwh sambelnya super duper enak. Memang sih daging lobster dan udangnya juga enak banget. Ada berasa bumbu di daging lobster dan udangnyanya. Cuminya juga empuk dan nggak alot. Tempung bumbu untuk bikin cumi crispynya juga terasa mantap. Tapi ketika dimakan dengan sambalnya, aihhh semuanya jadi super enak. Emang enak banget deh, suer!

Tempat makan ini sangat saya rekomendasikan buat kalian yang suka seafood terutama udang. Cuma ya nggak bisa nongkrong lama-lama karena mejanya terbatas, ruangannya sempit, dan yang waiting list banyak. Kasihan orang yang pengen makan diluar jadi nungguin kita..

Oktober 11, 2014

Holycow Steakhouse

Idul Adha 1435 H kemarin, saya dan adik tercinta hunting makan daging sapi. Walaupun berQurban di Aceh, yang namanya anak kos, jauh dari orang tua, pasti pengen banget makan daging sapi (pengennya makan lontong dan rendang sih sebenarnya). Kalau di rumah sih udah pasti ada rendang. Sayangnya di Jakarta cuma bisa nebeng makan ke rumah saudara.

Setelah berpikir mau makan daging sapi dimana, akhirnya kami memutuskan makan di Holycow Steakhouse, Graha Toriq, Jl. Bakti no. 15, Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021-53662815). Sebenarnya udah lama juga pengen makan disini karena terkenal banget. Tapi baru pas Idul Adha kemarin kesampean. Memang udah rejeki Idul Adha kali yah :)
Holycow
Tempatnya sempit
Kesan pertama sewaktu kemari adalah tempatnya kecil dan agak sempit. Saya kira seperti cafe-cafe yang ada di Mall dengan kapasitas pengunjung lumayan rame dan tempatnya luas. Kebayang kalau lagi pada pengen makan steak, waiting listnya pasti panjang banget.

Pesanan saya adalah :
Wagyu Bolar Blade Rp. 87,000
Prime Sirloin Rp. 86,500
Ice Tea Green Tea Rp. 17,000 (bisa refill)
Ice Tea Blackcurrant Rp. 17,000 (bisa refill)
Daftar Menu
Menurut saya, menunya murah banget. Apalagi bisa makan wagyu dengan harga segitu. Biasanya pasti diatas 200rban keatas. Rasanya juga enaaaak banget. Porsinya gede. Dagingnya lembut, empuk, ada rasa manis-manisnya juga. Sausnya juga enak, kebetulan saya pesan saus BBQ. Untuk Prime Sirloin juga enak. Beda-beda sih enaknya. Untuk side dish jagung dan buncisnya yang ditumis juga rasanya enak banget. Mungkin menumisnya dengan minyak zaitun karena ada rasa manisnya itu, enak bangetlah. Adik saya yang nggak suka jagung aja bilang enak banget. Mash potatonya juga mantap. Enak banget, kayak es krim. Lumer di mulut. 
Wagyu Bolar Blade dan Ice Tea Blackcurrant
Prime Sirloin dan Ice Tea Green Tea
Pokoknya untuk makanan enak banget deh disini. Kalian wajib nyobain tempat makan steak yang satu ini. Kapan lagi bisa menikmati wagyu semurah ini?

Oktober 10, 2014

Fish & Co

Mungkin kalian juga mendapatkan gratis voucher Fish 'n Co di Line. Nah, sekalian mau redeem voucher, saya pergi ke Mall Taman Anggrek, Tomang, Jakarta Barat, West Jakarta City, Jakarta 11470. Kebetulan dekat dengan kantor saya. Memang sih yang paling dekat di Central Park, tapi antriannya panjangggg. Ya udah, di Mall Taman Anggrek aja deh.

Pas datang ke Fish & Co Taman Anggrek, kaget juga ngeliat antriannya. Tapi karena saya cuma makan berdua, jadi nggak usah menunggu lama karena meja untuk makan berdua lebih banyak. Kita disuruh masukin kode voucher, trus aktivasi, langsung makan deh. Karena cuma redeem 1 voucher, saya pesan makanan lagi.

Harga makanan (kalau nggak salah), karena pas ngecek dompet, eh lupa nyimpan struknya:
The Best Fish 'n Chips Rp. 85,000
Japanese Fish 'n Chips Rp. 89,000
Blackcurrant Tea Rp. 27,000 (bisa refill)
Fruit Punch Rp. 34,000 (bisa refill)

Menurut saya harga makanan di Fish & Co ini masih terjangkau. Karena banyak yang bilang mahal bangettt. Masih lebih mahal BubbaGump yang pernah saya makan di Bali. Plattersnya aja di BubbaGump bisa mencapat 340rban dan porsinya sedikit. Di Fish & Co menu plattersnya banyaaak. Tapi saya nggak pesan karena cuma berdua.

Sewaktu makanan datang, saya takjub liat ikan dori goreng tepungnya gede banget dan disajikan dalam wajan. Wanginya juga menggugah selera. Rasanya enaaak banget. Ikannya lembut, tepungnya renyah, apalagi ada lelehan keju diatasnya. Kalau kalian makan dengan mayonaise, lebih enak lagi rasanya. Mana porsinya jumbo.
The Best Fish & Chips dan Fruit Punch
Saya juga memesan Japanese Fish & Chips. Menu yang satu ini sangat diolah dengan paduan makanan Jepang seperti furikake. Ada lapisan keju mozzarella diatasnya beserta taburan potongan rumput laut (nori) dan disajikan dengan soba sauce. Berhubung saya sangat menyukai masakan Jepang, saya jadi sangat suka juga dengan menu yang satu ini.
Japanese Fish & Chips dan Blackcurrat Tea
Paling enak makan Fish & Co ini kalau lagi nongkrong karena porsinya gede. Kemarin saya makan agak terburu-buru karena teman saya mau meeting. Jadinya malah eneg. Ditambah lagi kebanyakan minum karena bisa refill, hahaha. Oke deh, Fish & Co adalah salah satu tempat makan favorit saya. Selamat mencoba :)

Oktober 09, 2014

Film Seram

Dalam 2 minggu ini saya nonton 2 film seram. Sebenarnya saya nggak begitu suka sama film seram-seram. Tapi kayaknya heboh banget di social media, jadinya merasa nggak gaul kalau nggak nonton, hahaha. Ya udah deh, saya review sedikit saja tentang filmnya.

A Walk Among the Tombstones
Pada tahun 1991 di Manhattan, Mathew Scudder, seorang polisi NYPD sedang minum di sebuah bar. Tiba-tiba ada perampokan di bar itu dan Scudder berhasil mengejar dan menembak para perampok. Sayangnya ketika mengejar perampok yang terakhir, nggak sengaja peluru pistolnya nyasar dan menembak seorang anak berumur 7 tahun dan tewas seketika. Sejak itu ia berhenti menjadi polisi.


Suatu malam, Scudder didekati oleh adik seorang pria bernama Kenny, yang sedang berusaha untuk mencari detektif untuk menemukan pembunuh istrinya. Kenny bilang kalau istrinya diculik untuk dimintai uang tebusan 1 juta dollar. Kenny menego sampai  $400,000, tapi para penculik membunuh istrinya setelah ia membayar $400.000 tebusan. Yang seremnya, para penculik memotong tubuh istri Kenny dalam potongan kecil, kemudian dimasukkan kedalam bagasi mobil dan dikirim untuk Kenny. Serem banget kan?! Scudder akhirnya mau menerima pekerjaan ini.

Di perpustakaan lokal, Scudder bertemu seorang remaja bernama TJ, yang membantu Scudder mendapatkan informasi di internet mengenai kasus yang mirip dengan Kenny. Berdasarkan info dari TJ, Scudder akhirnya mulai mencari tau jejak para penculik. Pertama-tama, ia bertemu dengan seorang penggali kuburan yang menemukan sisa-sisa potongan tubuh korban di kantong sampah hasil dari memancing di kolam yang ada di sekitar pemakaman. Setelah membuntuti penggali kubur kembali ke rumahnya, Scudder akhirnya tau bahwa penggali kubur itu terlibat dalam salah satu pembunuhan dengan para penculik. 

Penggali kubur menjelaskan bahwa ia bertemu dengan dua orang pria di toko CD film. Salah satu dari dua laki-laki bernama Ray. Mereka pernah menculik tunangan seorang bandar narkoba, melucuti bajunya, dan memotong dada korban terlebih dahulu baru memutilasi bagian lain dalam keadaan hidup-hidup. Penjaga makam bilang kalau para penculik itu bukan manusia karena mereka sangat sadis.

Selanjutnya silahkan tonton sendiri ya. Memang sih ketika dimutilasi nggak diperlihatkan. Cuma jalan ceritanya mengerikan banget. Para penculik kayaknya dendam sama cewek, jadi sewaktu memutilasi dimulai dari bagian dada. Ngeri banget deh! Saya kira film detektif biasa, ternyata super menyeramkan. Hiiiii >_<

Annabelle
Ini adalah film sebelum The Conjuring (film hantu super seram yang membuat saya tutup mata hampir keseluruhan film). Pada tahun 1967, sebuah keluarga kecil yang terdiri dari John dan Mia Gordon, sedang menanti kelahiran putri pertama mereka. Mia mempunyai koleksi boneka porselen dan John memberikan kado sebuah boneka (yang akhirnya jadi boneka hantu) untuk Mia. Awalnya boneka porselen ini cantik kok, nggak serem. Bajunya masih baru dan putih bersih.

Suatu malam, Mia mendengar tetangganya berteriak. Mia menyuruh John memeriksa ada apa di rumah sebelah. Rupanya telah terjadi pembunuhan. Mia langsung menelepon polisi. Yang menyeramkannya, pembunuh itu datang ke rumah Mia dan John, lalu menusuk pinggang Mia yang sedang hamil. Salah satu pembunuh wanita mengambil boneka porselen Mia dan bilang, "I like your doll!" Serem banget sewaktu cewek itu ngomong. Akhirnya para pembunuh itu ditembak polisi hingga tewas. Salah satu korban bernama Annabelle dan darahnya memasuki boneka Mia.

Kondisi kehamilan Mia ternyata baik-baik saja, walaupun ia tertusuk pisau. Akhirnya Mia dan John pulang ke rumah. Nah, kejadian aneh mulai menghantui rumah. Mulai dari mainan bayi yang berbunyi sendiri, boneka porselen jadi pindah kamar, dll. Yang paling mengerikan, ketika kompor di dapur nyala sendiri dan terjadi kebakaran. Untung tetangga Mia berhasil menyelamatkannya dari kobaran api.

Setelah Mia melahirkan, Mia dan John pindah ke sebuah apartemen. Kejadian demi kejadian mulai menghantui lagi. Yang seram adalah sewaktu ada hantu seperti kuntilanak berjalan-jalan sekitar apartemen dan mengintai Leah, anak Mia. Belakangan diketahui kalau hantu Annabelle mengincar  jiwa Leah.

Ah segitu dulu ceritanya. Mumpung filmnya masih main di bioskop, mending kalian nonton sendiri ya. Kalau menurut saya, masih lebih seram The Conjuring. Tapi film ini musiknya ngagetin banget. Walaupun hantunya nggak begitu seram, tapi musiknya ngagetiinnn banget. Siap-siap jantungan aja, hehehe.

Selamat menonton :)

Oktober 08, 2014

Zhuma Japanese Restaurant

Beberapa hari yang lalu, sempat pengeeeeen banget makan sushi. Sebenarnya buat saya patokan sushi paling enak tuh Sushi Tei dan 90 Gourmet yang ada di Bandung. Tapi bosen sama Sushi Tei dan kalau mau ke 90 Gourmet jauh. Harus ke Bandung dulu. Akhirnya browsing dan baca review orang dimana restaurant Sushi enak dan menjatuhkan pilihan ke Zhuma Japanese Restaurant di Pasific Place Mall, Lantai 5, Jl. Jenderal Sudirman, SCBD, Jakarta. Sekalian jalan-jalan di Pasific Place karena jarang banget kesini.
Buku menu
Menu yang saya pesan adalah :
Japanese Green Tea Rp. 15,000 (bisa refill)
Zhuma Tempura Special Rp. 80,000
Cheesy Roll Rp. 45,000
Tako Sushi Rp. 45,000
Magura Carpacio Rp. 50,000
New Style Salmon Sushi Rp. 45,000

Sebenarnya pesan makanannya agak random, secara nggak tau makanan apa yang enak disini. Menu yang keluar pertama kali adalah New Style Salmon Sushi. Bentuknya nasi berbalut salmon. Rasanya enaaak banget. Duh langsung lumer di lidah. Senang deh bisa makan makanan enak. Salmonnya juga matang. Jadi buat kalian yang nggak suka makanan mentah, bisa makan juga.
New Style Salmon Sushi
Yang kedua adalah Magura Carpacio, ikan mentah dengan saus enak banget. Jadi kangen makan sashimi di Jepang. Ada taburan wijen juga diatasnya dan enak banget kalau dimakan dengan saus kecap pedas. Pokoknya enak banget deh.
Magura Carpacio
Selanjutnya Zhuma Tempura Special. Nah, ini adalah kumpulan gorengan renyah. Ada tempura, jamur goreng, bayam goreng, dll. Yang uniknya, ada jamur yang digoreng tempung dan bentuknya berubah jadi pohon. Keren banget deh, hihihihi. Kalau makan goreng-gorengan memang paling enak sambil nyantai dan ngobrol. Jadi makanan ini dimakan agak belakangan setelah semua makanan habis.
Zhuma Tempura Special
Jamur berbentuk pohon
Saya pesan Tako Sushi karena saya kira sama dengan takoyaki. Berhubung saya suka banget takoyaki. Sayangnya ternyata pesanan saya adalah sushi dengan potongan gurita mentah yang besar. Nah, mungkin karena kegedean, guritanya jadi agak alot. Saya jadi susah ngunyahnya. Saya potong kecil-kecil, baru saya telen. Tapi akhirnya saya nggak habisin.
Tako Sushi
Terakhir adalah Cheesy Roll. Saya sangat suka sushi dengan keju yang meleleh. Saya kira Cheesy Roll seperti itu. Ternyata hanya balutan nasi dengan rumput laut, keju, dan salmon. Jangan salah, walaupun kelihatannya simple, tapi rasanya enak bangetttt. Porsinya juga banyak. Berhubung saya makan berdua, jadi agak kebanyakan. Apalagi saya baru makan banyak hal.
Cheesy Roll
Alhamdulillah semua makanan bisa saya habiskan dan tidak tersisa. Sekalian ngobrol-ngobrol juga karena restonya asik buat nongkrong. Bisa nebeng wifi gratisan juga, hahaha. Kalau kalian main ke Pasific Place, cobain mampir kesini. Dijamin nggak nyesal deh :)
Suasana dalam resto

Categories

Living (176) adventure (108) Restaurant (99) Cafe (90) Hang Out (82) Jawa Barat (80) Bandung (72) Movie (69) Story (62) Jakarta (56) Lifestyle (47) Event (39) Aceh (32) Jawa Tengah (24) Islam (21) Japan (20) Science (18) South Korea (18) Book (17) Technology (16) Hotel (14) Semarang (14) Warung Tenda (13) Blackberry (11) Crush (10) Dokter (10) Lomba (10) Consultant (9) Tokyo (8) Jeju Island (7) Osaka (7) Seoul (7) Birthday (6) Karimun Jawa (6) Singapore (6) Bangkok (5) Dieng (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bali (4) Beach (4) Busan (4) Kuala Lumpur (4) Malaysia (4) Wedding (4) giveaway (4) Bogor (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) 2PM (2) BBLive (2) Baby (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Etude House (2) Hakone (2) Nami Island (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) The Face Shop (2) Boracay Island (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Festival BLOG 2010 (1) Makassar (1) Manila (1) Medan (1) Philippines (1) Solo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan