Oktober 01, 2014

Umbul Sidomukti - Playing

Karena perut udah lapar, akhirnya kami turun ke perkemahan setelah puas main di kolam renang mata air. Menu sarapan kali ini nasi, sosis, dan nugget. Walaupun makanan alakadarnya, tapi enak juga. Mungkin karena cuaca dingin jadi bawaannya pengen ngunyah melulu.
Tim masak-memasak
Kupas telur puyuh
Sarapan dulu
Setelah makan, waktunya bermain air. Saya dan teman-teman jadi balik lagi ke kolam mata air yang ada diatas gunung. Karena saya alergi dingin dan malas juga basah-basahan, jadi cuma basahin kaki doang sampai ke paha. Sekaligus membersihkan debu-debu dari Grand Canyon kemarin. Teman-teman yang lain malah langsung nyemplung dan berenang kesana kemari. Sekalian ikutan main games yang dibuat oleh Admin Tour. 
Mulai nyemplung
Ayo bermain
Kita dibagi perkelompok yang terdiri dari tiga orang untuk menemukan huruf di kolam dan di rangkai menjadi kata Indonesia Bagus. Kelompok yang cepat mengumpulkan kata, itulah yang menang. Karena saya nggak ikutan nyemplung, jadi saya yang menjaga huruf-huruf yang diambil oleh dua teman saya. Tapi ketika saya nggak perhatian, eh huruf-huruf saya malah dicuri. Jadi ajang curi-mencuri huruf kelompok lain deh. Tapi seru, jadi ketawa-ketawa semuanya.
Jadi siram-siraman
Mengumpulkan huruf
Mau loncat dulu
Ketika waktu habis, dan kelompok saya nggak menang, kami lalu berfoto. Beberapa masih terus berenang, tapi beberapa lagi turun ke bawah untuk mandi. Di kawasan pegunungan seperti Ungaran ini, matahari jam delapan pagi sudah sangat terik. Saya ikutan turun untuk mandi, supaya bisa langsung menjemur celana yang basah. Ternyata udah antrian panjang aja di kamar mandi. Saya cuma bisa menunggu giliran dengan menjemur pakaian basah. Pasti cepat kering nih karena memang panas dan terik banget cuacanya.
Flying Fox
Marine Bridge
Oh ya, beberapa teman saya bermain Marine Bridge (jembatan tali) selagi menunggu antrian mandi. Sekali bermain, tarifnya Rp. 15,000. Salah satu wahana yang memicu adrenalin karena jembatannya tinggi banget. Kalau ngeliat ke bawah serem juga. Pengamannya bagus banget kok, jadi kalian nggak usah khawatir. Palingan bakalan pegel-pegel aja karena kita cuma bergantung di satu tali doang. Saya bertugas mengambil foto mereka karena nggak ikutan main.
Mulai berjalan
Terguling
Bangkit kembali
Berhasil, berhasil, HORE!
Selain Marine Bridge, kalian bisa mencoba wahana Flying Fox super tinggi. Sayangnya dari peserta kemping nggak ada yang ikutan main karena harus buru-buru mandi dan mengejar waktu untuk bermain Paralayang. Nah, Paralayang adalah wahana yang paling menegangkan sebenarnya mengingat ketinggiannya itu lhooo! Ada beberapa teman saya yang ikutan main paralayang. Berani banget ya mereka. Nanti saya bahas deh, sabar ya :)

September 28, 2014

Umbul Sidomukti - Camping Ground

Akhirnya sampai juga di Umbul Sidomukti, nama tempat kita untuk kemping. Duh, rasanya udah nggak tahan lagi pengen mandi. Badan udah keringetan dan perut lapar. Saya melihat banyak warung-warung di parkiran. Saya kira seperti Open Trip biasa yang saya ikuti dimana penyelenggara trip kerjasama dengan orang setempat untuk menyediakan makanan. Dulu sewaktu di Dieng dan Sukabumi, makan malam kita dimasakin sama orang kampung, sekalian memberdayakan mereka juga. Ternyata trip kali ini mau masak sendiri. 

Dari parkiran, kita berjalan kaki turun ke tempat perkemahan. Untung jalannya turunan, jadinya agak meringankan kita yang bawa ransel. Sempat berpikir, gimana ntar kalau pulang ya? Berarti harus mendaki lagi. Ah, mikirinnya nanti aja deh. Sekitar 5 menit kemudian, kami sampai di tenda. Langsung memilih tenda untuk menaruh barang, ambil baju, dan langsung buru-buru mandi. Udah sangat nggak tahan lagi. Karena perkemahan ini di pegunungan, air untuk mandi dingiiiiinn banget, udah kayak air es. OMG! Berhubung udah nggak mikir lagi, langsung aja ngeguyur badan sampe puas.

Selesai mandi, saya bertanya kepada bapak penjaga perkemahan dimana Musholla. Katanya ada sih di dekat kamar mandi, tapi kalau malam nggak ada lampu. Bapak itu lalu mengambilkan tikar dan sajadah untuk memudahkan kami shalat di dekat tenda. Ah, beliau baik sekali. Langsung deh shalat di dekat tenda. Ntah kenapa, ketika beres mandi, baru terasa dingin di gunung. Saya mengambil sweater super tebal yang saya pake sewaktu Spring di Jepang, jadi langsung hangat. Malah nggak terasa dingin sama sekali.

Saya dan beberapa teman membantu admin tour masak-masak untuk makan malam. Menunya sederhana saja, tuna kalengan, kentang, dan nasi. Selagi memotong kentang rebus, saya makan beberapa untuk ganjel perut. Udah lapar nggak ketulungan. Beberapa teman yang lain masih menurunkan kardus aqua dan barang-barang logistik. Sambil ngobrol-ngobrol, akhirnya makanan selesai dimasak. Langsung di serbu deh. Semuanya udah lapar banget pastinya. Untung makanannya banyak, jadi bener-bener bisa makan sekenyang mungkin.
Bahan masakan
Setelah semuanya kenyang, kami melanjutkan acara api unggun. Sayangnya, nggak semua peserta tour ikut. Ada yang udah malas keluar tenda dan bobo. Mungkin karena dingin juga kali yah. Kalau saya sih seneng banget acara api unggun, biar hangat. Ada lokasi khusus untuk bakar api unggun. Kami menyusun kayu bakar, lalu disulut api. Akhirnya hangat juga rasanya. Dulu sewaktu di Pulau Tidung, bakar api unggun sekalian BBQ. Tapi ini 'kan baru beres makan juga, masih kenyang.
Menyiapkan api unggun
Akhirnya jadi cerita-cerita pengalaman traveling masing-masing peserta. Untuk pengalaman terbaik dan inspiratif, bisa dapat doorprize. Kebanyakan dari mereka adalah newbie dan perjalanan kali ini adalah yang pertama kali. Kalau saya udah dari kuliah dulu suka backpackeran dengan biaya super minim, hehehe. Sebenarnya kalau dibilang inspiratif, semua kisah perjalanan menurut saya pasti inspiratif. Mulai dari survival, bertemu orang banyak, dan lain-lain. Tergantung masing-masing orang bagaimana menyikapinya.
Menceritakan pengalaman masing-masing
Setelah beres cerita-cerita dan karena udah ngantuk juga, akhirnya semuanya balik ke tenda. Beberapa teman masih ada yang lanjut main uno. Saya sih langsung buka sleeping bag dan tidur. Yang uniknya lagi, karena permukaan tanah yang nggak rata, saya jadi merasa tidur kepala kebawah dan kaki ke atas. Mana sleeping bag membuat kita terasa seperti di bedong. Ngakak dulu sebelum tidur untuk cari posisi yang pas. Ah, tapi karena udah kecapekan, peduli amat lah mau tidur secara tilting pun oke. Udah capek banget.

Pas adzan Shubuh yang berkumandang memecah keheningan di gunung, saya bangun. Teman di sebelah saya, Puput, malah menggigil kedinginan. Padahal dia udah pakai sarung tangan dan kaos kaki. Berbeda dengan saya cuma pakai sweater doang. Saya suruh Puput bangun, karena saya takut dia hipotermia. Eh, dia malah nggak bisa buka mata. Serem banget. Akhirnya saya tarik resleting sleeping bag sampai ke leher Puput, trus mukanya saya tutup pakai handuk. Saya membangunkan teman saya satu lagi, Nida, untuk shalat Shubuh. Awalnya Nida juga kedinginan banget, tapi dia berusaha bangun dan shalat. Kalian tau, ambil air wudhu di pegunungan itu cobaan berat. Dingggginnnn banget! Mana tikar dan sajadah agak basah kena embun. Mukenah saya jadi ikutan basah.
Sunrise dari kolam renang mata air
Selesai shalat shubuh, saya bisa melihat sunrise. Subhanallah indahnya langit kemerahan saat itu. Mana banyak bintang di langit yang mengeliling bulan sabit. Saya jadi menikmati suasana pagi itu, sebelum akhirnya bobo lagi. Sayangnya saya nggak mengambil foto karena ribet nyari kamera di tenda. Setelah mulai agak terang, saya bobo lagi. Puput juga kayaknya udah lebih baik dari sebelumnya. Saya sarankan untuk teman-teman yang mau kemping ke gunung, bawalah baju super tebal kalau memang kalian nggak kuat sama dingin.
Tenda pink
Gantian yang masak
Jam 7 pagi, saya bangun. Ternyata udah terang banget dan terik. Saya keluar tenda dan melihat beberapa teman udah mulai masak. Gantian deh, semalem yang nggak masak, silahkan masak untuk sarapan. Saya mengajak Puput dan Nida untuk menelusuri jalan setapak sampai ke kolam renang di atas. Sekalian menghangatkan badan. Pemandangannya indah banget dan udaranya super segar. Beda banget sama Jakarta. Hahahaha.
Pemandangan Gunung Ungaran
Kolam mata air pegunungan
Pemandangan gunung
Bertiga bareng Nida dan Puput
Well, kayaknya postingan saya udah kepanjangan. Nanti saya lanjut lagi ya :)

NB: Tidak semua foto diambil dari kamera saya.

September 25, 2014

Grand and Brown Canyon

Setelah kenyang makan Soto Ayam dan Garang Asem, kami melanjutkan perjalan ke Grand Canyon menggunakan Landy (Land Rover). Mobil yang satu ini gagah banget. Mungkin karena emang di desain untuk off road. Perjalanan menuju destinasi selanjutnya sangat berkelok-kelok, masuk kampung, ntah kemana deh ujungnya. Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya kami tiba di bukit berpasir yang benar-benar persis Grand Canyon di Arizona. Bedanya, tempat ini adalah ladang pengerukan tanah. Banyak banget truk-truk penampung tanah bersliweran kemana-mana.
Perjalanan menuju Grand Canyon
Tiba di Grand Canyon
Saya kurang tau dimana lokasi persisnya tempat ini. Udah mencoba browsing juga, tapi nggak dapat lokasi pasti. Saya juga lupa bertanya pada supir Landy dimana lokasinya. Mungkin kalau kalian mau kesana, bisa bertanya pada orang lokal. Tempatnya benar-benar seperti padang tandus dengan bukit-bukit menjulang tinggi. Bahkan kalian bisa melihat ke kiri dan ke kanan ada jurang dalam. Menyeramkan! Sinar matahari juga super terik, jadi kalian wajib bawa kacamata hitam.
Penuh dengan pasir dan debu
Menurut saya, selain jurang, ada hal lain yang mengerikan disini yaitu debunya super dahsyat. Kalian wajib memakai masker dan saya salah banget karena nggak bawa masker. Setiap mobil truk pengangkut pasir lewat, debunya berterbangan sampai susah bernapas. Kalau datang angin pun, debunya terbang semua. Saya sudah berusaha untuk menutupi hidup dengan kerudung, eh malah kerudung saya jadi bau pasir dan debu. Bahkan dari warna pink, berubah menjadi agak kekuningan saking dahsyatnya debu. Saya sempat terbatuk-batuk dan agak sesak. Untung nggak apa-apa. Mungkin karena jarang hujan, jadinya tandus banget daerah ini. Mana kota Semarang super duper panas cuacanya.
Pose dulu
Walaupun tempatnya sangat berdebu, kami tetap berusaha mengambil foto. Pokoknya harus tetap eksis walaupun agak sengsara. Akhirnya karena nggak kuat lagi, kita pindah lokasi yang nggak banyak truk bersliweran. Nah, disini mobil Landy mulai menunjukkan taringnya. Kita mulai di bawa menanjak jalan yang seram banget, lalu turun ke jalan terjal. Semakin menanjak terus bahkan kadang ada tepi curam. Ah, saya di mobil hanya bisa berdoa karena ketakutan. Sebenarnya terpental-pental di mobil mungkin seru untuk sebagian orang, tapi nggak buat saya. Saya takut jatuh ke jurang aja, hiiiii. Mana mepet banget di tepi jurang jalannya mobil ini. Nau'dzubillahiminzalik.
Jalan sambil pose dulu
Akhirnya kami tiba di tempat yang landai dan masih banyak rumput. Disini nggak berdebu, bahkan ada danau buatan. Angin sore juga sepoi-sepoi banget. Kami melanjutkan sesi bernarsis ria. Udah segala macam gaya deh saya lakukan untuk berfoto.
Deretan Landy terparkir
Gaya dulu pake bendera
Tim saya
Di tepi danau
Seluruh peserta
Beberapa jam kemudian, saya heran. Kenapa kok nggak ada ajakan untuk balik ke kota? Ternyata mobil Landy-nya rusak. Teman saya bilang, memang mobil Landy itu sering banget rusak. Wah, kalau sering rusak kok dipake' yah? Kan serem kalau tiba-tiba ada kerusakan, dan kita lagi off road di tepi jurang.
Mobil terparkir
Akhirnya saya dan semua teman-teman berusaha sabar menunggu mobil selesai diperbaiki. Mana stok air minum sudah habis, keringetan, badan berdebu. Duh, benar-benar memainkan emosi. Bahkan kami dapat berfoto sunset disini dan terdengar suara adzan magrib. Saya udah capek dan duduk aja diatas batu. Udah nggak mood buat berfoto dan kamera saya juga udah kotor banget. Untung dipasang filter di lensa. Kalau nggak, haduwh susah banget bersihinnya. 
Seluruh tebing-tebing pasir
Sunset
Mataharinya unik
Ketika matahari mulai tenggelam, akhirnya kru Landy memutuskan untuk menggerek Landy rusak ke kota. Kenapa nggak daritadi ya? Ketika tiba di perkampungan dan melihat warung, saya senang banget karena mau beli aqua dingin. Saya turun sendiri dan membeli empat botol aqua untuk teman-teman saya. Saya heran juga, kok anak-anak lain pada nggak turun beli aqua? Untung teman saya baik hati masih mau sharing dengan mereka. 

Admin tour menawarkan untuk makan malam dulu, tapi yang lain pada pengen langsung ke perkemahan. Saya hitung-hitung, berarti kami tiba di perkemahan sekitar pukul 8:30 malam dan belum makan? Ya sudahlah, kali ini saya ikut aja. Palingan tidur sepanjang jalan supaya nggak terasa laparnya. Sigh...!

September 23, 2014

Perjalanan Singkat ke Semarang

Sabtu kemarin, saya ikut Open Trip dari Backpacker Indonesia. Udah lama banget nggak ikut Open Trip kayak 'gini. Terakhir kali sewaktu ke Dieng dan itu udah 1,5 tahun yang lalu. Nggak berasa banget ya, waktu berlalu begitu cepat. Kali ini saya ikut Indonesia Bagus Trip sebagai penyelenggara dan membayar Rp. 550,000. Awalnya tempat trip di rahasiakan oleh admin. Tapi saya udah tau kalau kita semua bakalan ke Semarang.

Ketika admin tour memberikan clue untuk meeting point, saya dan rombongan agak nyasar. Awalnya bilang di Monas pintu timur jam 4 pagi. Ya udah, saya siap-siap pagi buta pesan taksi ke Monas. Agak heran kalau admin tournya nggak ada. Apa salah tempat 'gitu ya? Karena udah adzan Shubuh, saya shalat dulu di gedung Pertamina. Mushallanya enak banget. Ah tapi sayang, maunya saya shalat di mesjid Istiqlal sekalian. Jarang-jarang 'kan bisa shalat Shubuh di mesjid paling keren se-Indonesia.

Setelah shalat, ada whatsapp lagi kalau kita ngumpul di Gambir depan logo Starbucks. Saya berpikir berarti naik kereta dari Gambir ke Semarang. Ya udah saya tinggal nyebrang aja dari Pertamina ke stasiun Gambir. Eh rupanya disuruh balik lagi ke Monas. Untung di belakang Gambir itu ada jalan masuk ke Monas dan disitulah meeting point. Admin bilang kalau ternyata kita bakalan naik kereta di stasiun Senen, jadinya saya dan teman-teman naik taksi lagi ke Senen. Fiuhh..

Setelah sampai stasiun Senen, saya langsung cek in kereta dan ternyata udah mepet banget waktunya. Kereta berangkat jam 6:10, dan kami tiba di gerbong jam 6:05. Sampai bapak petugas kereta udah teriak-teriak suruh kita cepet naik. On time banget kereta apinya. Kereta mulai berangkat sedangkan saya masih berjalan menyebrangi gerbong untuk mencari kursi. 
Melihat pemandangan
Saya baca di tiket kereta kalau perjalanan ini akan menempuh waktu sekitar 6 jam. Berarti kalau jalan jam 6 pagi, mungkin jam 12 siang udah nyampe. Udah lama banget nggak naik kereta jarak jauh. Saya asyik mengobrol dengan teman-teman di sekitar saya, sibuk main handphone juga karena ada colokan, dan sibuk ngemil karena teman saya bawa kue banyaaaak banget. Sekitar jam 10 pagi, mulai deh terasa panas di kereta. Saya mulai keringetan dan cahaya matahari silau banget. Saya ambil kaca mata dan berusaha untuk tidur. Palingan cuma tidur satu jam. Perasaan sewaktu dulu naik kereta dari Yogyakarta ke Jakarta, pakai ekonomi AC juga tapi dinginn banget kok ACnya. 
Ngobrol di kereta
Teman-teman
Sewaktu udah jam 12 siang, belum ada tanda-tanda kereta bakalan nyampe. Duh, suasana di dalam kereta mulai panas banget, muka udah berminyak, baju udah basah karena keringat. Ahh, seandainya ini adalah perjalanan malam, mungkin nggak akan sepanas ini. Lagian, daerah Jawa Tengah kan memang panasssnya ampunnn deh. Mana kebelet pipis karena saya nggak mau banget pipis di kereta, hiii >_<

Sekitar jam 13:45, kereta tiba di stasiun Semarang Poncol. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari WC. Haduwh, nggak enaknya stasiun ini, WCnya cuma 1. Mana antriannya panjang banget. Kata admin tour kami, mendingan pipis di tempat makan. Sekalian shalat juga disana karena tempatnya enak. Lagian, Landy (mobil Land Rover untuk off road) udah datang menjemput. Ya sudahlah, akhirnya saya memutuskan untuk menahan pipis lagi.
Landy yang udah datang menjemput
Pose dengan wajah sangat kusam dan berminyak
Untuk pertama kalinya naik mobil Landy. Memang sih udah agak jadul mobilnya, tapi kesannya jadi keren deh. Serasa gimana gitu naik mobil macho untuk mendaki gunung. Mas pengendara Landy juga profesional dan bukan sembarang orang. Mereka semua itu termasuk komunitas pencinta alam. Semua ransel dikumpulin ke satu Landy, supaya nggak ribet untuk duduk di Landy lainnya. Sepanjang jalan dari stasiun kereta ke tempat makan kita pada diliatin orang-orang. Mungkin karena mobilnya paling nyentrik kali yah.
Tempat Makan
Tempat makan kami adalah Soto Ayam Goreng Bangkong. Itu saya fotoin plang nama tempat makan sekaligus alamatnya. Disini saya pesan Garang Asem 2 porsi, Soto Ayam 2 porsi, Es teh manis 4 gelas, sama makan sate-sate yang tersedia di atas meja. Totalnya hanya Rp. 94,000, padahal udah makan sebanyak itu. Saya kangen banget Garang Asem. Teringat dulu makan di Solo enaaaak banget. Sayangnya sewaktu makan disini, nggak seenak yang di Solo. Kurang terasa belimbing sayurnya. Pelayanan di tempat makan ini cepat banget. Baru pesan makanan, nggak sampe 5 menit, semua makanan udah tersedia. 
Berpose selagi makan
Pose sebelum cuci muka
Pesanan saya dan teman-teman berempat
Garang Asem versi Semarang
Setelah makan, langsung buru-buru ke WC untuk pipis. Karena udah berminyak banget muka saya. Langsung cuci muka dengan facial wash di tempat wudhu, sekalian mau shalat juga. Terus dandan sedikit karena selanjutnya mau ke Grand Canyon untuk berfoto. Aneh banget kan mau foto-foto tapi wajah berminyak dan kusam. Setelah kembali segar, berfoto sekali lagi di depan tempat makan, baru lanjut naik Landy.
Udah cuci muka dan dandan
Naik ke Landy
Yuk Jalan
Perjalanan pun dimulai...

Categories

Living (176) adventure (106) Restaurant (93) Cafe (85) Hang Out (81) Jawa Barat (78) Bandung (70) Movie (68) Story (62) Jakarta (51) Lifestyle (47) Event (39) Aceh (32) Islam (21) Jawa Tengah (21) Japan (20) Science (18) South Korea (18) Book (17) Technology (16) Hotel (14) Warung Tenda (13) Blackberry (11) Semarang (11) Crush (10) Dokter (10) Lomba (10) Consultant (9) Tokyo (8) Jeju Island (7) Osaka (7) Seoul (7) Birthday (6) Karimun Jawa (6) Singapore (6) Bangkok (5) Dieng (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bali (4) Beach (4) Busan (4) Kuala Lumpur (4) Malaysia (4) Wedding (4) giveaway (4) Bogor (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) 2PM (2) BBLive (2) Baby (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Etude House (2) Hakone (2) Nami Island (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) The Face Shop (2) Boracay Island (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Festival BLOG 2010 (1) Makassar (1) Manila (1) Medan (1) Philippines (1) Solo (1) Vampire Diaries (1)

Iklan

Iklan